Omzet Bisnis Hiburan Turun 10% Selama Puasa


Usaha tempat hiburan dan permainan untuk keluarga di mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta dan daerah sekitarnya mengalami penurunan omzet sekitar 10%-20% selama bulan puasa.

Ketua Umum Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia Taufik A. Wumu mengatakan kondisi tersebut hampir merata di semua mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan kota lain di Tanah Air sehingga cukup merepotkan pengusaha.

“Kami memperkirakan penurunan pengunjung itu bersifat sementara karena banyak anak masih disibukkan dengan kegiatan di sekolahnya. Tetapi, setelah Lebaran nanti akan ramai kembali,” katanya  hari ini.

Dia menambahkan  penurunan omzet dengan sendirinya akan mengurangi pendapatan perusahaan yang sesungguhnya sudah mengalami tekanan akibat melonjaknya berbagai kompenen biaya operasional yang dipicu kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Padahal, lanjutnya, sampai sekarang ini pihak pengelola mal dan pusat perbelanjaan belum menetapkan kenaikan biaya terkait dengan energi listrik tersebut yang akan diberlakukan kepada seluruh penyewa, termasuk tempat hiburan dan permainan keluarga.

Taufik mengatakan pembayaran tarif listrik bagi usaha tempat hiburan dan permainan untuk keluarga merupakan kompenen terbesar dalam biaya operasional rutinnya, disamping tarif sewa mesin permainan, sewa tempat dan jasa layanan (service charge), dan gaji karyawan.

Kini jumlah tempat hiburan dan permainan untuk keluarga model Tame Zone, Amazone dan Fun World itu di Jabodetabek, manurut dia, mencapai sebanyak 200 unit dan total secara nasional mencapai 600 unit berlokasi di pusat perbelanjaan dan mal.

“Adapun tarifnya sekarang untuk sekali bermain sebesar Rp1.200-Rp2.000 per sekali bermain,” ujarnya. Meski demikian pemilik bisnis hiburan akan menuai penen besar setelah lebaran.



Sumber: bisnis.com


Leave a Reply

Switch to our mobile site