<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia &#187; Inspirasi &amp; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://jpmi.or.id/category/inspirasi-motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jpmi.or.id</link>
	<description>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:00:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Riset : Kerja 11 Jam atau Lebih di Kantor Bisa Picu Depresi</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/04/riset-kerja-11-jam-atau-lebih-di-kantor-bisa-picu-depresi/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/04/riset-kerja-11-jam-atau-lebih-di-kantor-bisa-picu-depresi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 07:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24157</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda tipe pekerja yang workaholic? Jika Anda termasuk orang yang sering menghabiskan waktu lembur di kantor, sebaiknya mulai mengurangi kebiasaan tersebut. Seperti dikutip dari Daily Mail, orang yang bekerja melebihi batas normal jam kerjanya di kantor, dapat mengalami tingkat depresi dua kali lipat lebih besar ketimbang mereka yang bekerja sesuai dengan jam kerjanya. Peneliti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24158" href="http://jpmi.or.id/2012/02/04/riset-kerja-11-jam-atau-lebih-di-kantor-bisa-picu-depresi/depresi-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-24158" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/depresi.jpg" alt="" width="300" height="280" /></a>Apakah Anda tipe pekerja yang workaholic? Jika Anda termasuk orang yang sering menghabiskan waktu lembur di kantor, sebaiknya mulai mengurangi kebiasaan tersebut.</p>
<p>Seperti dikutip dari Daily Mail, orang yang bekerja melebihi batas normal jam kerjanya di kantor, dapat mengalami tingkat depresi dua kali lipat lebih besar ketimbang mereka yang bekerja sesuai dengan jam kerjanya.</p>
<p> Peneliti Inggris menemukan fakta bahwa mereka yang menghabiskan waktu di meja kerja lebih dari 11 jam perharinya atau 55 jam dalam seminggu, dapat menghadapi risiko depresi lebih tinggi. Biasanya untuk pekerja wanita yang masih dalam usia muda dan memiliki gaji rendah, terbilang rentan untuk mengonsumsi minuman beralkohol ketika mereka mengalami depresi tersebut.</p>
<p> Lebih dari 2.000 pegawai negeri di Inggris telah direkrut untuk menjalani penelitian pada awal tahun 1990. Responden berusia 35 hingga 55 tahun dengan berbagai jenis pekerjaan, gaji dan jam kerja yang ditentukan. </p>
<p> Perkembangan psikologis mereka pun diteliti selama enam tahun, dan para peneliti dari dua universitas di London dan Finlandia menemukan adanya hubungan yang kuat antara jam kerja lembur dan depresi. Mereka juga menghubungkan tingkat depresi dengan gaya hidup yang tidak sehat, status perkawinan dan seberapa berat pekerjaan mereka.</p>
<p> Berdasarkan penelitian ditemukan 66 responden mengalami depresi berat selama periode penelitian atau sekitar 3,1 persen dari populasi penelitian. Mereka yang bekerja 11 jam atau lebih dalam sehari, dua setengah kali lebih rentan mengalami depresi ketimbang mereka yang bekerja selama tujuh atau delapan jam.</p>
<p> Meskipun kebanyakan dari mereka yang bekerja hingga larut adalah pria dengan gaji tinggi dan pekerjaan yang menantang, namun tingkat depresi mereka relatif rendah.</p>
<p> Para peneliti meyimpulkan, beberapa orang dapat menghindari depresi jika mereka menyukai pekerjaan mereka, atau mendapat bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Misalnya staf dan bawahan yang bisa mengerjakan beberapa tugas tertentu untuk dirinya.</p>
<p> Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa wanita cenderung lebih mudah depresi karena pekerjaan dibandingkan pria. Hal ini karena wanita tidak hanya memikirkan tugas kantor tapi juga harus mengurus keluarga, rumah tangga dan masalah keuangan. </p>
<p> Asisten penulis penelitian, Profesor Stephen Stansfeld dari Queen Mary, London University berpendapat, &#8220;Orang yang bekerja dalam waktu melebihi batas normal jam kerja, mungkin akan bekerja kurang efisien dan perlu berpikir tentang kesehatan mereka dan timbulnya stres yang bisa disebabkan oleh kehidupan rumah mereka juga. &#8216;</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.wolipop.com/read/2012/01/27/143453/1827142/1133/riset-kerja-11-jam-atau-lebih-di-kantor-bisa-picu-depresi" target="_blank">wolipop.com</a></p>
<p>Sumber gambar : tdwclub.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/04/riset-kerja-11-jam-atau-lebih-di-kantor-bisa-picu-depresi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terlatih Sebagai Pengusaha atau Terlahir Sebagai Pengusaha?</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/01/terlatih-sebagai-pengusaha-atau-terlahir-sebagai-pengusaha/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/01/terlatih-sebagai-pengusaha-atau-terlahir-sebagai-pengusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 07:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23605</guid>
		<description><![CDATA[Apakah menjadi seorang pengusaha disebabkan oleh sesuatu yang ada dalam DNA Anda, atau hal itu dapat dilatih? Sebuah penelitian baru dari Babson College menemukan bukti &#8220;luar biasa&#8221;, yaitu bahwa jika mahasiswa Fakultas Bisnis mengambil setidaknya dua mata kuliah kewiraswastaan, itu dapat secara positif mempengaruhi mereka untuk memulai sebuah bisnis. Profesor di perguruan tinggi Wellesley, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23610" href="http://jpmi.or.id/2012/02/01/terlatih-sebagai-pengusaha-atau-terlahir-sebagai-pengusaha/pengusaha-sukses/"><img class="alignleft size-full wp-image-23610" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/pengusaha-sukses.jpg" alt="entrepreneur muda" width="300" height="238" /></a>Apakah menjadi seorang pengusaha disebabkan oleh sesuatu yang ada dalam DNA Anda, atau hal itu dapat dilatih? Sebuah penelitian baru dari Babson College menemukan bukti &#8220;luar biasa&#8221;, yaitu bahwa jika mahasiswa Fakultas Bisnis mengambil setidaknya dua mata kuliah kewiraswastaan, itu dapat secara positif mempengaruhi mereka untuk memulai sebuah bisnis.</p>
<p>Profesor di perguruan tinggi Wellesley, yang berada di Massachusetts, menganalisis sebuah survei dari 3.755 alumni, dan ia menemukan bahwa dua mata kuliah kewiraswastaan (atau lebih baik lagi tiga sesi) sangat mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk membangun sebuah <em>start-up</em>. Selain itu, ia juga melihat bahwa menulis<em> </em><em>business-plan</em> dapat memberikan pengaruh ke arah itu, meskipun tidak terlalu signifikan.</p>
<p>&#8220;Kini sudah saatnya membuang pertanyaan skeptis, &#8216;Apa perlu belajar kewiraswastaan?&#8217; karena sekarang kita memiliki bukti empiris yang membuat perbedaan cara pandang. Kami rasa, kewiraswastaan yang harus diajarkan tidak hanya untuk produksi dan pelatihan pengusaha, tetapi juga untuk membantu para mahasiswa memutuskan apakah mereka memiliki &#8216;modal&#8217; yang tepat untuk menjadi pengusaha, sebelum mereka memulai karir yang mungkin tidak cocok bagi mereka,&#8221; tulis sang Profesor, dalam penelitiannya yang diberi judul &#8220;<em>Does An Entrepreneurship Education Have Lasting Value? A Study of Careers of 3,775 Alumni</em>&#8220;.</p>
<p>Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada pengaruh apakah si mahasiswa memiliki orang tua seorang pengusaha atau tidak. Juga ditemukan bahwa pria lebih mungkin untuk menjadi pengusaha daripada wanita. Ia juga menemukan sebuah pola, yaitu semakin tinggi pendapatan, semakin kecil kemungkinan para alumni berniat untuk menjadi pengusaha. Di sisi lain juga ditemukan bahwa semakin besar ketidakpuasan mereka terhadap pekerjaan, semakin besar kemungkinan bahwa alumni memiliki niat untuk menjadi pengusaha.</p>
<p>&#8220;Pada tingkat yang lebih abstrak, kami percaya bahwa kewiraswastaan harus diajarkan untuk setiap mahasiswa Fakultas Bisnis, karena pada hakikatnya kewiraswastaan adalah asal-usul semua bisnis,&#8221; tulis sang Profesor. &#8220;Tidak akan ada sekolah bisnis, jika tidak pernah ada pengusaha!&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Sebuah studi pada tahun 2002 di Harvard Business School juga menunjukkan bahwa jika Anda dapat meyakinkan mahasiswa bahwa mereka memiliki modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, mereka akan terjun berwiraswasta.</p>
<p>Profesor Harvard, Howard H. Stevenson, menjelaskan, &#8220;Jika Anda menganggap bahwa sebagian besar siswa kami adalah pengambil kesempatan, berorientasi pada prestasi, cerdas, dan pekerja keras (buktinya mereka telah diterima di sini), maka tindakan yang kami lakukan hanyalah memberi mereka &#8216;alat&#8217; dan teknik untuk meningkatkan peluang keberhasilan mereka.&#8221; Jadi, bagaimana menurut Anda, apakah kemampuan untuk menjadi pengusaha itu bisa dilatih?</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://pengusahamuslim.com/terlahir-sebagai-pengusaha-atau-terlatih-sebagai-pengusaha" target="_blank">pengusahamuslim.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: clientmagnets.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/01/terlatih-sebagai-pengusaha-atau-terlahir-sebagai-pengusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menyehatkan Keuangan Untuk Kesejahteraan</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/28/cara-menyehatkan-keuangan-untuk-kesejahteraan/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/28/cara-menyehatkan-keuangan-untuk-kesejahteraan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 07:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23919</guid>
		<description><![CDATA[Mata pelajaran keuangan pribadi memang tidak diajarkan di sekolah atau perguruan tinggi. Anda pun harus belajar mengelolanya ketika menghadapi dunia nyata. Untuk membantu memulainya, Anda perlu memulai hal-hal di bawah ini untuk memahami penggunaan uang demi kesejahteraan hidup: 1. Kontrol diri Orang tua pastinya mengajarkn keterampilan ini sejak dini. Semakin cepat mempelajari seni menunda kepuasan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23920" href="http://jpmi.or.id/2012/01/28/cara-menyehatkan-keuangan-untuk-kesejahteraan/menatap-masa-depan/"><img class="alignleft size-full wp-image-23920" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/menatap-masa-depan.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a>Mata pelajaran keuangan pribadi memang tidak diajarkan di sekolah atau perguruan tinggi. Anda pun harus belajar mengelolanya ketika menghadapi dunia nyata. Untuk membantu memulainya, Anda perlu memulai hal-hal di bawah ini untuk memahami penggunaan uang demi kesejahteraan hidup:</p>
<p><strong>1. Kontrol diri</strong> <br />
 Orang tua pastinya mengajarkn keterampilan ini sejak dini. Semakin cepat mempelajari seni menunda kepuasan. Semakin cepat Anda merasa mudah menjaga keuangan. Ketika mudah membeli barang memakai kartu kredit, Anda harus memikirkan bunga yang akan dibayar. <br />
 <strong><br />
 2. Kendalikan masa depan keuangan</strong> <br />
 Jika Anda tidak belajar mengelola uang Anda sendiri, orang lain akan menemukan cara yang salah dalam mengelolanya untuk Anda. Alih-alih mengandalkan saran orang lain, lebih baik bertanggung jawab dan membaca buku beberapa dasar tentang keuangan pribadi. Pahami bagaimana uang bekerja adalah langkah pertama membuat uang bekerja untuk Anda. <br />
 <strong><br />
 3. Tahu kemana uang pergi</strong> <br />
 Setelah melalui buku keuangan pribadi, Anda akan menyadari betapa pentingnya memastikan pengeluaran Anda agar tidak melebihi pendapatan. Cara terbaiknya adalah membuat anggaran belanja. <br />
 <strong><br />
 4. Membuat dana darurat</strong> <br />
 Sangat bijaksana untuk menemukan berapa jumlah uang dalam anggaran Anda untuk menyimpan dana darurat setiap bulannya. <br />
 <strong><br />
 5. Mulai menabung untuk pensiun</strong> <br />
 Cara kerja bunga yang majemuk, semakin cepat Anda mulai menabung untuk mempersiapkan diri untuk kesuksesan  dalam jangka panjang. Investasikan sejumlah uang Anda untuk menjalankan masa pensiun</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2011/12/12/6389/9/6-Cara-Terbaik-Menyimpan-Uang" target="_blank">mediaindonesia.com</a></p>
<p>Sumber gambar : shynaccounting.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/28/cara-menyehatkan-keuangan-untuk-kesejahteraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha Sampingan Juga Butuh Motivasi</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/25/usaha-sampingan-juga-butuh-motivasi/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/25/usaha-sampingan-juga-butuh-motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 07:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23123</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang yang ingin memulai usaha sampingan, tetapi bingung harus memulai dari mana. Berikut beberapa langkah menyusun bisnis sampingan agar bisa berjalan dan sukses : 1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi Apabila usaha anda ingin sukses mulailah bermimpi dan ciptakan imajinasi sebab membangun mimpi dengan imanijasi yang  kuat yang tertanan dibawah alam sadar kita hal ini akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23125" href="http://jpmi.or.id/2012/01/25/usaha-sampingan-juga-butuh-motivasi/motivation-freelance/"><img class="alignleft size-full wp-image-23125" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/motivation-freelance.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Banyak orang yang ingin memulai usaha sampingan, tetapi bingung harus memulai dari mana. Berikut beberapa langkah menyusun bisnis sampingan agar bisa berjalan dan sukses :</p>
<p><strong>1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi</strong></p>
<p>Apabila usaha anda ingin sukses mulailah bermimpi dan ciptakan imajinasi sebab membangun mimpi dengan imanijasi yang  kuat yang tertanan dibawah alam sadar kita hal ini akan tercapai cita-cita anda. Bahkan salah satu  perusahaan otomotif raksasa Honda, memilki moto “The Power of Dream”, Kakuatan dari impian, dimana masa depan dimulai dari impian saat ini. Hal ini lah yang mendukung munculnya  inovasi pada produk-produknya.</p>
<p>Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.</p>
<p><strong>2. Semangat dan Kegigihan</strong></p>
<p>Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhalan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami keagalan total. Carilah motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu anda</p>
<p><strong>3. Kerjakan yang Anda Sukai</strong></p>
<p>Jangan pernah melakukan sesuatu yang tidak pernah Anda sukai, atau Anda akan melakukannya dengan terpaksa. Jika Anda memiliki hobi itu adalah permulaan yang baik. Banyak wirausahawan yang berhasil berkembang karena pilihan usahanya di seputar hobi. Kalaupun Anda menekuni bidang baru, sekali lagi, pastikan Anda menyukainya. Dengan begitu, Anda akan melakukannya dengan totalitas   tanpa memilikirkan rasa lelah.</p>
<p><strong>4. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis</strong></p>
<p>Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.</p>
<p><strong>5 . Jangan Menunda untuk Memulai.</strong></p>
<p>Jika Anda merasa harus berwirausaha, maka jangan menunggu lama. Segeralah mencari segala informasi dan berbagai referensi tentang bisnis yang akan Anda jalani. Jangan menunda untuk memulai, cobalah untuk tidak kehilangan gairah Anda!</p>
<p><strong>6. Jangan Kerjakan Hal Tersebut Sendirian</strong></p>
<p>Hampir mustahil jaka Anda melakukannya sendiri segala sesuatunya! Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis, begitu juga setelahnya. Seorang anggota keluarga atau teman tidak jarang akan memberikan ide dan refensi.Tapi yang paling utama adalah dukungan mereka, baik segi moril atau materiil, dan itu bisa tidak ternilai harganya.</p>
<p><strong>7. Tulis perencanaan bisnis.</strong></p>
<p>Alasan penting membuat rencana bisnis adalah ternyata langkah ini dapat membantu Anda menghindari resiko bisnis yang merugikan. Dengan membuat perencanaan bisnis, Anda akan bijak mengatur strategi, begitu juga dengan pemasukan dan pengeluaran. Mulailah membuat rencana bertahap sesuai dengan kemampuan Anda.</p>
<p><strong>8. Bergabung dengan wirausahawan lain</strong></p>
<p>Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam usaha Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai, tidak ada salahnya bergabung dengan komunitas, asosiasi, atau klub sesama wirausahawan. Dengan begitu, maka Anda akan banyak mendapat masukan dari mereka yang lebih berpengalaman.</p>
<p><strong>9. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain</strong></p>
<p>Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu. sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://promosipeluangusaha.com/motivasi-dalam-memulai-usaha-sampingan/" target="_blank">promosipeluangusaha.com</a></p>
<p>Sumber gambar: avianfunction.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/25/usaha-sampingan-juga-butuh-motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengelola Waktu Secara Maksimal</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/21/tips-mengelola-waktu-secara-maksimal/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/21/tips-mengelola-waktu-secara-maksimal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 07:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23826</guid>
		<description><![CDATA[Banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan selama 8 jam, terkadang membuat Anda kewalahan sehingga pekerjaan menjadi tidak terkendali. Merupakan hal yang normal jika Anda merasa waktu yang dimiliki kurang jika dihadapkan dengan tumpukan pekerjaan yang ada. Seharusnya waktu yang digunakan masih bisa lebih maksimal secara efisien dan efektif untuk melakukan pekerjaan yang lain atau bahkan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23827" href="http://jpmi.or.id/2012/01/21/tips-mengelola-waktu-secara-maksimal/ruang-kerja/"><img class="alignleft size-full wp-image-23827" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/ruang-kerja.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan selama 8 jam, terkadang membuat Anda kewalahan sehingga pekerjaan menjadi tidak terkendali. Merupakan hal yang normal jika Anda merasa waktu yang dimiliki kurang jika dihadapkan dengan tumpukan pekerjaan yang ada.</p>
<p>Seharusnya waktu yang digunakan masih bisa lebih maksimal secara efisien dan efektif untuk melakukan pekerjaan yang lain atau bahkan untuk waktu senggang. Seperti dilansir eHow, berikut empat tips mengelola waktu secara maksimal di kantor.</p>
<p><strong>1. Fokus pada Satu Pekerjaan</strong></p>
<p><strong> </strong>Misalnya Anda dihadapkan dengan tiga pekerjaan sekaligus, namun satu tugas belum selesai, sudah harus melakukan pekerjaan yang lainnya. Hal tersebut dapat membuat Anda kewalahan dan pekerjaan yang dilakukan menjadi tidak efektif. Ada baiknya untuk menyelesaikan terlebih dahulu satu pekerjaan yang ada. </p>
<p> Apabila pekerjaan tersebut sudah selesai, baru Anda lanjutkan pekerjaan selanjutnya. Hal ini menjadi terorganisir dan bisa membuat Anda lebih fokus. Waktu yang digunakan pun jadi maksimal. Jika atasan memberikan tugas secara mendadak, tanyakan apakah tugas tersebut begitu penting sehingga harus segera dilaksanakan. Jika bisa ditunda, katakan bahwa Anda harus mengerjakan tugas sebelumnya dahulu.</p>
<p><strong>2. Ambil Waktu Rehat</strong></p>
<p><strong></strong>Bekerja terus menerus juga bukan hal yang baik, karena dapat membuat pikiran tidak fokus sehingga pekerjaan yang dilakukan pun menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, Anda memerlukan waktu rehat sejenak. Jika berada di kantor, ada baiknya mengambil waktu sepuluh menit untuk mengambil secangkir teh atau kopi hangat. Tujuannya yaitu agar kondisi tubuh tidak menurun dan dapat menyegarkan pikiran. Hal ini dapat membantu Anda menjadi lebih konsentrasi nantinya dalam bekerja.</p>
<p><strong>3. Jangan Menunda Pekerjaan</strong></p>
<p><strong></strong>Menunda segala sesuatu merupakan hal yang sia-sia. Waktu tidak dapat kembali begitu saja. Jangan sampai Anda menyesal karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Hal yang perlu dilakukan adalah bersikap disiplin. Jika pekerjaan yang ada harus diselesaikan dalam waktu dua minggu, Anda perlu membagi tugas setiap harinya. Hal ini akan memberi kemudahan untuk menentukan mana yang harus diprioritaskan untuk diselesaikan, dan jangan pernah menunda-nunda menyelesaikannya.</p>
<p><strong>4. Evaluasi Diri</strong></p>
<p><strong></strong>Luangkanlah waktu untuk mengevaluasi diri. Dengan evaluasi diri, mampu mengidentifikasi mana yang sudah dicapai dan mana yang belum. Sebuah evaluasi diri akan membuat Anda lebih efisien dalam memaksimalkan waktu. Sehingga pekerjaan akan terselesaikan dengan cepat, baik dan memuaskan.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.wolipop.com/read/2012/01/09/170444/1810740/1133/tips-mengelola-waktu-secara-maksimal-di-kantor" target="_blank">wolipop.com</a></p>
<p>Sumber gambar : beritaprima.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/21/tips-mengelola-waktu-secara-maksimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangkit Setelah Gagal Berbisnis</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/18/bangkit-setelah-gagal-berbisnis/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/18/bangkit-setelah-gagal-berbisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 07:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23119</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis pertama Anda ambruk. Dan kegagalan itu membuat Anda merasa terpuruk. Seorang entrepreneur yang baru saja mengalami kegagalan dalam mengembangkan bisnis barunya sering merasa sama terpukulnya saat kehilangan anggota keluarga atau orang yang mereka kasihi. Rasa sakit dan trauma kehilangan bisnis yang dibangun dengan susah payah tidak hanya mengenai hilangnya mata pencaharian, tetapi juga tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23120" href="http://jpmi.or.id/2012/01/18/bangkit-setelah-gagal-berbisnis/business-man-depressed/"><img class="alignleft size-full wp-image-23120" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/business-man-depressed.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Bisnis pertama Anda ambruk. Dan kegagalan itu membuat Anda merasa terpuruk. Seorang entrepreneur yang baru saja mengalami kegagalan dalam mengembangkan bisnis barunya sering merasa sama terpukulnya saat kehilangan anggota keluarga atau orang yang mereka kasihi. Rasa sakit dan trauma kehilangan bisnis yang dibangun dengan susah payah tidak hanya mengenai hilangnya mata pencaharian, tetapi juga tentang jati diri dan kepercayaan diri seorang entrepreneur.</p>
<p>Sebagian besar entrepreneur mendefinisikan dirinya sebagai sekumpulan orang yang mampu mewujudkan proyek-proyek dalam angan menjadi nyata. Mereka mengasah diri dengan mencetak prestasi atau kegagalan. Dengan kata lain, jika sebuah proyek gagal, maka entrepreneur itu gagal. Dan sebaliknya.</p>
<p>Runtuhnya sebuah usaha baru hampir serupa dengan kehilangan pekerjaan dan bisa mengakibatkan sejumlah gejala berikut:</p>
<ul>
<li>Gangguan tidur malam dan kesulitan bangun pagi</li>
<li>Gangguan pola makan</li>
<li>Rasa lelah</li>
<li>Mudah marah</li>
<li>Cenderung suka mengurung diri</li>
<li>Tidak bersemangat, pesimis</li>
<li>Perilaku yang mencerminkan ketidakpedulian atau menyimpang</li>
</ul>
<p>Reaksi lainnya yang sering ditemui ialah terus menerus menyatakan, “Mengapa saya?” atau menyalahkan orang lain atau hal lain sebagai penyebab kekacauan, misalnya menyalahkan ekonomi yang dianggap kurang menguntungkan, mitra yang tidak mendukung,  atau investor yang tak mengerti kehendaknya. Namun itu hanya sesuatu yang menghabiskan tenaga tanpa menghasilkan apapun dan akan membuat si entrepreneur terus terpuruk dalam jurang kegagalan.</p>
<p>Kita harus beranggapan bahwa tanggung jawab atas perbuatan kita akan lebih menyelesaikan masalah daripada hanya sekadar terus menerus memainkan peran sebagai korban yang tak berdaya. Cobalah untuk menjawab seperrti ini: ”Waktunya kurang tepat”, “Saya telah memilih mitra yang salah” atau “Saya lebih baik dalam memajukan usaha melalui kerja keras.” Setiap orang akan menghormati integritas Anda dan Anda akan siap untuk menghadapi dunia kembali dengan lebih cepat.</p>
<p>Serupa dengan 5 tahapan berduka yang dijelaskan Dr. Kubler Ross dalam menjalani proses panjang menghadapi kematian seseorang, kehilangan sebuah bisnis juga membutuhkan proses yang setiap tahapannya memerelukan adaptasi terhadap perubahan aktivitas sehari-hari. Setiap orang terjatuh tetapi tidak semua orang bisa bangkit. Di sini bisa Anda temui saran-saran untuk terus bertahan di jalur yang normal dan mengubah kegagalan menjadi kemenangan:
</p>
<ol>
<li>Kegagalan: Jiwa kita harus melindungi dirinya sendiri dan menyerap apa yang telah terjadi sedikit demi sedikit daripada melakukannya sekaligus dalam waktu yang singkat. Menceritakan cerita gagal secara berulang-ulang agar Anda merasa kuat karenanya. Coba berteman dengan orang-orang yang bernilai positif. melakukan kegiatan luar ruangan atau hadiri pertemuan-pertemuan dalam pusat komunitas yang memiliki minat yang sama.</li>
<li>Jiwa membutuhkan perlindungan atas diri mereka sendiri dan menyerap: Kemarahan harus dilepaskan dengan cara yang benar dan sehat yaitu memulai olahraga, visualisasi dan bernapas. Intensitas olahraga atau durasi waktu seharusnya berhubungan dengan kasih sayang. Bersikaplah baik pada diri sendiri dan semua orang.</li>
<li>Tawar menawar: Hal ini ialah tahapan yang penuh pengandaian. Jauhi pikiran negatif untuk memperlakukan mereka sebagai objek dan bangunlah sebuah percakapan dengan pikiran Anda kemudian Anda bisa menginvestasikan energi untuk meneruskan langkah.</li>
<li>Depresi: Kesedihan timbul dan perasaan itu harus diluapkan, jangan ditahan. Mungkin Anda bisa saja menangis. Tertawa merupakan cara ampuh untuk meningkatkan mood positif. Ini akan membantu membangun optimisme yang realistis dan membuat teman-teman yang lebih positif menghampiri Anda.</li>
<li>Penerimaan: Inilah titik di mana kami berpikir dan merasa bahwa kehilanga itu sungguh-sungguh terjadi. Kita menerima dengan tangan terbuka semua kegagalan dan membangun kepercayaan diri kembali.</li>
</ol>
<p>Begitulah seorang entrepreneur bisa menghadapi kenyataan pahit berupa kegagalan yang akan menentukan keberhasilan selanjutnya. Karena dengan menghadapi kegagalan dan kehilangan, kita akan lebih kuat untuk seterusnya. Cara terbaik untuk berhenti meratapi bisnis yang sudah bangkrut ialah dengan memulai usaha yang baru lagi dengan menggunakan pelajaran yang sudah diserap di kegagalan sebelumnya. Anda mungkin bisa menyimpulkan bahwa kehilangan justru bisa lebih menguatkan daripada menghancurkan.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis.html" target="_blank">ciputraentrepreneurship.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: myinfo4u.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/18/bangkit-setelah-gagal-berbisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpikir Strategis sebagai Wirausaha</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/15/berpikir-strategis-sebagai-wirausaha/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/15/berpikir-strategis-sebagai-wirausaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 07:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23643</guid>
		<description><![CDATA[Strategi berpikir membutuhkan Anda untuk memimpikan apa yang Anda ingin hadapi ke depan dalam bisnis, kemudian bekerja ke belakang dengan memfokuskan pada cerita bagaimana Anda akan dapat mencapai visi Anda. Memelihara momentum berarti melihat ke depan apa yang akan terjadi seperti fokus pada saat ini. Peramalan dan perencanaan sangat penting untuk kelanjutan sukses Anda Sebagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23644" href="http://jpmi.or.id/2012/01/15/berpikir-strategis-sebagai-wirausaha/berfikir-strategis/"><img class="alignleft size-full wp-image-23644" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/berfikir-strategis.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a>Strategi berpikir membutuhkan Anda untuk memimpikan apa yang Anda ingin hadapi ke depan dalam bisnis, kemudian bekerja ke belakang dengan memfokuskan pada cerita bagaimana Anda akan dapat mencapai visi Anda.</p>
<p>Memelihara momentum berarti melihat ke depan apa yang akan terjadi seperti fokus pada saat ini. Peramalan dan perencanaan sangat penting untuk kelanjutan sukses Anda Sebagaimana Anda mengembangkan visi yang strategis bagi bisnis, ada lima kriteria berbesar yang seharusnya menjadi fokus. Lima kriteria ini akan membantu Anda mendefinisikan apa yang ideal bagi bisnis Anda ke depan. Sebagai tambahan, kelima kriteria tersebut akan men-set dan mengembangkan langkah-langkah penting untuk membuat visi bisnis Anda menjadi nyata.</p>
<p>Berikut ini adalah daftar lima kriteria proses berpikir strategis:</p>
<p><strong>1. Organisasi</strong></p>
<p>Organisasi bisnis Anda melibatkan orang-orang yang akan bekerja untuk Anda, struktur organisasi bisnis Anda, dan sumber daya penting untuk membuat semuanya bekerja. Akan seperti apa organisasi Anda? Struktur organisasi akan bertipe apa untuk mendukung visi Anda? Bagaimana Anda akan menggabungkan orang-orang, sumber daya dan struktur bersama-sama mencapai hasil ideal?</p>
<p><strong>2.  Observasi</strong></p>
<p>Ketika Anda melihat ke bawah bumi dari sebuah pesawat, Anda dapat melihat lebih banyak ketimbang ketika berada di darat. Berpikir strategis banyak kesamaan dengan hal tersebut, mengijinkan Anda untuk melihat sesuatu dari yang lebih tinggi. Dengan meningkatkan kekuatan observasi, Anda akan memulai menjadi lebih sadar apa yang dapat memotivasi orang-orang, bagaimana memecahkan masalah secara lebih efektif, dan bagaimana membedakan diantara alternatif pilihan.</p>
<p><strong>3. Pandangan</strong></p>
<p>Dengan arti lain merupakan jalan sederhana berpikir tentang sesuatu. Dalam berpikir strategis, terdapat empat poin untuk mengambil perhatian ketika membentuk strategi bisnis Anda, yaitu pandangan tentang lingkungan, pandangan tentang pasar, pandangan tentang proyek, dan pandangan tentang ukuran. Pandangan dapat digunakan sebagai alat untuk membantu Anda berpikir tentang hasil, alat identifikasi penting  dan menyesuaikan aksi Anda untuk mencapai posisi ideal Anda.</p>
<p><strong>4. Kekuatan Mengendarai</strong></p>
<p>Apakah kekuatan mengendarai yang akan membuat hasil ideal Anda menjadi kenyataan? Apa visi dan misi usaha Anda? Kekuatan mengendarai biasanya meletakkan dasar untuk apa Anda ingin orang-orang fokus pada bisnis Anda (contohnya, apa yang akan Anda gunakan untuk memotivasi orang lain agar melaksanakan). Contoh kekuatan mengendarai termasuk juga di dalamnya insentif bagi individu dan organisasi, kekuasaan dan kesejajaran, faktor kualitatif seperti mendefinisikan visi, nilai, dan tujuan, faktor produktif seperti misi dan fungsi, faktor kuantitatif seperti hasil atau pengalaman, dan lainnya seperti komitmen, aksi yang sama, efektifitas, produktivitas, dan nilai.</p>
<p><strong>5. Posisi Ideal</strong></p>
<p>Setelah bekerja melalui empat fase pertama proses berpikir di atas, Anda seharusnya mampu mendefinisikan posisi ideal Anda. Outline posisi ideal seharusnya melingkupi; kondisi di mana Anda telah menemukan  menjadi penting jika bisnis menjadi produktif, ceruk pasar yang akan diisi bisnis Anda, berbagai peluang yang ada lainnya saat ini atau ke depan bagi bisnis Anda, kompetensi inti atau keahlian yang dibutuhkan bisnis, dan strategi serta taktik yang akan membanti mendorong semuanya bersama-sama.</p>
<p>Dengan bekerja melalui lima wilayah tersebut, Anda akan mulai mendapatkan gambaran yang clear dari bagaimana visi bisnis dapat di kerjakan secara nyata. Sebagaimana visi Anda menjadi lebih fokus, ide Anda akan menunjukkan lebih kuat dan dapat dipercaya. Tak hanya akan lebih mudah untuk meyakinkan yang lain bahwa ide Anda adalah sesuatu yang bagus, tetapi juga akan lebih mudah menjaga keyakinan dan motivasi ketika Anda meraih perangkap dan rintangan di jalan</p>
<p>Secara keseluruhan Anda dapat mengaplikasikan keahlian berpikir strategis dalam kehidupan. Tetapi dengan membuat sebuah rencana usaha untuk menerapkan mereka secara khusus pada usaha, Anda akan memiliki kesempatan banyak lebih baik yang membawa visi hidup Anda.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://www.wirausaha.com/membangun-bisnis/3031-berpikir-strategis-dalam-meramalkan-pertumbuhan-bisnis.html" target="_blank">wirausaha.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: blog.startupprofessionals.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/15/berpikir-strategis-sebagai-wirausaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Bangun Startup dari Pengusaha Jepang</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/14/kiat-sukses-bangun-startup-dari-pengusaha-jepang/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/14/kiat-sukses-bangun-startup-dari-pengusaha-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 07:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23585</guid>
		<description><![CDATA[Acara Jakarta Ventures Night kembali digelar dan tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaannya. Tahun 2012 ini, East Venture sebagai penyelenggara acara ini menambahkan sesi &#8220;pitching&#8221; dari startup yang telah mengikuti East Venture Alpha (program inkubasi) selama 100 hari. Selain pitching, ada pula presentasi dari entrepreneur sukses Jepang, Shinichi Takamiya yang memaparkan rahasia suksesnya berbisnis di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23586" href="http://jpmi.or.id/2012/01/14/kiat-sukses-bangun-startup-dari-pengusaha-jepang/takamiya-shinichi/"><img class="alignleft size-full wp-image-23586" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/takamiya-shinichi.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Acara Jakarta Ventures Night kembali digelar dan tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaannya. Tahun 2012 ini, East Venture sebagai penyelenggara acara ini menambahkan sesi &#8220;pitching&#8221; dari startup yang telah mengikuti East Venture Alpha (program inkubasi) selama 100 hari.</p>
<p>Selain pitching, ada pula presentasi dari entrepreneur sukses Jepang, Shinichi Takamiya yang memaparkan rahasia suksesnya berbisnis di dunia online.</p>
<p> Shinichi Takamiya adalah Globis Capital Partner yang telah sukses membangun startup di Jepang. Menurutnya, kunci untuk bisa sukses membangun startup adalah memikirkan sesuatu yang besar.</p>
<p>&#8220;Anda harus Thik Big! Pikirkan sesuatu yang besar yang bisa Anda hasilkan dari startup yang Anda bangun,&#8221; ujar Takamiya dalam presentasinya di Jakarta Ventures Night, di Ballroom A, Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (12/1/2012).</p>
<p> Sesuatu yang besar itu, menurutnya harus berdampak sosial, mampu menambah akutualisasi diri bagi pendirinya dan mampu menghasilkan penghasilan bagi kelangsungan hidup perusahaan. Sehingga, apa yang diperjuangkan ketika mendirikan startup, mampu memberikan arti bagi kehidupan.</p>
<p> Ketika menemukan ide untuk mendirikan startup, seorang entrepreneur harus merumuskan definisi bisnis yang akan dikembangkan. Setelah itu, menyusun strategi seperti konsep, <em>auto pilot</em>,<em> power play</em>, hingga strategi keuangan. Buat bisnis model yang berisi portfolio dan profit model, yang bisa digunakan untuk presentasi di depan investor. </p>
<p> Ketika sudah mendapatkan pendanaan dari investor, entreprenur juga harus memperhatikan tips berikut :</p>
<ol>
<li>Jaga hubungan baik dengan      investor, sebelum dan sesudah pendanaan.</li>
<li>Jaga uang yang diberikan      untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan selama 18 hingga 24 bulan.</li>
<li>Cari hal-hal lain yang bsia      digali dari investor selain uang, bisa berupa networking, atau informasi      yang bisa menguntungkan perusahaan.</li>
<li>Berikan investor keuntungan      yang seimbang, yang membuatnya tertarik untuk bekerja sama dalam hal lain.</li>
</ol>
<p>Tips lain yang disampaikan oleh Takamiya adalah dalam membentuk tim dalam perusahaan. &#8220;Saya ingin mengutip kata-kata Steve Jobs, bahwa pastikan Anda merekrut orang-orang yang betul-betul mencintai produk atau layanan dari perusahaan Anda,&#8221; jelas Takamiya.</p>
<p> Selain itu, jika suatu hari karyawan terus bertambah, maka pendiri harus membuat A-Team, yakni tim inti yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan dan menjadi tim unggulan perusahaan jika terjadi suatu masalah yang besar. </p>
<p> Dalam proses mengembangkan perusahaan, jangan lupa untuk selalu memegang pedoman PDCA (<em>Plan, Do, Check, dan Action</em>). Merencanakan, mengerjakan, mengevaluasi, dan terus bergerak akan membantu perusahaan bertahan dalam waktu yang lama.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://tekno.kompas.com/read/2012/01/13/15171758/Kiat.Sukses.Bangun.Startup.dari.Pengusaha.Jepang" target="_blank">tekno.kompas.com</a></p>
<p>Sumber gambar : kayac.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/14/kiat-sukses-bangun-startup-dari-pengusaha-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senyuman adalah Lambang Keberhasilan Bisnis</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/11/senyuman-adalah-lambang-keberhasilan-bisnis/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/11/senyuman-adalah-lambang-keberhasilan-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 07:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23115</guid>
		<description><![CDATA[Bandingkan dua mimik wajah berikut: senyum dan cemberut. Reaksi orang yang melihat kedua ekspresi ini akan memiliki persepsi yang berbeda. Orang yang sedang tersenyum lepas, memiliki kekuatan untuk membuat orang lain merasa senang dan tanpa beban. Bila seseorang melihat orang lain sedang cemberut, biasanya cenderung menjauhinya. Walaupun, juga ada yang menghampirinya untuk mencari tahu kenapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23116" href="http://jpmi.or.id/2012/01/11/senyuman-adalah-lambang-keberhasilan-bisnis/marketing-with-a-smile/"><img class="alignleft size-full wp-image-23116" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/marketing-with-a-smile.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Bandingkan dua mimik wajah berikut: senyum dan cemberut. Reaksi orang yang melihat kedua ekspresi ini akan memiliki persepsi yang berbeda. Orang yang sedang tersenyum lepas, memiliki kekuatan untuk membuat orang lain merasa senang dan tanpa beban. Bila seseorang melihat orang lain sedang cemberut, biasanya cenderung menjauhinya. Walaupun, juga ada yang menghampirinya untuk mencari tahu kenapa orang itu cemberut.</p>
<p>Begitu pula saat Anda berinteraksi dengan orang lain dalam berbisnis, senyuman bisa melanggengkan transaksi Anda. Anda menunjukkan sikap ramah yang membuat konsumen merasa aman dan nyaman membelanjakan uangnya demi produk Anda. Bisa jadi, produk Anda sebenarnya hampir sama spesifikasinya dengan produk pesaing Anda. Namun, ketika Anda merespon konsumen dengan mendekati sifat <em>humanity</em>-nya, maka konsumen akan memperoleh kepuasan yang berujung pada loyalitas.</p>
<p>Senyuman juga akan berimplikasi positif pada psikologis Anda. Senyuman itu mampu menciptakan kegembiraan, membuat suasana menjadi ceria, membantu mengembangkan keinginan yang baik dalam bisnis, membangkitkan semangat, dan mempererat hubungan dengan orang lain. Dan, dengan tersenyum, Anda dapat mengatur perasaan. Sehingga, Anda menjadi lebih bersemangat dan dimampukan untuk melayani pelanggan dengan lebih baik, atau menjual dengan efektif.</p>
<p>Tidak asal tersenyum, lho. Anda harus melakukan senyuman itu dengan ketulusan yang muncul dari balik hati Anda. Jamil Azzaini seorang inspirator yang sukses dengan buku<em> </em><em>Kubik Leadership</em>, memberikan tips senyum tulus yang dinamai dengan “Senyum 227&#8243;.  Caranya, saat tersenyum, tarik ke atas sudut bibir kiri sepanjang dua centi, sudut bibir kanan dua centi, dan kembangkan selama tujuh detik lamanya. Senyum seperti ini yang disebut Jamil Azzaini dengan senyum yang tulus. Bukan senyum basa-basi seperti senyum <em>service excellent</em> menurut SOP (<em>Standard Oprational Procedure</em>) belaka.</p>
<p>Tjantana Jusman mengatakan, salah satu faktor penentu kesuksesan layanan pelanggan di banyak perusahaan ternyata adalah keramahan yang terpancar dari balik senyuman para karyawannya. Dari segi perasaan, senyum adalah obat yang paling mujarab untuk mengatasi kekurangberuntungan hati dan jiwa, bahkan perang. Dengan senyum, dapat menghilangkan kesedihan, gundah gulana, gelisah, dan keresahan. Saat Anda mendapati banyak persoalan yang membelit pikiran Anda, cobalah tersenyum tulus. Maka, Anda bisa bisa merasakan beban tersebut menjadi lebih ringan.</p>
<p>Senyum mempunyai banyak manfaat dalam membantu pelayanan Anda kepada konsumen. Beberapa manfaat senyum yang dikaitkan dengan pelayanan, antara lain:</p>
<p><strong>a.    Senyum Membuat Anda Menjadi Terlihat Lebih Menarik</strong></p>
<p>Dengan tersenyum untuk orang lain akan membuat penampilan Anda menjadi lebih menarik. Karena, penampilan rapi dan menarik merupakan salah satu hal yang mempengaruhi keberhasilan suatu pelayanan. Jika Anda berpenampilan buruk dan berkesan asal-asalan, maka konsumen juga tidak akan mau untuk berhubungan dengan Anda. Penampilan yang rapi memang diperlukan. Namun, meski penampilan Anda terlihat begitu menarik, bila selalu memasang muka masam maka layanan yang Anda lakukan tidak akan pernah berhasil. Karena itu, disamping penampilan yang rapi, senyum tetap diperlukan agar penampilan Anda terlihat lebih menarik.</p>
<p><strong>b.    Senyum Membuat Anda Terlihat Lebih Sukses</strong></p>
<p>Calon konsumen akan merasa lebih percaya akan kualitas pelayanan yang Anda tawarkan, jika Anda terlihat begitu yakin dan berpenampilan layaknya seseorang yang sukses. Selain penampilan yang prima, gaya yang meyakinkan, dan tata bahasa yang baik, senyum memang perlu dilakukan untuk membuat seseorang terkesan lebih sukses. Karena, penampilan yang berkesan sukses dan meyakinkan, biasanya menambah kepercayaan konsumen kepada pelayanan yang disediakan oleh perusahaan.</p>
<p><strong>c.    Senyum Membuat Anda Cenderung Berpikir Positif</strong></p>
<p>Jika Anda tersenyum, maka hati juga akan merasa lebih senang dan sanggup menerima segala keadaan yang ada. Dalam menjalankan pelayanan kepada konsumen, terkadang Anda juga menerima perlakuan yang tidak menyenangkan. Namun, jika kita berusaha untuk ikhlas dan tetap tersenyum serta tidak terus menggerutu, maka hal tersebut akan membantu Anda senantiasa berpikir positif menghadapi segala kenyataan yang ada. Selanjutnya, Anda akan sanggup untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan konsumen.  Konsumen pun akan merasakan bahwa pelayanan  yang diberikan oleh perusahaan Anda sangat memuaskan.</p>
<p> <strong>d.    Senyum Mengubah</strong> <em>Mood</em> <strong>Seseorang</strong></p>
<p>Dalam menyediakan pelayanan, terkadang Anda mengalami hal yang tidak menyenangkan dari konsumen. Apalagi, jika konsumen itu sedang dalam<em> </em><em>mood</em><em> </em>yang tidak baik. Senyum merupakan cara yang efektif untuk menjernihkan keadaan yang ada. Karena, ketika Anda tidak terjebak dengan<em> </em><em>mood</em> konsumen yang lagi buruk dan tetap tersenyum padanya, maka hal itu dapat menjernihkan keadaan yang ada dan mengubah <em>mood</em> konsumen yang awalnya buruk menjadi lebih baik. Sehingga, dia akhirnya akan merasakan kepuasan ketika memanfaatkan pelayanan dari perusahaan Anda.</p>
<p>Senyum adalah lambang optimisme, simpati, empati, keceriaan, berpikir positif, persahabatan dan sikap-sikap positif lainnya. Tidak ada salahnya kan bila Anda selalu menyempatkan bibir Anda untuk selalu tersenyum? Selain Anda akan lebih mudah bergaul dengan para konsumen Anda, senyuman bisa menjadi awal dari kerberhasilan bisnis Anda. Tersenyumlah.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://pengusahamuslim.com/senyuman-untuk-pelanggan" target="_blank">pengusahamuslim.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: smallfuel.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/11/senyuman-adalah-lambang-keberhasilan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengawali Tahun dengan Berani dan Percaya Diri</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/07/mengawali-tahun-dengan-berani-dan-percaya-diri/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/07/mengawali-tahun-dengan-berani-dan-percaya-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 07:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23254</guid>
		<description><![CDATA[Berganti tahun, perjalanan baru selama 365 hari ke depan pun dimulai. Menjadi pribadi lebih baik lagi, lebih bahagia, lebih sukses, lebih sejahtera tentunya menjadi harapan setiap pribadi. Resolusi baru umumnya selalu menjadi panduan memulai hari baru di tahun baru. Namun bagaimana agar resolusi tak berakhir sebagai catatan belaka, namun berwujud menjadi pencapaian nyata setahun ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23255" href="http://jpmi.or.id/2012/01/07/mengawali-tahun-dengan-berani-dan-percaya-diri/inspire/"><img class="alignleft size-full wp-image-23255" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/inspire.jpg" alt="" width="300" height="249" /></a>Berganti tahun, perjalanan baru selama 365 hari ke depan pun dimulai. Menjadi pribadi lebih baik lagi, lebih bahagia, lebih sukses, lebih sejahtera tentunya menjadi harapan setiap pribadi. Resolusi baru umumnya selalu menjadi panduan memulai hari baru di tahun baru. Namun bagaimana agar resolusi tak berakhir sebagai catatan belaka, namun berwujud menjadi pencapaian nyata setahun ke depan?</p>
<p>Apa pun resolusi Anda, dalam keuangan, karier, keluarga, hubungan berpasangan, mau pun sebagai pribadi, perlu kemauan kuat untuk mewujudkannya. Kemauan dari dalam diri yang kuat muncul karena adanya rasa percaya diri, berani, namun tetap tak tinggi hati. Semua hal ini dapat Anda miliki, dengan mengajukan lima pertanyaan ini kepada diri sendiri. </p>
<p> &#8220;Pertanyaan itu, membuat saya mengatakan kepada diri sendiri tak ada yang perlu dikhawatirkan di dunia ini selama impian saya mulia. Mengajukan lima pertanyaan itu kepada diri sendiri memberi dampak: saya tidak punya rasa takut, percaya diri, namun tetap <em>humble</em>,&#8221; kata motivator, Ainy Fauziyah<em>.</em></p>
<p> Ainy, dalam bukunya <em>Dahsyatnya Kemauan</em>, menuliskan, bertanya kepada diri sendiri meningkatkan kesadaran diri, menjadikan Anda berpikir lebih baik dan bertindak lebih cerdas serta bertanggung jawab. Bertanya kepada diri sendiri dapat membangkitkan kemauan dan membantu menemukan perncarian Anda.</p>
<p> &#8220;Dengan bertanya pada diri Anda sendiri, hati dan pikiran Anda bersatu mencari jawaban. Hati Anda tergerak untuk menggerakkan pikiran Anda dalam mengambil langkah nyata. Di sinilah kemauan bertumbuh. Di sinilah awal Anda menemukan kehidupan yang berkualitas dan lebih bermakna,&#8221; tulisnya.</p>
<p> Untuk membantu Anda mengambil langkah nyata mewujudkan resolusi demi mencapai hidup lebih berkualitas, jawab dengan jujur dan objektif, saat Anda sedang sendiri dan dengan pikiran tenang, lima pertanyaan ini:<br />
 <strong><br />
 <strong>1. Apa yang terpenting dalam kehidupan Anda?</strong></strong></p>
<p><strong><strong> </strong></strong>Pertanyaan ini membuat Anda sadar sepenuhnya untuk apa dan siapa Anda berjuang meraih impian. Dengan begitu, Anda menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan. Anda gigih mewujudkan impian, sekaligus juga mempertahankan, melindungi, menyayangi sesuatu yang terpenting dalam hidup Anda.</p>
<p> Kembali ke pertanyaannya, apa sebenarnya yang terpenting dalam hidup Anda? Nama baik, keluarga, orangtua, pasangan, anak-anak, karier, uang? Tentu banyak hal penting dalam hidup Anda, maka buatlah prioritas. Tulislah tiga hal terpenting dalam hidup Anda. Jangan ragu menulisnya, karena percaya lah, setiap orang tentu punya jawaban berbeda karena prioritasnya tentu tak sama. Namun, Anda harus menjawabnya, apa yang terpenting dan paling utama dalam kehidupan Anda? Ini langkah awalnya.</p>
<p><strong><strong>2. Apa sebenarnya yang Anda inginkan?</strong></strong></p>
<p>Pertanyaan ini membimbing Anda menemukan keinginan, harapan, dan tujuan Anda sebenarnya. Sadari sepenuhnya impian Anda agar lebih mudah bagi Anda nantinya untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Mulailah membuat daftar mengenai apa yang paling Anda inginkan, dan manfaat yang ingin Anda dapatkan. Jangan takut menuliskannya, meski nantinya Anda akan memiliki daftar yang panjang. Tulislah dalam skala prioritas agar Anda bisa fokus meraih satu persatu setiap keinginan itu. Siapkan diri Anda untuk merenungkan apa yang sebenarnya Anda inginkan, sadari sepenuhnya, tuliskan, lalu bertindaklah!</p>
<p><strong><strong>3. Manfaat apa yang akan Anda dapatkan?</strong></strong></p>
<p><strong><strong></strong></strong>Anda tak sekadar membuat daftar keinginan atau siapa dan apa yang paling penting dalam hidup. Namun Anda juga perlu menyadari sepenuhnya manfaat apa yang akan Anda dapatkan dari semua hal tadi. Dengan begitu, Anda terdorong lebih bertanggung jawab kepada diri sendiri, terpacu untuk mengambil keputusan yang besar, dan percaya diri mengambil setiap langkah dalam hidup Anda. Anda pun menjadi pribadi yang lebih cerdas dan bijaksana. <br />
 <strong><br />
 <strong>4. Potensi apa yang Anda miliki?</strong></strong></p>
<p><strong><strong></strong></strong>Dengan mengenal manfaat yang akan Anda dapatkan dari setiap keinginan, akan lebih mudah menggali potensi diri. Potensi Anda adalah kekuatan dari dalam diri yang dapat dimanfaatkan lebih optimal dan punya peran besar dalam membangun kemauan. Dengan memiliki kemauan, bukan hal sulit bagi Anda mewujudkan semua resolusi yang sudah Anda susun setahun ke depan. Semua hal ini saling terkait. Jadi kenali apa yang menjadi kelebihan Anda. </p>
<p> Lalu bagaimana mengenali potensi? Caranya, amati bagaimana reaksi pertama pikiran Anda saat membayangkan empat hal ini:<br />
 * Sesuatu yang membuat Anda bersemangat melakukannya.<br />
 * Sesuatu yang Anda kerjakan atau yang Anda capai dengan luar biasa.<br />
 * sesuatu yang Anda kerjakan dengan senang hati.<br />
 * sesuatu yang Anda sukai.</p>
<p> Jadi, potensi apa yang Anda miliki saat ini? Jangan ragu untuk mengembangkannya!<br />
 <strong><br />
 <strong>5. Apa tindakan Anda?</strong></strong></p>
<p><strong><strong></strong></strong>Jangan terjebak pada masalah klasik yang terjadi pada kebanyakan orang. Tak sedikit orang yang tahu apa yang harus dilakukannya, tetapi takbanyak di antara mereka yang benar-benar melakukannya. Jawab pertanyaan ini, apa tindakan Anda? Dengan menjawabnya penuh kesadaran, Anda akan bertindak proaktif sekaligus bersungguh-sungguh bertindak nyata dan konsisten. </p>
<p> &#8220;Tindakan nyata mendorong keberanian Anda untuk melangkah dari hal paling sederhana hingga yang luar biasa, yang belum pernah terpikirkan oleh Anda sebelumnya. Selain juga mendorong Anda bertanggung jawab untuk mewujudkan keinginan Anda dan memotivasi Anda untuk mewujudkan impian, apa pun risikonya,&#8221; jelas Ainy.</p>
<p> Jadi, jika hingga saat ini Anda belum juga bisa merampungkan daftar resolusi tahun baru, singkirkan sementara daftar resolusi Anda. Siapkan catatan baru, alihkan perhatian Anda sebentar saja dengan menulis lima pertanyaan tadi, lalu jawablah satu per satu dengan tenang dan penuh kesadaran. </p>
<p> Jawaban dari setiap pertanyaan tadi menjadi panduan utama untuk menyusun apa pun resolusi Anda. Jawaban atas lima pertanyaan tadi menjadi acuan bagaimana Anda menjalankan berbagai peran setahun ke depan dengan lebih percaya diri, berani namun tetap rendah hati.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://female.kompas.com/read/2011/12/31/22335971/Mengawali.Tahun.dengan.Berani.dan.Percaya.Diri" target="_blank">female.kompas.com</a></p>
<p>Sumber gambar : 0tanpalilin0.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/07/mengawali-tahun-dengan-berani-dan-percaya-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

