<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia &#187; Berita Bisnis</title>
	<atom:link href="http://jpmi.or.id/category/berita-bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jpmi.or.id</link>
	<description>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:00:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>PRODUKSI KOPI: Jabar kejar pertumbuhan 10% per tahun</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/produksi-kopi-jabar-kejar-pertumbuhan-10-per-tahun/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/produksi-kopi-jabar-kejar-pertumbuhan-10-per-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 08:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24372</guid>
		<description><![CDATA[Empat lokasi pengembangan kopi arabika tersebut meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Garut. Nandang Jatnika, Kepala Seksi Tanaman Tahunan Dinas Perkebunan Jabar mengatakan, kopi yang ditanam di empat daerah itu memiliki karakteristik dan keunggulan dibandingkan dengan daerah lain di Jabar. “Mayoritas kopi di Jabar adalah robusta, namun di keempat daerah ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24373" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/produksi-kopi-jabar-kejar-pertumbuhan-10-per-tahun/kopi-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-24373" src="http://jpmi.or.id/files/2012/02/kopi.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Empat lokasi pengembangan kopi arabika tersebut meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Garut.</p>
<p>Nandang Jatnika, Kepala Seksi Tanaman Tahunan Dinas Perkebunan Jabar mengatakan, kopi yang ditanam di empat daerah itu memiliki karakteristik dan keunggulan dibandingkan dengan daerah lain di Jabar.</p>
<p> “Mayoritas kopi di Jabar adalah robusta, namun di keempat daerah ini kopi yang ditanam adalah arabika<br />
 yang memiliki nilai jual dan pasar yang lebih baik,” katanya kepada Bisnis, akhr pekan lalu.</p>
<p> Dia mengatakan total luas kebun kopi di provinsi itu sendiri seluas 29.548 hektare termasuk dengan kebun kopi swasta. Sedangkan keempat daerah unggulan tersebut memiliki luas kebun 16.411 ha  dengan produktivitas terus diperbaiki.</p>
<p> Produktivitas tanaman kopi di daerah tersebut, ujarnya, akan ditingkatkan untuk memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat 1.300 kg per ha.</p>
<p> Selama ini, baru Kabupaten Bandung Barat yang dapat melampaui target nasional itu, yaitu 1.350 kg per ha. Sementara produktivitas kopi di Kabupaten Bandung sebesar 1.279 kg per ha, Sumedang 548 kg per ha, dan Garut 800 kg per ha.</p>
<p> “Rata-rata produktivitas kopi di Jabar masih rendah 886 kg per ha. Karena itu, kami terus menggenjotnya minimal ada kenaikan 10% per tahun,” paparnya.</p>
<p> Nandang mengatakan keempat wilayah itu berpotensi menghasilkan kopi sebanyak 7.576 ton per tahunnya.</p>
<p> Untuk mendukung hal tersebut, Disbun Jabar tengah menerapkan baku teknis budidaya kopi a.l pemangkasan, pemeliharaan, pemupukan, dan perlindungan.</p>
<p> Nandang mengatakan Jawa Barat juga segera mematenkan merek kopi Preanger untuk memperoleh sertifikasi indikasi geografis agar daya saing komoditas itu meningkat.</p>
<p> Dia mengemukakan kopi Jabar sudah tertinggal dari produk serupa daerah lain, seperti Kopi Arabika Kintamani, Kopi Jawa, Kopi Toraja, yang sudah mendapat sertifikasi indikasi geografis.</p>
<p> “Kami ingin agar kopi Jabar sejajar dengan kopi daerah lain yang sudah mendapat IG. Tinggal Jawa Barat yang belum punya sertifikasi,” katanya.</p>
<p> Berdasarkan UU No 15 tahun 2001 tentang merek, Indikasi Geografis merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah  asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut,memberikan ciri dan kualitas tertentu terhadap barang yang dihasilkan.</p>
<p> Dia memaparkan indikasi geografis ini penting untuk melindungi produk, mutu dari produk, dan nilai tambah dari produk tersebut.</p>
<p> Langkah Pemprov Jabar menyertifikasi Kopi Preanger mendapat respons positif dari kalangan pengusaha komoditas tersebut.</p>
<p> Ketua DPD Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jabar Definitif, Didiet Arry Suparno, mengatakan dengan adanya sertifikasi itu maka akan memperkuat pasar ekspor dan domestik kopi Jabar.</p>
<p> “Hampir semua daerah penghasil kopi di Indonesia ini sudah memiliki sertifikasi, tinggal Jabar saja yang belum. Ini kan bagus untuk daya saing produk kita, terutama untuk pasar ekspor,” ujarnya.</p>
<p> Dia mengatakan selama ini ekspor komoditas kopi Jabar harus melalui jalur Medan. Sekitar 30-40% ekspor kopi dari Medan atau sekitar 200 tonnya merupakan kopi asal Jabar.</p>
<p> “Saat ini ekpor kopi dari Jabar masih menggunakan jalur Medan. Ini karena, kopi Jabar belum punya sertifikasi sendiri,” katanya.</p>
<p> AEKI Jabar berharap pemerintah juga serius menangani produktivitas kopi di provinsi itu. Karena, sampai saat ini produktivitasnya masih di bawah target nasional.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.bisnis.com/articles/produksi-kopi-jabar-kejar-pertumbuhan-10-percent-per-tahun" target="_blank">bisnis.com</a></p>
<p>Sumber gambar :bisnis.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/produksi-kopi-jabar-kejar-pertumbuhan-10-per-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korsel Tertarik Investasi Sampah di Bali</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/korsel-tertarik-investasi-sampah-di-bali/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/korsel-tertarik-investasi-sampah-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23971</guid>
		<description><![CDATA[Investor asal Korea Selatan (Korsel) tertarik menanamkan modal di Bali untuk sektor persampahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali, Ketut Teneng. Menurut Teneng, investor asal Korsel itu sudah menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan investasinya. Hanya saja, Pemerintah Provinsi Bali belum bisa memberi jawaban lantaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23972" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/korsel-tertarik-investasi-sampah-di-bali/tpa-suwung-denpasar/"><img class="alignleft size-full wp-image-23972" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/TPA-Suwung-Denpasar.jpg" alt="" width="300" height="229" /></a>Investor asal Korea Selatan (Korsel) tertarik menanamkan modal di Bali untuk sektor persampahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali, Ketut Teneng. Menurut Teneng, investor asal Korsel itu sudah menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan investasinya. Hanya saja, Pemerintah Provinsi Bali belum bisa memberi jawaban lantaran TPA Suwung masih dikelola oleh PT HOEI.</p>
<p>“Investor asal Korsel tertarik menanamkan investasinya di TPA Suwung. Tapi pengelolaan TPA Suwung hingga saat ini masih dipegang oleh PT Navigat Organik Energi Indonesia (NOEI) untuk 20 tahun sejak 2004 silam. TPA Suwung pernah digelontor Rp 63 miliar oleh Kementerian pekerjaan Umum untuk menangani luberan air dari sampah,” kata Teneng, 25 Januari 2012.</p>
<p>Hanya saja, sambung Teneng, hingga saat ini PT NOEI belum mampu memenuhi kontrak sesuai perjanjian dengan Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. Ini menyebabkan kontrak PT NOEI pun akan ditinjau kembali, dan mencari investor baru.</p>
<p>“Awalnya mereka (PT NOEI) memastikan dapat memenuhi 10 megawatt listrik dan kompos. Tapi saat ini hanya baru bisa dihasilkan 0,7 megawatt saja. Jadi ada yang belum ditangani maksimal oleh PT NOEI. Ada yang tidak dilaksanakan secara optimal,” ucap dia.</p>
<p>Pemprov Bali, kata Teneng, sedang melakukan kajian hukum jika nantinya kontrak PT NOEI diputus. “Sebab boleh dibilang semacam wanprestasi yang dilakukan oleh PT NOEI,” kata Teneng. Lantaran itu, Pemprov Bali juga sudah memikirkan pengganti PT NOEI jika suatu saat kontrak mereka benar-benar diputus. Salah satunya, sambung dia, adalah investor asal Korsel yang sudah tertarik itu.</p>
<p>Investor asal Korsel itu, jelas Teneng, sudah menyampaikan keinginannya dan berjanji dapat melakukan pemenuhan kebutuhan 10 megawatt listrik dan pupuk kompos. “Bahkan mereka siap membuat batako, energi listrik dari gas, briket dan lain sebagainya. Nah, ini masih dipelajari oleh Biro Hukum kita (Pemprov Bali),” ungkapnya.</p>
<p>Dalam kerangka itu, PT NOEI juga akan dipanggil untuk didengar soal keluhannya selama ini, terkait tak terpenuhinya kontrak yang telah disepakati. “Itu Kabupaten Badung yang akan memanggil mereka,” ujar Teneng.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita: <a href="http://ciputraentrepreneurship.com/berita/ragam-berita/4-financial/14626-korsel-tertarik-investasi-sampah-di-bali.html">ciputraentrepreneurship.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: kejari-denpasar.go.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/korsel-tertarik-investasi-sampah-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Desa di Blitar SMP Miftahul Huda Siap Cetak Entrepreneur</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/dari-desa-di-blitar-smp-miftahul-huda-siap-cetak-entrepreneur/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/dari-desa-di-blitar-smp-miftahul-huda-siap-cetak-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 03:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24366</guid>
		<description><![CDATA[Warga Kabupaten Blitar pantas bangga. Sebuah sekolah yang mengedepankan entrepreneur telah diresmikan Menteri Pendidikan M Nuh. Nantinya diharapkan lulusan sekolah tersebut akan mampu bersaing dan menciptakan lapangan pekerjaan. Sekolah entrepreneur itu adalah SMP Miftahul Huda. Lokasinya di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro. Sekolah yang dikelola oleh Yayasan Miftahul Huda itu menekankan pada pendidikan dan praktek kewirausahaan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24367" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/dari-desa-di-blitar-smp-miftahul-huda-siap-cetak-entrepreneur/blitar/"><img class="alignleft size-full wp-image-24367" src="http://jpmi.or.id/files/2012/02/Blitar.jpg" alt="" width="285" height="214" /></a>Warga Kabupaten Blitar pantas bangga. Sebuah sekolah yang mengedepankan entrepreneur telah diresmikan Menteri Pendidikan M Nuh. Nantinya diharapkan lulusan sekolah tersebut akan mampu bersaing dan menciptakan lapangan pekerjaan.</p>
<p>Sekolah <em>entrepreneur</em> itu adalah SMP Miftahul Huda. Lokasinya di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro. Sekolah yang dikelola oleh Yayasan Miftahul Huda itu menekankan pada pendidikan dan praktek kewirausahaan. Bidang pendidikan yang ditekankan semata-mata mengambil potensi Desa Gogodeso, seperti pertanian, peternakan dan UKM.</p>
<p> &#8220;Desa ini sudah mempunyai UKM terkenal hingga level nasional, yaitu usaha roti Kalimasada. Usaha yang dirintis dari desa ini nantinya akan menjadi inspirasi bagi anak didik,&#8221; kata Ketua Yayasan Miftahul Huda, Arif Afandi, Minggu (5/2/2012).</p>
<p> Mantan walikota Surabaya yang kini juga menjabat Presider Direktur PT Wira Jatim Group ini menyakini anak didik yang sudah dibekali kewirausahaan nantinya mampu mandiri dan mengembangkan dunia usaha di desanya. </p>
<p> Dan nantinya, secara langsung kata Arif Afandi, potensi maupun perekonomian yang ada di pedesaan akan ikut terdongkrak.</p>
<p> &#8220;Saya optimis, jika sejak SMP sudah ditekankan pengajaran kewirausahaan maka akan lahir enterpreneur baru yang kreatif mengoptimalkan potensi daerahnya. InsyaAllah bisa,&#8221; kata Arif Afandi yang mendampingi M Nuh meresmikan lembaga pendidikan yang dikelolanya.</p>
<p> Untuk mendorong agar lebih berprestasi, kata Arif afandi, sekolah yang dikelolanya menggandeng lembaga pendidikan di surabaya, yaitu Yayasan Al Hikmah dengan mengadopsi sistem &#8216;fullday school&#8217;. </p>
<p> Sekolah tersebut kata Arif Afandi dikenal sebagai lembaga pendidikan yang telah berhasil menjadikan siswanya mandiri, dengan memberi dasar pendidikan Agama Islam yg kuat. Pendidikan di SMP Miftahul Huda mengintegrasikan kurikulum formal, keagamaan (diniyah) dan muatan lokal.</p>
<p> &#8220;Saya berharap dari Desa Gogodeso inilah akan mengispirasi lembaga-lembaga pendidikan lain di indonesia. Agar potensi kawasan dalam pengembangan pendidikan menjadi titik tekan, bukan menjadikan anak didik yang cerdas, tetapi tidak paham atas kemampuan yang dimiliki kawasan itu,&#8221; terang Arif Afandi.</p>
<p> Bangunan SMP tersebut berdiri di atas lahan seluas 4000 M2 yang berasal dari wakaf masyarakat. Sekolah ini juga mendapat bantuan dana blockgrant dari Kemendiknas sekitar Rp 1,35 M pada tahun 2011 lalu. </p>
<p> &#8216;Kami telah menambah 3 lokal bangunan untuk kelas dan pembangunan pagar keliling,&#8221; tambah Ketua Panitia Pembangunan Baharudin di lokasi. Sementara jumlah siswa angkatan pertama, sebanyak 60 orang siswa, 40 diantaranya lulusan dari Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://surabaya.detik.com/read/2012/02/05/191058/1834588/475/dari-desa-di-blitar-smp-miftahul-huda-siap-cetak-entrepreneur?y991102465" target="_blank">surabaya.detik.com</a></p>
<p>Sumber gambar : surabaya.detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/dari-desa-di-blitar-smp-miftahul-huda-siap-cetak-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tampil Casual Trendi dengan Tas Bingkai</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/tampil-casual-trendi-dengan-tas-bingkai/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/tampil-casual-trendi-dengan-tas-bingkai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 01:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha wanita]]></category>
		<category><![CDATA[retail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23964</guid>
		<description><![CDATA[Tas, menjadi bagian fesyen yang cukup penting. Tak hanya sekadar menjadi tempat menyimpan barang saja, namun juga menjadi salah satu item yang bisa mempengaruhi penampilan, bahkan identitas diri si pemakai. Kebutuhan tas sebagai identitas pribadi mencoba ditangkap oleh Listya Paramita lewat produknya yang dinamai Riham Bag. Perempuan yang akrab disapa Ira ini mencoba menawarkan framing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23966" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/tampil-casual-trendi-dengan-tas-bingkai/tas-bingkai-trendi-bandung-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-23966" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/tas-bingkai-trendi-bandung1.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Tas, menjadi bagian fesyen yang cukup penting. Tak hanya sekadar menjadi tempat menyimpan barang saja, namun juga menjadi salah satu item yang bisa mempengaruhi penampilan, bahkan identitas diri si pemakai.</p>
<p>Kebutuhan tas sebagai identitas pribadi mencoba ditangkap oleh Listya Paramita lewat produknya yang dinamai Riham Bag. Perempuan yang akrab disapa Ira ini mencoba menawarkan framing bag alias tas bingkai.</p>
<p>Framing bag ini sempat naik pamor beberapa tahun ke belakang. Ciri khas tas ini biasanya berbahan baku plastik transparan. Di tangan Ira, framing bag dibuat lebih kekinian. Dengan penampilan yang elegan dan mewah namun tetap dalam benang merah framing bag.</p>
<p>Pemakaian bahan baku pun tidak lagi memilih bahan utama plastik, melainkan kulit sintetis yang biasanya disebut kulit anti air atau waterproof. &#8220;Sebagai bahan baku saya pakai kain talang air yang biasa dipakai Hermes. Di dalamnya juga waterproof, jadi tidak akan tembus air,&#8221; ujar Ira.</p>
<p>Selain memilih bahan yang berkualitas. Tas besutan Ira juga mengadaptasi bentuk pot bunga. Pilihan warnanya pun cukup berani, seperti merah, hijau, shocking pink, ungu. Cocok dipadupadankan dengan pakaian yang kita kenakan, bisa dibuat agar matching, atau tabrak warna. Sederet tas-tas unik ini bisa dijumpai di Magnetic Island yang ada di Jalan Citarum Bandung.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita: <a href="http://bandung.detik.com/read/2012/01/27/080135/1826611/686/tampil-casual-trendi-dengan-tas-bingkai">bandung.detik.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: bandung.detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/tampil-casual-trendi-dengan-tas-bingkai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Pangestu Jualan Rendang dan Nasgor di Swiss</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/05/mari-pangestu-jualan-rendang-dan-nasgor-di-swiss/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/05/mari-pangestu-jualan-rendang-dan-nasgor-di-swiss/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 07:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24152</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Indonesia beserta rombongan beberapa pengusaha dan BUMN akan menghadiri acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada 25-29 Januari 2012. Untuk menarik perhatian peserta, Indonesia bakal menghadirkan makanan aslinya. Adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yang bakal menghadirkan rendang dan nasi goreng pada acara tersebut untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24153" href="http://jpmi.or.id/2012/02/05/mari-pangestu-jualan-rendang-dan-nasgor-di-swiss/mari-pangestu/"><img class="alignleft size-medium wp-image-24153" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/mari-pangestu-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a>Pemerintah Indonesia beserta rombongan beberapa pengusaha dan BUMN akan menghadiri acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada 25-29 Januari 2012. Untuk menarik perhatian peserta, Indonesia bakal menghadirkan makanan aslinya.</p>
<p>Adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yang bakal menghadirkan rendang dan nasi goreng pada acara tersebut untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mengundang investor untuk berinvestasi.</p>
<p> &#8220;Kita akan mengadakan malam Indonesia di acara tersebut bertema &#8216;coco night&#8217;. Kita akan mempromosikan budaya seperti makanan yang sudah diakui dunia yaitu rendang dan nasi goreng. Makanan kita jadi top hit pokoknya,&#8221; kata Mari di kantornya, Jakarta, Jumat (20/1/2012).</p>
<p> Di acara tersebut, lanjut Mari, Indonesia akan diwakili dirinya dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan beserta 12 anggota WEF dari BUMN dan swasta, seperti Garuda Indonesia, Bank Mandiri, dan juga Sinar Mas.</p>
<p> &#8220;Pesan-pesan utama yang akan disampaikan adalah soal kenaikan peringkat Indonesia baru-baru ini. Kita sudah merasakan atensi dunia yang meningkat terhadap Indonesia. Bahkan pertumbuhan ekonoi Indonesia ketiga tertinggi di dunia setelah RRT dan India,&#8221; jelas Mari.</p>
<p> Acara tersebut akan dihadiri oleh banyak tokoh-tokoh ekonomi dunia terkenal. Ajang ini akan dimanfaatkan untuk menarik investasi khususnya di sektor infrastruktur.</p>
<p> &#8220;Untuk menarik perhatian, kita akan menyuguhi makanan-makanan Indonesia dalam porsi-porsi kecil. Kuliner ini jadi industri ke-15 dari ekonomi kreatif. Di acara tersebut kita juga punya peran sebagai pembicara di beberapa panel di acara tersebut.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://finance.detik.com/read/2012/01/21/151306/1821863/68/mari-pangestu-jualan-rendang-dan-nasgor-di-swiss" target="_blank">finance.detik.com</a></p>
<p>Sumber gambar : beritasatu.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/05/mari-pangestu-jualan-rendang-dan-nasgor-di-swiss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pondok Pesantren Diminta Kembangkan Wirausaha</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/05/pondok-pesantren-diminta-kembangkan-wirausaha/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/05/pondok-pesantren-diminta-kembangkan-wirausaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 06:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23960</guid>
		<description><![CDATA[Wakil Presiden Boediono meminta pondok pesantren ikut mengembangkan kewirausahaan secara serius untuk memperkuat perekonomian rakyat dan usaha kecil dan menengah. Menurut dia, pondok pesantren mempunyai jaringan ekslusif antarsantri dan antarpondokpesantren yang bisa menjadi modal kuat dalam pengembangan kewirausahaan. “Pengalaman menunjukkan salah satu upaya perbaikan kesejahteraan yang paling efektif dan cepat adalah melalui jalur pengembangan kewirausahaan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23961" href="http://jpmi.or.id/2012/02/05/pondok-pesantren-diminta-kembangkan-wirausaha/santri-pesantren-diajarkan-wirausaha/"><img class="alignleft size-full wp-image-23961" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/santri-pesantren-diajarkan-wirausaha.jpg" alt="" width="300" height="243" /></a>Wakil Presiden Boediono<strong> </strong>meminta pondok pesantren ikut mengembangkan kewirausahaan secara serius untuk memperkuat perekonomian rakyat dan usaha kecil dan menengah. Menurut dia, pondok pesantren mempunyai jaringan ekslusif antarsantri dan antarpondokpesantren yang bisa menjadi modal kuat dalam pengembangan kewirausahaan.</p>
<p>“Pengalaman menunjukkan salah satu upaya perbaikan kesejahteraan yang paling efektif dan cepat adalah melalui jalur pengembangan kewirausahaan. Mendorong kewirausahaan berarti menciptakan kemandirian. Ini bisa dikembangkan di pondok pesantren,” ujarnya, saat membuka <em>Rembug Nasional Saudagar Nahdlatul Ulama</em>.</p>
<p>Pertemuan para saudagar NU itu digelar oleh Himpunan Pengusaha Nahdliyin (NU) untuk membahas pengembangan UKM di pondok pesantren dan kalangan nahdliyin. Wapres mengemukakan para ulama NU terdahulu sejak semula sudah menyadari mengenai pentingnya peran kaum saudagar dalam mendorong perbaikan kesejahteraan umat. Para ulama besar NU juga sudah mempunyai visi yang jauh ke depan  yaitu sebuah kaum membutuhkan kelompok wirausahawan yang tangguh agar dapat maju.</p>
<p>“Saya senang melihat semangat kewirausahaan ini digelorakan lagi di antara kaum Nahdliyin,” katanya. Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengatakan para santri akan lebih dihormati dan dihargai jika menjadi muslim yang kuat dan tangguh, tidak hanya menguasai masalah keagamaan tetapi juga menguasai masalah ekonomi.</p>
<p>Dia mengakui para nadhliyin atau pengikut NU sudah mahir di bidang keagamaan dan pendidikan, namun masih kalah bersaing di bidang ekonomi sehingga diperlukan program khusus pengembangan ekonomi di kalangan pesantren.</p>
<p>Said mengharapkan melalui Rembug Nasional Saudagar NU ini para santri dan nadhliyin dapat memperluas dan memperkuat jaringan bisnis yang sebagian besar berbasis pada UKM. Pertemuan ini dihadiri 200 saudagar NU dan sejumlah pebisnis dari mancanegara. Para saudagar NU juga akan didorong untuk membuka peluang ekspor ke sejumlah negara.<br />
 Saat ini para saudagar NU yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin beranggotakan sekitar 1 juta untuk usaha kecil dan menengah dengan berbagai bidang.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita: <a href="http://ciputraentrepreneurship.com/berita/ragam-berita/4-financial/14643-pondok-pesantren-diminta-kembangkan-wirausaha.html">ciputraentrepreneurship.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: klikpkpu.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/05/pondok-pesantren-diminta-kembangkan-wirausaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klinik Bisnis Gratis Bagi Pemula ala TDA</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/05/klinik-bisnis-gratis-bagi-pemula-ala-tda/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/05/klinik-bisnis-gratis-bagi-pemula-ala-tda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 03:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24147</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas Tangan di Atas (TDA) menggelar Pesta Wirausaha 2012 yang diselenggarakan keempat kalinya, dengan menghadirkan hampir 20.000 anggotanya yang seluruhnya merupakan pengusaha muda. &#8220;Ya ini Pesta komunitas TDA yang keempat kalinya diselenggarakan, dengan kesamaan visi dan misi yakni menebar rahmat dengan jalan berbisnis,&#8221; ujar Presiden TDA, Muhamad Rosihan, ditemui di sela seminar &#8216;Expanding New Generation [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24148" href="http://jpmi.or.id/2012/02/05/klinik-bisnis-gratis-bagi-pemula-ala-tda/tda/"><img class="alignleft size-full wp-image-24148" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/TDA.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a>Komunitas Tangan di Atas (TDA) menggelar Pesta Wirausaha 2012 yang diselenggarakan keempat kalinya, dengan menghadirkan hampir 20.000 anggotanya yang seluruhnya merupakan pengusaha muda.</p>
<p>&#8220;Ya ini Pesta komunitas TDA yang keempat kalinya diselenggarakan, dengan kesamaan visi dan misi yakni menebar rahmat dengan jalan berbisnis,&#8221; ujar Presiden TDA, Muhamad Rosihan, ditemui di sela seminar &#8216;Expanding New Generation of Characterpreneur&#8217;, Sabtu (28/1/2012).</p>
<p> Bagi kami, kata Rosihan, event ini lebih mengedakatkan sesama anggota TDA, yang semuanya bersifat silaturahmi bisnis.</p>
<p> &#8220;Dulunya para anggota hanya bisa saling berkomunikasi lewat milis, kali ini semuanya bisa saling ketemu, dengan harapan saling anggota bisa menjalin kerjasama bisnis setelah ini,&#8221; ujar Rosihan</p>
<p> Pesta Wirausaha ini, ungkap Rosaihan, terdiri dari 160 stand yang merupakan refresentasi dari para anggota TDA saat ini.</p>
<p> &#8220;Tidak hanya memperkenalkan bisnisnya saja, para anggota TDA, akan mendapatkan motivasi dan kiat bisnis dari orang-orang yang sudah berjaya dibisnisnya mulai dari pengusaha nasional Chaerul Tanjung, Sandiaga Uno, Dahlan Iskan, Joka Widodo dan banyak lagi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p> Nah, bagi para wirausahawan muda atau orang yang baru mau memulai ada niatan bisnis, dan ingin bergabung dengan TDA, silahkan daftar di website TDA, semuanya gratis.</p>
<p> &#8220;Disana nanti para pendatang baru bisa berkomunikasi, tanya jawab, trik dan kiat bisnis dengan para seluruh anggota milis yang merupakan pengusaha muda baik yang beromset ratusan juta hingga miliaran, dan hebatnya jawaban yang diberikan cepat dan memang berasal dari pengalaman mereka dalam berbisnis,&#8221; tandas Rosihan.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://finance.detik.com/read/2012/01/28/183941/1828235/4/klinik-bisnis-gratis-bagi-pemula-ala-tda" target="_blank">finance.detik.com</a></p>
<p>Sumber gambar : antarafoto.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/05/klinik-bisnis-gratis-bagi-pemula-ala-tda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaos Baong, Kaos Jail tapi Kreatif</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/05/kaos-baong-kaos-jail-tapi-kreatif/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/05/kaos-baong-kaos-jail-tapi-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 01:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[isnis]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23946</guid>
		<description><![CDATA[Jika Bali punya Joger, Jogja punya Dagadu, maka Bandung punya Kaos Baong. Berbagai kaus berhias gambar dan ungkapan-ungkapan menggelitik, bisa Anda jadikan alternatif pilihan oleh-oleh jika berkunjung ke Bandung. Baong, yang dalam bahasa Sunda berarti bandel atau jail, menjadi ciri khas tersendiri dari kaus ini. Manajer Kaos Baong, Dodo Budiman, mengatakan bahwa kaus-kaus ini berusaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23947" href="http://jpmi.or.id/2012/02/05/kaos-baong-kaos-jail-tapi-kreatif/kaos-baong-bandung/"><img class="alignleft size-full wp-image-23947" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/kaos-baong-bandung.jpg" alt="" width="300" height="287" /></a>Jika Bali punya Joger, Jogja punya Dagadu, maka Bandung punya Kaos Baong. Berbagai kaus berhias gambar dan ungkapan-ungkapan menggelitik, bisa Anda jadikan alternatif pilihan oleh-oleh jika berkunjung ke Bandung.</p>
<p>Baong, yang dalam bahasa Sunda berarti bandel atau jail, menjadi ciri khas tersendiri dari kaus ini. Manajer Kaos Baong, Dodo Budiman, mengatakan bahwa kaus-kaus ini berusaha menyampaikan pesan-pesan positif. Hanya saja dengan bahasa nyeleneh yang mengundang senyum.</p>
<p>“Kami juga ingin menjadi brand kaus yang istilahnya ‘Bandung banget’. Jadi bukan hanya lucu-lucuan, tapi juga terkait bahasa dan budaya sehari-hari, yang dekat dengan orang Sunda, khususnya Bandung,” Dodo menjelaskan.</p>
<p>Contohnya adalah kaus merah bergambar ayam dan bertuliskan “Borokokoook…!” yang mengingatkan kita akan salah satu ungkapan bahasa Sunda. Atau kaus putih yang bergambar suasana penuh sesak di bus Damri jurusan Elang-Jatinangor. “Hal-hal seperti ini ‘kan yang mengingatkan kita dengan Sunda, dan Bandung,” tuturnya.</p>
<p>Sejak 2008, Kaos Baong memang ingin menjadi kaus khas Bandung yang berbeda dari yang lainnya. Pertama, dari segi pemasaran. “Kami ingin membuat Kaos Baong tetap eksklusif, jadi hanya dijual di distro,” tutur Dodo. Selain itu, kaus Baong juga hanya diproduksi tak lebih dari 500 buah untuk setiap desainnya.</p>
<p>Dengan segmentasi menengah ke atas, Kaus Baong mematok harga di kisaran Rp 55.000-Rp 99.000. Harga yang masih terjangkau jika dibandingkan dengan kualitas yang ditawarkan. Tak heran, kaus Baong sudah memiliki pelanggan setia. “Bahkan ada yang selalu membeli setiap kami mengeluarkan desain baru,” kata Dodo.</p>
<p>Saat ini, Kaos Baong sudah menambah produksi, tak hanya kaus melainkan juga tas, sandal, topi, dan berbagai merchandise. “Tetapi semua ini hanya sebagai pelengkap, produk utama kami tetap kaus,” Dodo menambahkan.</p>
<p>Jika penasaran dengan berbagai desain unik Kaos Baong, Anda bisa datang langsung ke outlet-outletnya yang terdapat di Cibaduyut, Cihampelas Walk, dan Ouval. Semuanya bisa jadi pilihan oleh-oleh unik khas Bandung.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita: <a href="http://bisnis-jabar.com/index.php/2012/01/kaos-baong-jail-tapi-kreatif/">bisnis-jabar.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: gantibaju.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/05/kaos-baong-kaos-jail-tapi-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UMKM Perlu Dipacu dengan Strategi Kluster</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/04/umkm-perlu-dipacu-dengan-strategi-kluster/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/04/umkm-perlu-dipacu-dengan-strategi-kluster/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 08:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24138</guid>
		<description><![CDATA[Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan memakai strategi kluster. Strategi kluster penting untuk diterapkan agar UMKM-UMKM bisa berkembang dengan cepat dan terfokus. &#8220;Dengan strategi kluster, kinerja UMKM juga mempunyai nilai tambah yang kuat di pasar,&#8221; ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Bidang UMKM, M. Rizal. Rizal mengatakan, strategi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24139" href="http://jpmi.or.id/2012/02/04/umkm-perlu-dipacu-dengan-strategi-kluster/sepatu-kulit/"><img class="alignleft size-full wp-image-24139" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/sepatu-kulit.jpg" alt="UKM" width="298" height="300" /></a>Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan memakai strategi kluster. Strategi kluster penting untuk diterapkan agar UMKM-UMKM bisa berkembang dengan cepat dan terfokus.</p>
<p>&#8220;Dengan strategi kluster, kinerja UMKM juga mempunyai nilai tambah yang kuat di pasar,&#8221; ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Bidang UMKM, M. Rizal.</p>
<p>Rizal mengatakan, strategi kluster UMKM telah sukses dilakukan di banyak negara. Pabrikan kendaraan besar seperti Toyota juga didukung oleh kluster industri kecil yang memproduksi komponen kendaraan.</p>
<p>&#8220;Di Jatim, meski wacana kluster UMKM ini sudah ada sejak dulu, belum ada eksekusi yang serius dari pemerintah sebagai regulator. Belum ada linkage yang kuat antara satu sentra UMKM dan sentra lainnya yang sejenis,&#8221; tutur Rizal.</p>
<p>Dalam strategi kluster, kata Rizal, kelompok-kelompok UMKM ditempatkan sesuai kategori industri sejenis atau yang saling terkait ke dalam satu kawasan, baik itu desa, kecamatan, sentra industri, maupun menghubungkan sentra industri di beberapa kota sekaligus. &#8220;Keterkaitan itu baik dari sisi produk, SDM, teknologi produksi, maupun pembiayaan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sentra alas kaki di Wedoro, Sidoarjo, misalnya, bisa dikembangkan dengan menautkan ke sentra sepatu di Mojokerto atau Jombang. Pengembangan juga bisa dilakukan lintas provinsi dengan memaksimalkan kawasan Karisma Pawirogo (Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Magetan, Pacitan Ngawi, dan Ponorogo) atau Ratubangnegoro (Blora, Tuban, Rembang, dan Bojonegoro) sesuai potensi bisnis yang bisa ditemalikan di berbagai kabupaten tersebut.</p>
<p>Menurut Rizal, strategi kluster akan mampu menghasilkan efisiensi produk dan menghasilkan nilai tambah yang besar bagi perekonomian. Dia mencontohkan produk kerajinan kayu. Di Jatim, harus dipetakan mana daerah yang benar-benar punya potensi kuat dalam komoditas tersebut.</p>
<p>&#8220;Tidak boleh semua daerah menghasilkan kerajinan kayu. Jika semua daerah mengembangkan komoditas tersebut, akan terjadi kelebihan penawaran. Sesuai hukum ekonomi, maka harga akan turun. Pelaku usaha sendiri yang akhirnya dirugikan. Nah, dengan strategi kluster UMKM, bisa dipetakan daerah mana yang memang dispesialisasikan untuk menggarap komoditas tersebut. Demikian pula untuk produk lain seperti alas kaki, komoditas pertanian, maupun perikanan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Memang, kata dia, penerapan strategi kluster awalnya akan menimbulkan kompetisi ketat antarpelaku industri yang ada di dalamnya. Namun, dengan kompetisi tersebut, teknologi produksi di antara UMKM-UMKM yang ada akan berkembang, Pemetaan pasar juga mendorong UMKM-UMKM yang ada untuk terspesialisasi dengan sendirinya seiring dengan perkembangan pasar hingga kemudian mendorong alih teknologi. &#8220;Jika proses ini semakin mature, peningkatan skala bisnis dan bahkan integrasi antarpelaku industri sangat dimungkinkan terjadi,&#8221; jelasnya.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.kabarbisnis.com/read/2825778" target="_blank">kabarbisnis.com</a></p>
<p>Sumber gambar: flikcr.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/04/umkm-perlu-dipacu-dengan-strategi-kluster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Qahwa Cafe Sajikan Menu Khas Timteng dengan Nama Unik</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/04/qahwa-cafe-sajikan-menu-khas-timteng-dengan-nama-unik/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/04/qahwa-cafe-sajikan-menu-khas-timteng-dengan-nama-unik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 06:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23938</guid>
		<description><![CDATA[Sajian menu Timur Tengah terbilang masih jarang di Kota Bandung. Sebagai kafe yang terbilang baru, Qahwa Cafe yang fokus terhadap menu-menu Timur Tengah ini juga mencoba menawarkan sederet menu unggulan yang khas dengan nama-nama yang unik. Sebut saja Falafel, camilan ini menyerupai kroket, bahan-bahannya terdiri dari kacang arab, wijen, dan disajikan dengan garlic youghurt dressing. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23952" href="http://jpmi.or.id/2012/02/04/qahwa-cafe-sajikan-menu-khas-timteng-dengan-nama-unik/qahwa-restoran-di-bandung-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-23952" src="http://jpmi.or.id/files/2012/02/Qahwa-restoran-di-bandung.jpg" alt="" width="300" height="340" /></a>Sajian menu Timur Tengah terbilang masih jarang di Kota Bandung. Sebagai kafe yang terbilang baru, Qahwa Cafe yang fokus terhadap menu-menu Timur Tengah ini juga mencoba menawarkan sederet menu unggulan yang khas dengan nama-nama yang unik. Sebut saja Falafel, camilan ini menyerupai kroket, bahan-bahannya terdiri dari kacang arab, wijen, dan disajikan dengan garlic youghurt dressing. Untuk sensasi rasa gurih, tersaji lewat Sambousick Al Qahwa. Bentuknya menyerupai pastel namun lebih tipis. Di dalamnya berisi keju yang lezat.</p>
<p>Sebagai penyeimbang, Fattoushh Zalatahroti Libanon tersaji sebagai menu salad bagi penggemar sayuran segar. Tersaji dengan lebanese bread salad toasted dan olive oil dressing. Menu utama yang juga khas Timur Tengah bisa mencoba Shawarrma Speciality Qahwa. Sayuran, daging dan bawang dibalut oleh pita bread. Pengunjung juga bisa memilih isian Shawarrma, apakah ingin tersaji dari daging ayam atau kambing.</p>
<p>Menu spesial lainnya adalah Qahwa Mandhi Rice. Sekilas rupanya seperti nasi kuning, namun rasanya sangat berbeda. Kuning Mandhi Rice adalah hasil dari rempah-rempah yang biasa disebut shaffrong. &#8220;Berasnya ini juga dari Pakistan. Harganya juga enggak bisa murah, karena satu kilo beras Pakistan ini juga seratus ribu,&#8221; ujar pemilik Maulana pemilik Qahwa Cafe.</p>
<p>Selain rentetan menu Timur Tengah lainnya seperti Qahwa Kebuli Rice, Curry Al Djaj, Shawarma Kebab Lamb, ada juga menu lokal seperti tahu lada garam. Camilan favorit di Qahwa ini terdiri dari tahu susu yang digoreng lalu diberi bumbu lada dan garam.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita: <a href="http://bandung.detik.com/read/2012/01/25/184856/1825001/671/qahwa-cafe-sajikan-menu-khas-timteng-dengan-nama-unik">bandung.detik.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: bakerymagazine.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/04/qahwa-cafe-sajikan-menu-khas-timteng-dengan-nama-unik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

