Mengejar Bagian Kecil, Hilang Bagian Besar


Eldrick Tont Woods lahir 30 Desember 1975. Panggilan kesayangannya Tiger Woods. Penghasilannya dari memukul bola golf dan menjadi bintang iklan melebihi US$ 1,1 miliar setahun. Kecuali di kejuaran Afrika, semua gelar juara dunia bergengsi pernah dia raih. Juara 71 event PGA Tour, 38 European Tour, 2 Japan Tour, Australasia PGA Tour pernah dia raih sekaligus.

Pendek kata dia pemain golf paling hebat di dunia, terkenal dan kaya raya. Majalah Forbes menempatkan Woods di posisi tiga teratas daftar selebritis paling kaya di jagat ini.

Sayang, Woods “jatuh” di luar lapangan golf. Dia jatuh bukan karena kompetitornya lebih hebat. Woods terpuruk karena ulah pribadinya.

Ketika kekayaan, keluarga yang harmonis, ketenaran dan kesejahteraan menjadi bagian besar hidup sehari-hari, maka bisa jadi bagian besar itu cenderung menjadi hal biasa, makin lama makin tak berarti. Sebaliknya, bagian kecil terasa lebih indah, lebih nikmat, dan menarik untuk dikejar.

Jika Anda sudah biasa menyantap makanan di rumah makan mewah, memakai piring porselen, sendok garpu mahal buatan Italia, maka kenikmatannya bisa kalah dibandingkan makan lesehan di saung tanpa penyejuk udara. Padahal, Anda hanya makan nasi sambal ikan asin di atas daun. Makannya pun memakai tangan, tanpa sendok.

Sebaliknya orang yang tiap hari makan nasi sambal krupuk, bermimpi-mimpi makan steak di atas piring porselen.

Menganggap hal-hal ‘kecil’ sebagai hal indah, jamak terjadi ketika orang sudah memiliki atau mencapai hal-hal ‘besar’ dalam hidupnya. Hal ini bahkan terjadi di hampir semua aspek hidup.

Pemegang saham yang sudah menikmati pertumbuhan deviden cukup besar dari bisnis intinya, belum tentu tidak melirik bisnis lain yang jangan-jangan lebih kecil dari bisnis utamanya.

Karyawan mengeluh, tak puas dengan fasilitas dan suasana kerja di perusahaan. Padahal barangkali perusahaan sudah banyak memberi hidup bagi keluarganya; memampukannya membesarkan anak, dan memberi kesejahteraan bagi keluarganya selama bertahun-tahun.

Semua orang berpikir besar. Ingin mendapat bagian besar, menerima pendapatan banyak. Anda pimpinan, Anda pemegang saham, Anda karyawan, Anda wakil rakyat, Anda wirausahawan, Anda punya profesi apa pun, mungkin Anda sudah memiliki bagian besar yang luar biasa patut disyukuri. Sebab, semua itu mungkin tidak dimiliki orang lain.

Sekadar mengingatkan, jangan-jangan apa yang menarik hari ini dan kita kejar-kejar dengan susah payah, sebenarnya hanya bagian kecil dari hidup kita. Sialnya, gara-gara mengejar bagian kecil itu, bisa-bisa kita kehilangan bagian besar yang sudah kita miliki.

Mulailah mawas diri, menelaah kembali prioritas kita. Janganlah kita terlena dengan profesi atau bisnis kita yang semakin besar. Bisa jadi hal yang kita anggap sepele dan tidak berpengaruh bisa menjadi batu sandungan yang dapat meluluhlantakan usaha kita selama ini.



sumber: kontan

Leave a Reply

Switch to our mobile site