Diskon Sudah Biasa, Perlu Pemikat Istimewa
Hari besar seperti lebaran selalu menjadi sarana pas bagi banyak perusahaan untuk menggelar diskon. Begitu juga tahun ini. Namun, kalau semua toko memberi embel-embel potongan harga sampai 70%, program promosi yang berfungsi meraup untung sebanyak-banyaknya ini, malah justru bisa berubah menjadi program diskon yang terkesan biasa-biasa saja.
Menyiasati potensi efek bumerang itu, para peritel tak cuma menawarkan program diskon langsung, tapi juga mengemas dengan program unik dan mengusung tema tertentu. Ujungnya tetap sama, yakni diskon harga demi menarik pembeli.
Seperti yang pernah dilakukan PT Tozy Sentosa. Pengelola Centro Department Store ini punya program potongan yang unik bernama tukar voucher (exchange voucher). Jadi, kalau ada konsumen yang membawa barang-barang bekas pakai semacam celana jins, produk kosmetik seperti lipstik atau maskara, ikat pinggang, sepatu atau tas dengan merek apa pun, bisa langsung membawa ke seluruh cabang Centro.
Sebagai imbalan, Centro akan memberi voucher Rp 50.000-Rp 70.000, tergantung dari jenis barang yang ditukar. Lembaran voucher inilah yang menjadi lisensi konsumen untuk mendapat potongan harga kalau membeli produk yang sudah ia bawa.
Sedangkan Debenhams Department Store sudah pernah menggelar acara midnight sale. Peritel yang berada di bawah naungan PT Mitra Adi Perkasa Tbk ini menggelar program cross brand atau pilih-pilih merek.
Program ini mirip dengan program exchange voucher ala Centro. Ketika kita membawa produk bekas, misalkan sepatu bekas, kita akan diberikan voucher potongan harga sebesar Rp 100.000. Lembar potongan ini menjadi bekal diskon pembelian produk promosi cross brand yang berada di satu keranjang khusus. “Apakah mau mengambil tas anyar atau sepatu baru dari merek berbeda, silakan,” ujar Jeffry Santoso, Kepala Bagian Pemasaran Debenhams Department Store.
Selain program promo seperti tadi, peritel asal Inggris ini juga sedang menggelar promo diskon buy 2 get 1 dan program diskon harga sampai 70%. Beragam agenda itu tak lain tujuannya untuk menggaet pembeli.
Cuci Gudang
PT Sepatu Bata Tbk memanafaatkan momen tahun ajaran baru untuk menghabiskan stok sepatu lama, perusahaan sepatu ini sudah menggelar promo Bursa Obral Bata sejak bulan lalu. Setiap konsumen membeli produk bata senilai Rp 100.000, langsung mendapatkan dua pasang sepatu sekolah.
Program serentak di 500 cabang toko sepatu Bata di Indonesia membawa berkah. Ambil contoh di toko Sepatu Bata cabang Mal Taman Anggrek. Menurut Hendra Handoyo, Manajer toko Bata Taman Anggrek, toko sepatu ini sudah menjual 100 pasang sepatu selama dua minggu saja.
Menurut Handito Joewono, pengamat pemasaran dari Arrbey, pemberian diskon biasanya selalu terkait dengan musim penjualan dan stok barang. Produk ritel pakaian umumnya dua kali setahun, yaitu pertengahan tahun dan akhir tahun.
Manfaatkan Moment
Peritel biasanya menggelar tema tertentu seperti saat Idul Fitri, tahun ajaran baru, Imlek, atau Valentine. Wujudnya tidak selalu dengan potongan harga, tapi bisa lucky dip (hadiah kejutan), voucher, dan lain sebagainya.
Diskon memang efektif mempengaruhi konsumen untuk menghampiri barang dagangan. Ujungnya bisa menaikkan omzet penjualan si pengusaha. Yang lebih penting dari program ini, diskon harus sesuai tujuan perusahaan. “Jangan sekadar menggelar program berperang harga,” kata Handito.
Pemotongan harga seharusnya didasari banyak pertimbangan, seperti margin keuntungan, ketersediaan stok, usia barang, produk baru, atau tema promosi pada saat tertentu, seperti Idul Fitri. Produsen harus berhitung cermat tentang besaran angka potongan harga itu.
Promosi sebuah produk yang sudah berjalan tapi ingin dipacu lagi penjualannya, bisa diberi potongan harga atau bonus tertentu. Sementara produk yang sudah memasuki akhir masa penjualan, sudah ketinggalan mode, serta ukuran dan modelnya sudah tak lengkap, bisa dijual dengan diskon besar. Apalagi kalau sudah akan masuk produk penggantinya, stok harus segera dihabiskan.


Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed