Ikuti Lomba sebagai Ajang Promo Termurah
Bagi wirasausahawan penting untuk menarik perhatian publik. Mendapatkan perhatian publik maka potensi pasar akan makin terbuka lebar. Perusahaan-perusahaan besar mudah mendapat perhatian publik karena menggunakan ajang promo melalui media dengan biaya yang tentu saja tidak murah. Bagi perusahaan kecil tentu bukan solusi yang baik untuk mengeluarkan dana besar hanya untuk meningkatkan perhatian publik. Lantas apa yang perlu dilakukan wirausahawan untuk membetot perhatian publik tanpa perlu keluar biaya besar ? bahkan bisa mendatangkan hadiah ? yaitu mengikuti ajang perlombaan wirausaha.
Ikuti ajang perlombaan yang relevan dengan produk anda. Apakah itu untuk perlombaan produk ataupun jasa sering di diselenggarakan berbagai pihak ketiga entah itu institusi pemerintah, media, swasta nasional atau bahkan lembaga internasional.
Dengan mengikuti ajang perlombaan wirausahawan akan mendapat banyak keuntungan, produk/jasa anda akan terekspos, banyak media yang akan meliput usaha anda demikian juga dengan pengunjung acara tersebut. Menjadi nominasi lomba saja sudah meningkatkan perhatian publik pada usaha/jasa anda apalagi jika anda memenangkan kompetisi tersebut.
Pada beberapa ajang perlombaan bahkan menyediakan hadiah yang akan sangat berguna bagi kelangsungan usaha jasa/produk anda seperti misalnya konsultasi bisnis, display atau kesempatan bertemu dengan partner bisnis kedepan.
Penyelenggara lomba seringkali adalah lembaga yang mempunyai fungsi untuk mendorong tumbuhnya ekonomi mikro atau institusi yang berkepentingan dengan sektor riil. Dengan mengikuti perlombaan wirausahawan juga akan menarik perhatian lembaga pemerintah untuk memberikan program binaan berkelanjutan.
Mengikuti perlombaan dan menjadi pemenang juga akan menjadi ajang pembuktian inovasi bagi wirausahawan, seberapa inovatif produk/jasa anda mampu menjawab tantangan penjurian dari ajang perlombaan tersebut. hal ini akan sangat menarik calon konsumen, investor ataupun partner bisnia anda karena artinya produk/jasa anda telah mampu melewati pembuktian bersama dengan produk/jasa lainnya.
Beberapa wirausahawan menikmati hasil yang menggembirakan setelah mengikuti perlombaan. Bahkan beberapa wirausahawan yang sebelumnya hanya dalam skala kecil kini telah tumbuh menjadi usaha menengah setelah menjadi pemenang dari ajang perlombaan.
Seperti yang dialami oleh dua pengusaha berikut ini :
Kiki Sutarki pebisnis Ikan Koi
Kiki Sutarki telah memelihara koi sejak tahun 1990. Lelaki kelahiran 12 April 1963 ini banyak mengikuti kontes koi di berbagai tempat. Walhasil, namanya kian melambung di dunia koi karena ikan miliknya seringkali menjadi jawara.
Lambat laun, Kiki mulai mencoba menggeluti bisnis koi. Akhirnya, ia menemukan jalan lebar untuk menggeluti bisnis baru yang sesuai hobinya. Malah, ia pun bertekad untuk lebih serius dalam menggarap bisnis ikan asal negeri sakura ini. “Setelah terbayang langkah ke depannya, saya bertekad untuk serius menggarapnya,” jelas Kiki.
Di tahun 2000, Kiki membuka dealer koi yang bernama Samurai Koi. Ikan-ikannya ia langsung bawa dari Jepang. Malah, di Jepang ia pun menjalin banyak relasi dengan para petani dan dealer koi ternama. Hasilnya, ikan-ikan milik Samurai koi memiliki kualitas yang mumpuni.
Satu ekor ikan koi miliknya, minimal dijual seharga 750 ribu rupiah. Tentu saja, dengan harga itu kita bisa mendapatkan ikan koi cantik dengan kualitas bagus. Pasalnya, Kiki juga sangat menjaga kualitas ikan yang dijualnya. Karena, koi dianggapnya bukan sebagai ikan biasa, melainkan sebuah seni yang harus memiliki nilai tinggi.
Melalui ajang perlombaan Ikan Koi Nama Kiki Sutarki sudah melewati pembuktian bahwa dirinya telah sukses menemukan metode tepat untuk perawatan dan pemeliharaan ikan Koi. Kini bisnisnya kian melesat dengan Koi-koi juara miliknya.
Ridwan Kamil
Keberhasilan Ridwan Kamil seiring dengan penghargaan menjuarai 20 sayembara, baik bersama Urbane maupun secara pribadi. Diantaranya pada tahun 2009 dan 2008 Urbane mendapat penghargaan BCI Asia Top 10 Awards untuk kategori rancangan bangunan bisnis. Selain itu Emil juga menjadi juara dalam merancang Museum Tsunami di Aceh dan memenangkan Young Creative Entrepreneur Award pada tahun 2006 dari British Council.
Bersama Urbane (Urban Evolution) sebagai jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain yang dia dirikan pada tahun 2004, Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil banyak menghasilkan karya arsitektur di berbagai negara seperti di Singapura, Thailand, Bahrain, Cina, Vietnam, Uni Emirat Arab dan tentu saja di Indonesia. Umumnya proyek ini berupa pengembangan kawasan perkotaan seluas 10-1000 ha atau disebut sebagai mega proyek.
Beberapa contoh proyek yang ditangani Emil diantaranya seperti Marina Bay Waterfront Master di Singapura, Sukhotai Urban Resort Master Plan di Bangkok, Ras Al Kaimah Waterfront Master di Qatar, juga District 1 Saigon South Residential Master Plan di Saigon. Sementara di Cina ada Shao Xing Waterfront Masterplan, Beijing CBD Master Plan, dan Guangzhou Science City Master Plan.
Dua sosok diatas dapat memperjelas bahwa ajang perlombaan membawa dampak yang sangat berguna bagi wirausahawan. Ekspos media, perhatian kalayak dan kesempatan untuk bertemu calon-calon investor atau partner bisnis ada di depan mata.

Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed