Tas Ekspor dari Limbah Plastik
Kita semua tahu bahwa sampah plastik adalah jenis sampah yang paling sulit diuraikan oleh tanah. Jika Anda membuang sampah plastik hari ini, hingga 80 tahun mendatang pun sampah jenis ini pun belum bisa teruraikan. Padahal, hampir semua produk kebutuhan rumah tangga menggunakan pembungkus plastik.
Untuk mencegah penumpukan sampah plastik, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkannya kembali. Sampah plastik bisa diolah menjadi barang-barang bermanfaat, seperti Bags Plastics, Tas Plastik, & Tas Spunbond. Hasilnya tak kalah cantik dengan tas-tas berbahan kain.
Dengan membuat tas berbahan kemasan plastik ini, Anda pun sudah turut berpartisipasi menyelamatkan lingkungan dari ancaman sampah plastik, seperti yang telah dilakukan Ibu Kasmi. Dari limbah bekas bungkusan itu, wanita sederhana itu bisa menembus pasar ekspor hingga Amerika, Dubai (Uni Emirat Arab), Australia dan Singapura. Nilai ekspornya pun nggak main-main.
Omzet penjualan perbulan dari ekspor tas berbahan bungkusan bekas itu ke Singapura dan Dubai saja mencapai sekitar Rp 30 jutaan perbulan. Di dalam negeri, tas-tasnya ‘mejeng’ di etalase-etalase bergengsi antara lain Hero Supermarket, etalase kerajinan tangan di Hotel Kristal Jakarta, serta 15 toko-toko dan supermarket terkemuka lainnya di Jakarta dan sekitarnya.
Memberdayakan Masyarakat
Yang menarik, usaha kerajinan tas berbahan limbah yang dikelola Ibu Kasmi tidak semata-mata berorientasi bisnis. Itu terbukti dari kalangan karyawan yang dipekerjakan, semuanya adalah siswa-siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Ada yang tuna rungu, ada pula yang tuna wicara, sebagian lainnya adalah karyawan dari kalangan ibu-ibu rumah tangga kurang mampu yang tinggal di sekitar rumahnya.
Entah sudah berapa kali, Ibu Kasmi dihubungi oleh perusahaan-perusahaan produsen bubuk kopi, pasta gigi dan minyak goreng yang menawarinya kerjasama, namun ditolaknya. Wanita gigih ini ditawari pasokan bungkus-bungkus produk-produk mereka yang benar-benar masih baru dan jelas-jelas kondisinya bersih, tapi semua itu tak membuatnya tergoda.
Bahan Murah Meriah Jadi Barang Mahal
Tas plastic karya Ibu Kasmi dijual dengan harga bervariasi, sesuai ukuran. Untuk tas berukuran M misalnya, dibanderol dengan harga Rp 75 ribu. Sementara yang ukuran S dijualnya seharga Rp 55 ribu. Adapun yang ukuran L diekspornya seharga Rp 85 ribu.
Tentu harga tas-tas itu lebih miring untuk pasaran dalam negeri. Produk yang sama dijualnya seharga Rp 20 ribu (ukuran S), Rp 40 ribu (M) dan Rp 50 ribu (L). Tentu tas-tas mungil itu cukup mendatangkan keuntungan menarik bila ditilik dari biaya produksinya yang murah meriah. Coba bayangkan! Ibu Kasmi membeli bahan baku dari pemulung seharga Rp 5 ribu untuk perkilogram bekas bungkus kopi.
Mungkin Anda tertarik menggeluti bisnis tas plastic seperti Ibu Kasmi. Kita bisa coba dulu dengan membuat Bags Plastics, Tas Plastik, Tas Spunbond & Spunbond Bagsyang ukurannya mungil.
Alat dan bahan:
- 4 kemasan plastik 450 ml dengan corak dan warna yang senada (2 buah untuk sisi depan dan belakang, 2 buah lagi untuk sisi kiri dan kanan).50cm bisban dengan ukuran lebar 3cm untuk tali tas.
- 1m bisban dengan ukuran lebar 2cm.
- 4cm perekat
- 30cm renda katun sebagai pemanis.
- Jarum (ukuran 16) dan benang jahit berwarna senada.
Cara membuat:
- Bersihkan kemasan plastik dari segala noda dan kotoran. Untuk membersihkannya Anda bisa menggunakan kertas tisu. Jika noda sulit dibersihkan, Anda bisa merendam plastik di dalam air hangat. Jangan menggunakan air yang terlalu panas, karena akan merusak tekstur plastik.
- Gunting dua buah kemasan dengan ukuran yang diinginkan. Usahakan potongan kedua kemasan plastik memiliki ukuran yang sama.
- Gunting dua kemasan lain (untuk sisi kiri dan kanan) menjadi dua bagian lebarnya (7cm). Jahit bisban pada sisi lebar masing-masing kemasan yang sudah dipotong.
- Pasang dan jahit perekat, dengan menggunakan mesin jahit, pada bagian dalam masing sisi depan dan belakang.
- Pasang dan jahit bisban lebar 3cm pada bagian permukaan plastik (sisi depan dan belakang), sebagai tali tas.
- Kemudian pasang dan jahit renda katun sekaligus bisban pada sisi atas lembar kemasan plastik. Lakukan langkah ini pada kemasan plastik untuk sisi depan dan belakang.
- Sambungkan kedua kemasan plastik yang sudah dipotong berukuran 7cm (untuk sisi kiri dan kanan tas). Sehingga membentuk lembaran panjang.
- Hubungkan dan sambung dengan jahitan mesin, bagian tadi (no.7) dengan lembaran plastik untuk sisi depan dan belakang.
- Lalu pasang bisban pada seluruh tepinya. Jadilah sebuah tas mungil nan cantik, berbahan kemasan plastik. Cara yang sama juga bisa Anda lakukan untuk tas yang berukuran lebih besar, lho. Tinggal ganti ukurannya saja. Selamat berkreasi dan menambah Koleksi Tas & Bags Collection di rumah anda.
Nah, bagaimana dengan hasilnya? Jika hasilnya sudah cukup cantik Anda bisa memproduksinya dalam jumlah besar. Kalau belum yakin teruslah berlatih atau langsung mendatangi Ibu Kamsi yang bertempat tinggal di Jl. SD INpres No. 79 Pisangan Barat Ciputat, telepon: (021) 7496784. Semoga bermanfaat.


Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed
Wahh,, mantabs,, kita juga di bandung sedang berusaha mengejar pasar ekspor untuk kerudung / jilbab (hijab) mohon doanya y
saya juga mengeluti bisnis tas daur ulang tapi kesulitan memasarkannya. apakah kita bisa bekerjasama?
alamatnya dmn? bs tau nmr tlp yg bs dihubungi?
sy ada bahan potongan limbah tisu spunbond (bahan seperti masker mulut utk dokter), ukuran lebar 10-30cm dan panjang sekitar 1meter. utk bahan utama atau daleman.
contoh gambar:
* http://bit.ly/pdLETn
* http://bit.ly/oMHAH7
* http://bit.ly/nYQGWh
* http://bit.ly/nvypnT
* http://bit.ly/nSanJC
* http://bit.ly/reiCi5
sy sanggup suplai jumlah banyak secara rutin, harganya per kg jd lebih terjangkau utk usaha seperti ini. posisi sy di tangerang.
bagi yg berminat info lebih lanjut mhn kirim nmr hp dan alamat lengkap ke email sy: nick_male_bdg@yahoo.co.id