Ligwina Hananto sukses bisnis rencana keuangan


Merintis wirausaha bukan permasalahan mudah bagi sebagian besar orang, apalagi jika bisnis yang dikembangkan termasuk bisnis yang tidak biasa. Namun karena yang dilakukan adalah sesuatu yang dari dalam hatinya, maka kesuksesan bukan mustahil bagi Ligwina Hananto pemilik QM Financial. Sebuah perencanan keuangan mandiri yang memberikan jasa perencanaan kepada perseorangan maupun unit usaha.

Diawali kegelisahan dirinya berkaitan dengan gaya hidup keluarga yang punya kecenderungan tidak mempertimbangkan kehidupan keluarga dalam kurun waktu 5 hingga 10 th mendatang. Gaya hidup konsumtif yang tidak lagi menggunakan rasio untuk membelanjakan pemasukan keluarga.  Ligwina juga menggunakan pengalaman pribadinya sebagai keluarga menengah atas yang mempunyai penghasilan bagus namun tidak memiliki rencana keuangan yang bisa menjamin kehidupan keluarga pada masa mendatang.

Dimulai dari bisnis yang dijalankan dari rumah kini bisnis yang dirintisnya telah mempunyai klien tidak kurang dari 400 orang, dengan biaya jasa 7 juta hingga 70 juta pertahun tergantung dari jumlah aset lancar klien. Menempati kantor di Menara Prima Kuningan dan memiliki belasan financial planer. Kini bisnis ini bukan bisnis rumahan lagi.

Kesuksesan Ligwina bukan tanpa perjuangan, diceritakan oleh Wina sapaan akrabnya. Dalam kurun waktu 3 tahun dirinya hanya mengelola belasan klien dan itupun berasal dari suami dan sepupunya. Wina mengisahkan pertama merintis bisnis ini pada tahun 2003 ia mengirimkan 100 sms penawaran jasa perencanan keuangan, hanya beberapa yang menjawab dan sebagian orang justru mentertawakannya. Akhirnya ada seorang atlet basket yang mempercayakan perencanaan keuangan padanya, hingga kini Atlet ini masih mempercayakan perencanaan keuangannya pada QM Financial.

Dikisahkan oleh Wina diawali kepeduliannya pada pola pengunaan keuangan di masyarakat yang cenderung hanya berfokus pada konsumsi, tidak mengarah pada investasi dan perencanaan masa tua. Disini Wina mendapat tantangan yang cukup berat karena banyak orang tidak menyadari pentingnya mempersiapkan hari tua namun belum banyak yang berniat mulai melakukan persiapan selagi masih produktif.

Kemudian tahun 2004 bersama 2 teman sekolahnya di IPMI Business School, bisnis ini mulai lebih serius meski belum menempati kantor khusus. Ditahun 2005 layanan jasa ini secara resmi dinamakan  Quantum Magna Financial. Pada periode ini masih belum banyak klien yang dimiliki. Dengan semangat mereka terus menjalankan bisnis ini.

Menyadari kliennya kebanyakan dari kalangan muda dan semuanya adalah pendengar radio maka muncul niat dari Wina untuk siaran di Radio. Berbekal data semua kliennya adalah pendengar Hard Rock FM maka ia pun menawarkan diri untuk  siaran tentang perencanaan keuangan di Hard Rock FM. Siaran radio ini yang menjadi titik balik bisnis,  terjadi pada 2006. Diri sini, klien Wina berdatangan bukan hanya di Jakarta namun juga dari Surabaya, Bandung, Pekanbaru, Riau bahkan Papua.

Di tahun 2006 juga QM Financial menempati kantor di Widjojo Center, namun kini telah pindah di Menara Prima Megakuningan. Wina menuturkan jasa perencanaan keuangan ini dibuat pertahun. Jadi klien akan menggunakan jasanya selama 1 tahun setelah itu bisa diperpanjang atau dihentikan. Menurut pengakuannya sebagian besar klien memperpanjang kontrak.

Ligwina Hananto menyelesaikan pendidikannya di Finance & Marketing Curtin University of Technology Australia kemudian untuk memperdalam perencanaan keuangan ia mengikuti beberapa pelatihan perencanaan keuangan dan menyelesaikan Master of Business Administration IPMI Business School Jakarta.

Kini Wina tidak hanya siaran radion di Hard Rock FM namun sekaligus di beberapa radio. Ligwina mempunyai jargon dalam diskusi keuangan yaitu tujuanloapa. Dengan kata tanya pendek ini, Wina mengajak setiap orang yang diajak bicara untuk mulai memikirkan apa tujuan keuangan yang ingin dicapainya dalam beberapa tahun kedepan apakah itu tujuan pembelian rumah, tujuan dana pendidikan, tujuan dana pensiun.

Bagi Ligwina bisnis perencanan jasa keuangan ini bukan semata mencari keuntungan karena kalau hanya mencari keuntungan dirinya sudah lama menutup bisnis ini karena dalam waktu hampir 3 tahun pertama belum menunjukan keuntungan. Baginya penting bagi keluarga di Indonesia untuk memperkuat landasan keuangan keluarga. Keuangan keluarga harus mulai memasuki pasar investasi, bukan hanya membuat aman kehidupan keluarga pada masa yang akan datang tapi juga memperkuat modal pasar saham dalam negeri.

Wina menambahkan ketika krisis 1998, krisis Indonesia semakin parah karena penarikan modal besar-besaran di pasar saham yang sebagian besar berasal pemilik asing. Lain halnya bila pemilik saham tersebut adalah masyarakat Indonesia sendiri. Tentu krisis dalam negeri tidak akan seburuk itu.

QM Financial bukan sekedar menjalankan bisnis untuk merencanakan keuangan para klien namun juga memberi pendidikan kepada masyarakat untuk menyadari pentingnya perencanaan keuangan.

Leave a Reply

Switch to our mobile site