Visi Misi | Program Kerja | Profil Pengurus | JPMI Daerah | Tujuan | Acara
Logo Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia
» Pendaftaran
» FAQ Anggota JPMI
» Home
» Tips Manajemen
» Buku Tamu
» Hubungi Kami
» Sitemap
 
  Tidak ada agenda pada bulan ini
 
February 2010
SunMonTueWedThuFri Sat
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28      
Klik disini
 
Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia
Awal mula krisis usaha kecil dan menengah dinilai masih mampu bertahan, karena fleksibilitasnya dan ketidak tergantungannya pada pembiayaan melalui kredit perbankan. Semasa krisis walaupun banyak UKM yang mengalami kesulitan tetapi juga tidak sedikit yang berkembang. Namun demikian pada akhir-akhir ini posisi usaha kecil kembali terancam, karena bangkitnya kembali usaha besar meskipun masih secara perlahan. Peringatan dini ini memerlukan perhatian sungguh-sungguh untuk menghindari kekacauan akibat ketimpangan yang tidak dapat ditolerir lagi di masa datang.

Salah satu usaha yang harus dikerjakan secara serius adalah pembinaan dan pendampingan terhadap sektor-sektor yang langsung terkait dengan peningkatan nilai tambah bagi usaha kecil. Sektor kegiatan yang berkaitan dengan perdagangan sektor riil, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan adalah kegiatan yang sangat erat kaitannya dengan penciptaan kekuatan awal bagi usaha ekonomi rakyat untuk mendapatkan pangkalan bergerak di usaha skala besar bernilai tambah tingggi. Hal ini juga akan membangun kesinambungan usaha ekonomi rakyat di sektor primer “yang lebih tradisional” menjangkau sektor pengolahan yang “modern”.

Dari sisi sumbangan terhadap ekspor, masih terlihat belum mampunya usaha kecil mengimbangi pengusaha besar menembus pasar. Usaha kecil dan menengah hanya menyumbang sekitar 15% ekspor kita. Menurut Tambunan (1999) keunggulan UKM dalam ekspor karena mengandalkan pada keahlian tangan (hand made), seperti pada kerajinan perhiasan dan ukiran kayu. Dan jenis kegiatan semacam ini lebih “labor intensive” dibanding jenis usaha besar yang cenderung bersifat “capital intensive”.

Penggambaran diatas membuat kami, JPMI (Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia) melihat pentingnya usaha pendampingan dan pembinaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Kami menawarkan program tersebut sebagai salah satu program kerja kami. Kegiatan ini kami namakan seri Workshop UKM untuk anggota (khusus) dan non-anggota (umum).



Hit Counter
This page has been viewed 24367 times

» Login
Apakah usaha Anda terbantu oleh keberadaan JPMI saat ini?
Sangat terbantu
Terbantu
Tidak
Tidak Tahu


klik disini