Bisnis Kuliner Olahan “Telo ”
Telo atau bahasa latinnya Ipomoea batatas poir. Menurut ahli pengobatan tradisional, Prof HM Hembing Wijayakusuma yang dikutip dari spat-indonesia, ubi jalar memang bermanfaat untuk mengatasi masuk angin dan kembung. Khasiat telo didapatkan dari kandungan kimia yang ada di dalamnya. Kandungannya meliputi protein, lemak, karbohidrat, kalori, serat, abu, kalsium, fosfor, zat besi, karoten, vitamin B1, B2, C, dan asam nikoninat.
Seorang pengembang agribisnis di Jawa Timur Unggul berpendapat, dia sengaja memilih ubi karena bahan makanan yang sebenarnya kaya vitamin A itu selama ini dikesankan sebagai makanan yang tidak bermutu dan hanya dikonsumsi masyarakat kelas bawah. “Selama ini nasib “telo” dimarginalkan. Seolah jika makan “telo” tidak akan bisa cerdas,” katanya.
Namun Unggul punya fakta lain soal ubi. “Telo” adalah sumber vitamin A, bahkan kandungan vitamin itu di ubi empat kali melebihi wortel. “Telo” juga mengandung zat antioksidan, kandungan kolesterolnya rendah, serta mengandung serat yang baik bagi pencernaan.
Di tangan Unggul, “telo” menjadi aneka makanan dan minuman berkualitas tinggi. Setidaknya, dia kini telah membuat 40 jenis makanan dan minuman yang dibuat dari bahan baku “telo”.
Makanan hasil olahan Unggul itu, antara lain, bakpao telo, bakpia telo, mie telo, onde-onde telo, kue mangkok telo, kue kukus telo, hotdog telo, burger telo, brownies telo, pizza telo, kripik telo, aneka nuget telo, es krim telo, serta es jus telo.
Kini Unggul bisa disebut telah berhasil mengangkat citra “telo” menjadi makanan dan minuman berkelas. Nilai ekonominya juga meningkat berlipat-lipat. Para konsumennya juga berkembang, mulai dari masyarakat kelas bawah hingga kelas atas.
Pusat pengembangan ubi yang berada di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan itu rutin melakukan kegiatan, seperti pendidikan dan pelatihan terpadu, pusat data dan informasi, pusat kajian dan strategi gerakan pembangunan desa, pusat pengembangan teknologi tepat guna, hingga pusat kajian investasi dan pembiayaan.
Ada sekitar 300 jenis produk dijual di lokasi itu. Saat ini, setidaknya gerai “telo” itu membutuhkan hingga 4 ton telo untuk memproduksi 7.000 bakpao setiap minggunya. Unggul yang kini memiliki dua tempat usaha yang menjual 40 jenis aneka makanan dan minuman berbahan baku telo.
Es Jus Telo
Es Jus Telo (ubi jalar), mungkin tidak banyak yang pernah mencicipi. Namun sekali meneguknya, pasti tak akan bisa melupakan kenikmatannya. Jus Telo ungu ini hanya bisa ditemui di sentra pengembangan Agribisnis Terpadu ‘Republik Telo’ Sentul, Pasuruan milik Unggul Abinowo. Warna ungu sangat menggoda selera untuk segera menyeruputnya. Dan benar, di tenggorokan rasa telonya sangat nendang. Dan sekali menyeruput melalui sedotan, tak terasa satu gelas pun langsung ludes.
“Rasanya luar biasa. Segar sekali dan sari telonya cukup mantab,” kata Hasan, warga Waru Sidoarjo saat menjajal jus langka tersebut. Jus Telo ini merupakan salah satu menu andalan Republik Telo. Sebagian besar pengunjungnya tak akan melewatkan jus tanpa bahan perwarna maupun pengawet tersebut.
BakPao
Bakpao Telo memiliki tampilan yang unik terutama pada warnanya. Biasanya cemilan khas negeri Cina ini berwarna putih bersih terbuat dari 100 persen tepung terigu dengan isi daging atau kacang merah di dalamnya, tetapi bakpao telo berwarna ungu gelap dan kuning serta berisi sembilan rasa yaitu, coklat, keju, kacang tanah, daging ayam, kornet, strawbery, nanas, kacang hijau. Rasanya sangat gurih, manis dan lembut. Harganya sangat terjangkau hanya Rp 2.000-4.500 per biji.
Es Krim
Industri es krim kini semakin berkembang, termasuk teknologi pembuatannya. Hal ini memungkinkan orang untuk membuat es krim dengan lebih mudah. Hasilnya pun lebih baik secara kualitas dan lebih bervariasi.
Variasi es krim sangat banyak. Beberapa negara memiliki es krim dengan ciri rasa yang khas dan berbeda dari lainnya. Misalnya, di Italia berkembang es krim yang dikenal dengan nama gelato. Sementara itu, di Jepang terdapat macha, ogura, dan mochi yang juga memiliki rasa khas. Selain itu, variasi rasa dan penyajian es krim pun semakin beragam.
Ubi jalar dipilih sebagai bahan dasar pembuatan es krim karena kaya akan kandungan nutrisi yang meliputi protein, karbohidrat, kalori, kalsium, fosfor, zat besi, karoten, vitamin B1, B2, C dan asam nikoninat. Selain itu ubi jalar berkhasiat sebagi tonik dan menghentikan pendarahan antioksidan yang tersimpan dalam ubi jalar merah mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas. Dengan kondisi tersebut, maka ubi jalar dapat mencegah kemerosotan daya ingat dan kepikunan, penyakit jantung koroner serta kanker.
Pembuatan es krim berbahan dasar ubi jalar tidak terlalu rumit. Ubi dikupas, dibersihkan lalu direbus. Setelah itu diblender agar seratnya hilang. Ubi yang sudah lembut dikukus dan menjadi adonan dasar. Adonan itu tahan selama 12 jam. Tapi setelah dimasukkan ke dalam alat pengolah bersama bahan-bahan lainnya, seperti susu krim, gula dan perasa, hasilnya bisa tahan berhari-hari meskipun tanpa bahan pengawet.

Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed