Mengelola Beragam Online Bisnis dengan Ringkas


Di era yang “over-noise” informasi/news ini, bagaimana Anda bisa mengontrol reputasi bisnis Anda secara online dan terintegrasi dengan mudah? Bayangkan ada puluhan media sosial yang dikenal dan masih ada lagi ratusan media sosial yang sedang berupaya tampil ke benak publik.

Nah, bagaimana Anda bisa memanfaatkan itu semua untuk kepentingan jejaring dan promosi bisnis? Apakah Anda harus menggunakan dan join semua media sosial satu per satu? Jika demikian, berapa banyak waktu yang digunakan untuk itu semua? Akan sangat menyita waktu.

Apakah Anda tahu suatu perangkat online terintegrasi yang digunakan untuk mengonsolidasi semua media sosial tersebut? FriendFeed, namanya, yang telah berkembang menjadi suatu servis yang hot di dunia online. FriendFeed adalah suatu media agregasi sosial, atau media yang menyatukan beragam media sosial ke dalam satu wadah di dunia yang sudah “over-noise” informasi seperti mengolek blog Anda, akun Flickr Anda, bookmark, dan beragam event Anda ke depan serta tetap konek dan berbagi dengan jejaring pertemanan Anda. Berikut ini adalah ulasan dari Bon Julius Onggo seorang Googlepreneur.

Mengapa FriendFeed Perlu?

Jika Anda pengguna Twitter, lalu punya RSS feed, atau Google Reader, dan sebagainya, FriendFeed adalah tempat tunggal untuk mengagregasikan semua aktivitas media online Anda, melihat tempat, follow teman-teman Anda, juga memberikan komentar, dan memberi tahu apa yang Anda “like”, yang membentuk suatu percakapan lebih dari 140 karakter.

Selain itu, lewat FriendFeed, Anda bisa mengakses sources informasi, mendiskusikan berbagai item dengan teman-teman. Bayangkan teman Anda meng-update blog, mem-posting foto ke Flickr, memilih favourites dari YouTube, mengirim notes ke Twitter.

Nah, FriendFeed menggabungkan semua itu lewat satu platform, sehingga Anda tidak perlu keluar-masuk dan pindah dari satu media ke media lain.

Fitur real-time search adalah alasan lain yang membuat Anda, apa pun jabatan dan kapasitas Anda, perlu menggunakan FriendFeed. Real-time search akan sangat berguna pada saat Anda melakukan pencarian. Hasilnya akan ditampilkan langsung di kotak vertikal dengan hasil pencarian berita dari atas ke bawah. Dan karena disajikan sangat real-time, maka Anda pun akan kewalahan untuk membacanya satu per satu. Anda cukup membaca header-nya dan deskripsi berita dalam bentuk awal paragraf.

Misalnya, kalau Anda mengetikkan “pemilu Indonesia”, maka muncul berbagai liputan berita dan informasi sehubungan pelaksanaan pemilu kemarin di Indonesia. Memang hasil news feed-nya tidak cepat bergerak dibandingkan Anda mengetikkan frase “Michael Jackson”. Berita apa pun mengenai Michael Jackson terus bergulir secara cepat dan real-time, walaupun sang raja pop telah tiada beberapa waktu yang lalu.

Hasil dari real-time search dapat Anda saved. Menariknya, hasil pencarian lewat FriendFeed akan melengkapi hasil pencarian di Google. Hasil pencarian lewat FriendFeed akan mengedepankan forum-forum dan media sosial sebaliknya daripada situs web. Selain FriendFeed, tidak sedikit situs pencari real-time jenis ini. Twitter salah satunya. Bahkan, ada desas-desus, real-time search ini membuat takut si Google.

Jelaslah, dilihat dari perspektif bisnis, FriendFeed akan sangat bagus untuk mengonsolidasi semua kategori public service di satu platform, seperti: semua media blogging, media foto, media sosial video, media bookmarking, media status, media sosial buku, media sosial musik, media sosial berita, media sosial debat, dan berbagai jenis media sosial lainnya.

Kemampuan Konsolidasi

Inilah yang juga disukai pengguna. FriendFeed lebih dari situs pencari. Juga komunitas. Ya, komunitas untuk segala komunitas. Percakapan dapat terus bergulir di dalam antarmuka FriendFeed sendiri.

Pengguna ke FriendFeed seperti halnya mereka mau ke Facebook. Itulah sebabnya fitur pencarian dari FriendFeed sangat menonjol dibandingkan situs pencari jenis real-time lainnya. Kebanyakan dari kita menggunakan Google untuk mencari. Namun, untuk mencari percakapan/berita/gosip apa yang sedang bergulir “real-time”, mereka menggunakan FriendFeed.

Popularitas FriendFeed akan terus menanjak dan akan terus menjadi lebih sosial mengingat fitur konsolidasinya untuk berbagai stream media sosial. Oleh karena itu, makin orang menggunakan FriendFeed, maka makin mereka menyadari bahwa secara real-time mereka bisa mencari seluruh konten percakapan yang tersebar di Twitter, Facebook, YouTube, dan lain-lain.

Jadi, bagaimana? Sayang sekali kalau Anda sudah punya banyak akun dan posting dalam media stream seperti ini, tetapi belum punya akun FriendFeed, maka bisnis Anda tidak akan tampil di pencarian real-time. Hal itu mengingat pencarian real-time akan secara psikologis lebih dipercayai dan memiliki kredibilitas dibandingkan pencarian publik biasa seperti Yahoo! atau Google.

Itulah yang ditakutkan oleh ketiga situs pencari utama, termasuk MSN. Dan pasti, kalau model real-time search engines ini tidak diintegrasikan oleh Google, maka penggunanya akan merosot. Hal ini pasti terjadi, tetapi kita belum tahu kapan itu terjadi, cepat atau lambat. Co-founder Google, Larry Page, juga di depan umum pernah mengakui perlunya fitur real-time search dimasukkan ke dalamnya.

Marissa Mayer, vice president dari divisi search product dan user experience—dalam wawancara yang direkam di harian Guardian, Inggris, di edisi 8 Juli 2009—juga menyinggung pentingnya fitur pencarian berbasis real-time. Marissa yakin bahwa real-time searching akan mengubah cara kita bernavigasi di dunia maya.

Namun, bagaimanapun juga, FriendFeed lebih menonjol di jagat pencarian belantara informasi secara real-time bukan hanya sekadar apa yang sedang diobrolkan orang di Twitter. Jadi, kapan lagi gunakan perangkat komunikasi terintegrasi ini untuk manajemen reputasi online? .

Leave a Reply

Switch to our mobile site