<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia &#187; Manajemen</title>
	<atom:link href="http://jpmi.or.id/category/manajemen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jpmi.or.id</link>
	<description>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:00:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Xenia Melepas Belenggu Tugu Tani</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/xenia-melepas-belenggu-tugu-tani/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/xenia-melepas-belenggu-tugu-tani/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 07:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24387</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sore,seorang wartawan yang minta saya menandatangani buku yang dihadiahkan seusai wawancara protes: mengapa saya menggunakan pulpen sendiri, sedangkan ia sudah menyodorkan pulpennya di atas meja? Saya kaget kena protes dan bertanya kembali, ”Lho, pulpen Anda kan berwarna merah? Saya pakai pulpen sendiri karena warnanya hitam”. Dia pun menegaskan bahwa pulpennya juga berwarna hitam. Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24388" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/xenia-melepas-belenggu-tugu-tani/xenia-maut/"><img class="alignleft size-full wp-image-24388" src="http://jpmi.or.id/files/2012/02/Xenia-maut.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a>Suatu sore,seorang wartawan yang minta saya menandatangani buku yang dihadiahkan seusai wawancara protes: mengapa saya menggunakan pulpen sendiri, sedangkan ia sudah menyodorkan pulpennya di atas meja?</p>
<p>Saya kaget kena protes dan bertanya kembali, <em>”Lho, </em>pulpen Anda kan berwarna merah? Saya pakai pulpen sendiri karena warnanya hitam”. Dia pun menegaskan bahwa pulpennya juga berwarna hitam. Ini menarik! Sejak kapan pulpen dengan warna tutup dan ujung yang merah,bertinta hitam? Kami kemudian tertawa karena sudah terjadi misinterpretasi dari sebuah hal yang sangat sederhana. Ini yang disebut dengan <em>framing. </em>Proses <em>judging </em>yang terlalu cepat, dengan menggunakan <em>frame </em>tertentu di benak, tentang model umum sebuah pulpen.</p>
<p> Padahal, akan lain hasilnya, bila saya mengambil pulpen yang disodorkan, lalu mengecek sejenak warnanya di kertas lain, setelah itu baru memutuskan akan menggunakannya atau tidak. Hidup kita sebagai konsumen bergerak dengan sangat cepat. Sehingga,sering tidak sempat untuk memikirkan segala sesuatu dengan analisa mendalam. Tidak ada waktu untuk melakukan proses <em>check, re-check, double check,</em>serta <em>cross check. </em>Walaupun pekerjaan saya sebagai seorang etnografer menuntut proses validasi ulang temuan <em>insights </em>lapangan, ternyata, berperan sebagai konsumen pulpen,saya kembali pada fitrah–<em>jump to conclusion, </em>analisa permukaan, dan salah menyimpulkan.</p>
<p><strong>Melepaskan </strong><em><strong>Brand </strong></em><strong>dari Belenggu</strong></p>
<p><strong> </strong>Dalam <em>social theory, frame </em>terdiri dari skema interpretasi– koleksi dari anekdot dan stereotip yang digunakan oleh seseorang untuk menjelaskan sebuah objek atau untuk mengerti sebuah peristiwa. Dalam branding, salah satu kesulitannya adalah menghadapi konsumen yang sudah mempunyai frame interpretasi tertentu.</p>
<p> Masih ingatkah betapa beratnya Mizone menjelaskan kepada publik bahwa produknya aman bagi kesehatan, setelah terkena badai berita bahwa dirinya masuk dalam daftar produk yang mengandung pengawet?</p>
<p> Sejarah membuktikan,butuh waktu panjang melepas dari belenggu <em>frame </em>yang terlanjur terbentuk. Walaupun sudah dijelaskan dalam banyak jumpa pers, tulisan, serta iklan. Penjelasan bahwa pengawet dalam jumlah yang minimalis adalah hal yang biasa dalam teknologi pangan dan masuk ambang batas aman–tidak dengan serta merta melepas belenggu. Sangat sulit untuk mengeluarkan konsumen dari sebuah frame interpretasi situasi yang kurang menguntungkan bagi <em>brand.</em><em></p>
<p> </em>Dari sekian banyak pemberitaan tentang kasus tragedi kecelakaan Tugu Tani, berapa banyak yang tidak menyebutkan merek mobil yang dikendarai oleh Afriyani, sang aktor utama?</p>
<p> Hampir semua menuliskan <em>brand </em>Xenia sebagai aktor pendamping, baik di media konvensional hingga media sosial. Secara tidak sadar telah terbentuk <em>frame </em>tertentu. Melihat Afriyani di TV, tanpa ada gambar mobil pun, langsung teringat pada <em>brand </em>Xenia, dan proses mengingat ini dengan segala kepedihannya.</p>
<p><strong><em>Controlling the Uncontrollable </em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong>Dalam perjalanan membesarkan sebuah <em>brand, </em>banyak hal yang terjadi. Termasuk mengalami peristiwa negatif yang terjadi begitu saja dan ini tidak ada hubungannya dengan sikap dan perbuatan brand sendiri. Pemberitaan terhadap Xenia dalam tragedi, adalah sebuah situasi yang<em> uncontrollable. </em>Pada situasi ini,kecekatan seorang pengelola <em>brand </em>diuji. Harus bisa mengontrol kembali situasi. Bagaimana menghapus aspek negatif di benak masyarakat? Daihatsu butuh pendamping.</p>
<p> Setahu saya, cukup banyak konsultan PR yang mengkhususkan <em>service-</em>nya dalam bidang <em>crisis menagement. </em>Melepas Xenia dari <em>frame </em>yang terbentuk, menguraikan tali temali asumsi di benak tak sadar publik perlu dilakukan. Penanganan krisis <em>brand image </em>ini juga butuh penanganan jangka panjang. Tidak cukup hanya dengan serial iklan dan beberapa kali jumpa pers. Dalam situasi yang penuh tekanan,pengelola <em>brand </em>yang salah berucap bisa lebih memberatkan.</p>
<p> Menjelaskan bahwa Xenia aman, harus bersih dari unsur promosi.Bahwa salah seorang manajernya bersyukur penumpang mobil semuanya selamat dan tidak terluka (berkat Xenia), ternyata terbukti menuai badai baru. Saat ini tidak ada yang memedulikan salah atau tidaknya aktor pendamping. Bahwa <em>brand </em>kita masuk dalam daftar aktor pendukung sebuah sinetron, maka usaha untuk memutus rantai penghubung dengan peristiwa itu perlu strategi PR yang tajam. ”Xenia tidak bersalah” jangan hanya dikatakan dalam jumpa pers dan ditulis di media biasa. Berapa banyak yang sempat membaca pemberitaan media khusus tentang pembelaan <em>brand </em>yang tidak bersalah?</p>
<p> Berita jumpa pers pembersihan nama baik <em>brand </em>kalah menarik dari berita tentang permintaan maaf Afriyani,misalnya. Di media sosial,bahkan beredar foto-foto hasil plesetan. Kadang kala Afriyani-nya saja yang menjadi bintang.Tetapi, hari ini saya juga menerima edaran foto di BB group, foto rekayasa plesetan di mana di sana sang aktor pendamping yaitu Xenia masuk di dalamnya.</p>
<p> Pengadilan tinggi konsumen biasanya sangat <em>jump to conclusion, </em>tidak ada proses validasi ulang secara ilmiah dan terstruktur. Ini kan bukan sidang tesis di kampus. Melepas belenggu <em>framing</em> Xenia dari bersalah menjadi tidak bersalah perlu <em>endurance, </em>ketekunan, dan kontinuitas usaha dari divisi marcom dan PR perusahaan. Dalam pengadilan, kredibilitas brand yang bermasalah sangat rendah.</p>
<p> Daihatsu harus menggandeng banyak <em>key opinion leader </em>yang bebas kepentingan untuk menjelaskan posisinya. Mereka punya kemampuan lebih untuk melepas belenggu Xenia dari <em>frame</em> yang keliru.Tetapi, sekali lagi,tidak bisa terburu-buru.Tidak bisa <em>short cut. </em>Mengembalikan kepercayaan brand ke tingkat semula, tidak semudah membalikkan telapak tangan.</p>
<p> <strong>AMALIA E MAULANA PHD</strong><strong><br />
 <strong>Brand Consultant &amp; Ethnographer ETNOMARK</strong></strong></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://economy.okezone.com/read/2012/02/01/23/567184/xenia-melepas-belenggu-tugu-tani" target="_blank">economy.okezone.com</a></p>
<p>Sumber gambar : otomotif.bosmobil.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/xenia-melepas-belenggu-tugu-tani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Mengelola Keuangan Usaha</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/03/manajemen-mengelola-keuangan-usaha/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/03/manajemen-mengelola-keuangan-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 07:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23487</guid>
		<description><![CDATA[Ada kalanya pebisnis mengeluh penghasilan dari usahanya selalu habis sebelum ditabung. Kalau pun ada yang bisa ditabung, jumlahnya hanya sedikit. Padahal, proyek yang ia terima cukup banyak. Seharusnya, usahanya bisa berjalan lancar dan hidupnya bisa senang meski sedang tidak ada order. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Hal ini mungkin pernah dialami oleh sebagian orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23488" href="http://jpmi.or.id/2012/02/03/manajemen-mengelola-keuangan-usaha/mengelola-keuangan-perusahaan/"><img class="alignleft size-full wp-image-23488" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/mengelola-keuangan-perusahaan.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Ada kalanya pebisnis mengeluh penghasilan dari usahanya selalu habis sebelum ditabung. Kalau pun ada yang bisa ditabung, jumlahnya hanya sedikit. Padahal, proyek yang ia terima cukup banyak. Seharusnya, usahanya bisa berjalan lancar dan hidupnya bisa senang meski sedang tidak ada order. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.</p>
<p>Hal ini mungkin pernah dialami oleh sebagian orang yang mengawali dunia usaha. Apalagi, jika usaha tergolong jenis usaha keluarga. Pada awal usaha, saat mendapat proyek, uang selalu saja habis untuk menghidupi keluarga. Istilahnya, saat sudah senang, lupa segalanya. Lupa harus bayar listrik, telepon, internet, transportasi, dan sebagainya.</p>
<p>Dan satu hal yang selalu terlupakan adalah mencatat semua kegiatan dan transaksi. Tak banyak usaha kecil yang melakukannya. Padahal, pencatatan adalah langkah dasar penting yang harus dilakukan untuk memajukan usaha. Lalu, bagaimana mengatur keuangan usaha yang baik? Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan seperti kami sadur dari <em>Majalah Chic.</em></p>
<p><strong>1. Tentukan Porsi Keuangan</strong></p>
<p>Cara paling mudah untuk mengatur keuangan usaha adalah dengan menyepakati sejak awal berapa porsi uang yang akan digunakan sesuai lalu lintas uang yang dibutuhkan. Misalnya, berapa jumlah uang yang akan digunakan untuk membayar gaji, operasional perusahaan, serta berapa keuntungan yang akan digunakan mengembangkan usaha dan untuk ditabung.</p>
<p>Untuk langkah awal, Anda bisa mencoba membagi porsi 30:30:30:10. Porsi 30 persen untuk gaji, 30 persen lagi untuk operasional perusahaan, seperti sewa kantor, biaya listrik, telepon, fax, transportasi, dan lain sebagainya. Lalu 30 persen lainnya untuk mengembangkan usaha, dan sisa 10 persen untuk tabungan pribadi.</p>
<p>Jadi, misalnya pemasukan sebesar Rp 20 juta, Rp 6 juta (30 persen) langsung dipotong di awal untuk disishkan sebagai gaji, Rp 6 juta untuk biaya operasional, Rp 6 juta untuk biaya pengembangan usaha, dan Rp 2 juta untuk tabungan pribadi.</p>
<p>Pola pembagian dengan struktur jumlah persentase ini tidak mutlak. Anda boleh menentukan sendiri. Yang perlu diperhatikan adalah kedisiplinan dalam membagi berdasar nilai yang sudah disepakati di awal. Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah mengatur keuangan usaha.</p>
<p><strong>2. Pisahkan Rekening Pribadi dan Usaha</strong></p>
<p>Setelah porsi ditentukan, langkah berikutnya lakukan pencatatan keuangan usaha. Memang jika usaha masih kecil, kita cenderung sering menyamakan antara uang yang diterima dalam usaha dan uang untuk kepentingan pribadi. Bahkan kita biasanya menyimpan uang itu dalam satu nomor rekening.</p>
<p>Padahal, jika keuangan usaha dan keuangan pribadi digabung, Anda akan kesulitan dalam melakukan monitoring pendapatan atau pun pengeluaran yang telah dilakukan. Dengan melakukan pemisahan pencatatan antara keuangan usaha dengan keuangan pribadi, maka akan lebih mudah untuk membedakan antara arus dana dari usaha dengan penggunaan uang untuk kepentingan pribadi.</p>
<p>Di samping itu, pemisahan pencatatan juga dapat memberikan informasi lebih jelas tentang keadaan finansial dari usaha yang sedang dijalankan. Apalagi saat ini sejumlah bank sudah menyediakan produk layanan yang dapat mendukung pencatatan keuangan usaha Anda. <br />
 <strong> </strong></p>
<p><strong>3. Jangan Mudah Tergoda</strong></p>
<p>Inilah poin yang utama sebagai bentuk usaha mendisiplinkan diri. Dan, memang kunci utama mengatur keuangan usaha adalah disiplin dalam mematuhi porsi persentase yang kita atur untuk keuangan usaha dan pribadi.</p>
<p>Godaan biasanya sering datang saat sedang banyak order. Barang-barang tadinya belum terlalu penting jadi seperti &#8220;minta dibeli&#8221;. Ada kalanya, saat uang masuk dalam jumlah besar, tiba-tiba kita merasa butuh ini dan itu. Salah satunya, membeli baju dengan alasan agar terlihat lebih pantas saat bertemu klien.</p>
<p>Memang tidak ada salahnya memenuhi keinginan itu. Namun dengan catatan, Anda mesti bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Sebelum membeli sesuatu dengan alasan usaha, tanyakan dulu, apakah itu merupakan kebutuhan mendesak atau keinginan yang bisa ditunda. Nah, jawaban ini yang akan membantu Anda menentukan ke mana uang bisa digunakan.</p>
<p>Bila memungkinkan dan punya cukup dana, Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk pencatatan keuangan usaha. Dengan software ini, pencatatan keuangan bisa dilakukan lebih profesional dan rapi. Dengan begitu, Anda juga tidak memiliki celah untuk seenaknya mengambil uang usaha untuk kebutuhan pribadi.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis.html" target="_blank">ciputraentrepeneurship.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: mark-griffin.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/03/manajemen-mengelola-keuangan-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Berwirausaha Ala Jokowi</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/30/kiat-berwirausaha-ala-jokowi/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/30/kiat-berwirausaha-ala-jokowi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 07:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24121</guid>
		<description><![CDATA[Dalam waktu yang terbilang singkat yakni sekitar 30 menit, Wali Kota Solo, Joko Widodo memaparkan apa saja yang harus diperhatikan ketika kita mau berwirausaha. &#8220;Tahun 1988 , saya mulai usaha (mebel) dari minus,&#8221; sebut Jokowi, begitu kerap ia disapa, kepada para peserta seminar Pesta Wirausaha Tangan Di Atas 2012 , di Jakarta, Minggu ( 29/1/2012 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24122" href="http://jpmi.or.id/2012/01/30/kiat-berwirausaha-ala-jokowi/jokowi/"><img class="alignleft size-full wp-image-24122" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/Jokowi.jpg" alt="" width="279" height="300" /></a>Dalam waktu yang terbilang singkat yakni sekitar 30 menit, Wali Kota Solo, Joko Widodo memaparkan apa saja yang harus diperhatikan ketika kita mau berwirausaha.</p>
<p>&#8220;Tahun 1988 , saya mulai usaha (mebel) dari minus,&#8221; sebut Jokowi, begitu kerap ia disapa, kepada para peserta seminar Pesta Wirausaha Tangan Di Atas 2012 , di Jakarta, Minggu ( 29/1/2012 ).</p>
<p>Mengapa minus? Ia mengaku memulai usaha mebel dengan meminjam modal dari bank. Produksi pun hanya dilakukan oleh empat orang tukang termasuk dirinya dengan bengkel kerja ukuran 8&#215;4 meter yang statusnya sewa.</p>
<p>Tetapi, sasaran pasarnya tidak sebatas Solo, tetapi sampai ke Jogjakarta dan Jakarta. Ia pun mengungkapkan, keuntungan yang didapat dari tiap barang lebih besar di pasar domestik ketimbang pasar ekspor. Tetapi jumlah pesanannya sedikit, bahkan pernah tidak dibayar.</p>
<p>Inilah gambaran sekilas mengenai usaha mebelnya. Ia mengaku jatuh bangun dalam mengembangkan usaha ini. Tetapi, kata Jokowi, ketika ia jatuh ia harus bangkit lagi. Lalu, tidak lantas ia mencari peruntungan di produk lainnya.</p>
<p>Ia berusaha konsisten di usaha mebel. &#8220;Bahwa produk apapun harus ditekuni. Jangan pindah-pindah usaha,&#8221; tegas Jokowi.</p>
<p>Lalu, Jokowi menyebutkan bahwa ketika ada kesempatan itu harus diambil. Tetapi, ia mengingatkan, perlu juga diperhitungkan risikonya. Terkait ini, ia bercerita, sepulangnya dari pameran di Singapura, ia mendapat tantangan untuk mengekspor satu bulan sebanyak 18 kontainer. Padahal saat itu, ia hanya mampu mengekspor satu kontainer dalam 3 bulan.</p>
<p>Dikatakan Jokowi, saat itu adalah detik-detik yang paling sulit dalam hidupnya. Dengan memperhitungkan risikonya, ia pun mengambil tantangan itu. &#8220;Dari sini, kita bisa loncat ke level yang lebih tinggi,&#8221; ucap dia sebagai alasannya mengapa dia mengambil kesempatan meningkatkan volume ekspor.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menerangkan, bagaimana membangun merek itu penting sekali. Produk harus identik dengan produsen dan identik dengan perusahaannya. &#8220;Sebagus apapun produk, tapi kalau manajemen produknya tidak baik, ya tidak kelihatan (produknya oleh pasar),&#8221; tegas Jokowi yang kini menjadi <em>brand ambassador </em>mobil nasional Kiat Esemka yakni rakitan sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo.</p>
<p>Dalam berwirausaha, Jokowi juga berpesan jangan sekali-kali pengusaha masuk ke dalam zona nyaman. Masuklah ke zona yang banyak tantangan. &#8220;Jangan sekali-kali masuk ke zona nyaman. (Jika masuk) habislah kita,&#8221; pungkas Jokowi yang juga menyatakan meluangkan waktu hingga 9 jam hanya untuk bekerja</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/01/29/14462494/Kiat.Berwirausaha.ala.Jokowi" target="_blank">bisniskeuangan.kompas.com</a></p>
<p>Sumber gambar : politik.kompasiana.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/30/kiat-berwirausaha-ala-jokowi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Karyawan, Kepercayaan adalah Kunci</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/27/manajemen-karyawan-kepercayaan-adalah-kunci/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/27/manajemen-karyawan-kepercayaan-adalah-kunci/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 07:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=22993</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat banyak alasan untuk mencoba menciptakan sebuah suasana di tempat kerja yang membuat orang-orang di dalamnya merasa senang. Dalam perusahaan-perusahaan yang bergantung pada bakat kreatif, sebuah lingkungan kerja yang mendorong permainan akan membuat orang berkumpul, menghancurkan sekat-sekat yang ada dan membuat sebuah suasana kerja yang lebih cair, santai, dan mendukung kerjasama satu sama lain. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-22994" href="http://jpmi.or.id/2012/01/27/manajemen-karyawan-kepercayaan-adalah-kunci/kepercayaan-bisnis/"><img class="alignleft size-full wp-image-22994" src="http://jpmi.or.id/files/2011/12/kepercayaan-bisnis1.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Terdapat banyak alasan untuk mencoba menciptakan sebuah suasana di tempat kerja yang membuat orang-orang di dalamnya merasa senang. Dalam perusahaan-perusahaan yang bergantung pada bakat kreatif, sebuah lingkungan kerja yang mendorong permainan akan membuat orang berkumpul, menghancurkan sekat-sekat yang ada dan membuat sebuah suasana kerja yang lebih cair, santai, dan mendukung kerjasama satu sama lain.</p>
<p>Dan Nye, CEO situs jejaring sosial bisnis LinkedIn dari tahun 2007 hingga 2009, menjelaskan bagaimana perusahaannya yang tumbuh pesat itu mencoba sesuatu yang tidak lazim untuk menciptakan atmosfer yang memungkinkan para generasi muda berkumpul, bersenang-senang dan bekerja lembur.</p>
<p>&#8220;Kami memiliki sebuah ruang permainan besar yang di dalamnya ada PlayStation 2 dan permainan Guitar Hero. Kami juga punya meja ping pong dan meja biliar. Lalu apa gagasan di balik semua permainan ini? Permainan-permainan ini membuat orang dari semua bagian berinteraksi, berkomunikasi dan bermain. Kami mencoba membangun ikatan sosial dan meniadakan penghalang antarkelompok. Kami juga melakukannya agar orang bisa makan atau bermain dengan cepat dan tetap bekerja lembur. Ini merupakan keputusan bisnis yang hebat.&#8221;</p>
<p>Jacqueline Novogratz ialah seorang filantropis ventura dengan Acumen Fund, sebuah ventura nirlaba yang dioperasikan untuk mengatasi kemiskinan dunia. Ia memimpin proyek-proyek kewirausahaan lokal di seluruh penjuru dunia, banyak yang di antaranya dijalankan oleh perempuan. Ia berbicara tentang pentingnya tertawa bersama dan tentang kenyataan bahwa pada tingkatan yang paling dasar, harga diri merupakan faktor pendorong yang lebih kuat daripada uang.</p>
<p>&#8220;Pelajaran nyata bagi saya ialah bagaimana harga diri jauh lebih penting bagi jiwa manusia daripada kekayaan. Dan apa yang semua wanita itu, sebagaimana juga kita semua, butuhkan ialah mengetahui bahwa kami bisa memenuhi kebutuhan dasar tetapi untuk memiliki kekuatan untuk mampu mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak kita kehendaki, yang kita tidak ingin lakukan. Dan kepemimpinan sebagai sebuah cara menginspirasi, mendengar, dan memungkinkan orang-orang yang Anda tahu untuk mengembangkan diri mereka sendiri. Dan itu hanya sebuah pengalaman kecil dalam beberapa sudut pandang, tetapi satu yang saya pikirkan sepanjang waktu yang mengajarkan pada saya banyak hal tentang mendengar dan harga diri dan tertawa sebagai sebuah komponen yang amat sangat penting. Semakin saya tertekan, semakin sedikit hal yang berhasil dan semakin banyak kita tertawa, semakin banyak hal yang mampu kita selesaikan.&#8221;</p>
<p>Jika Anda ingin orang-orang menikmati saat-saat mereka bekerja, cobalah untuk membuat tempat kerja menjadi sebuah tempat yang lebih menyenangkan. Bersenang-senang saat bekerja memecah penghalang dan menciptakan kelompok-kelompok informal yang melintasi hirarki yang telah ada di dalam perusahaan. Saat pekerjaan menjadi menyenangkan, orang-orang akan lebih suka  tetap bekerja di perusahaan. Dalam perusahaan yang  penuh dengan ketegangan bagi manusia yang berada di dalamnya, tertawa bersama-sama bisa menjadi sebuah unsur penting dalam menjaga semangat tetap membara.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/183-hrd.html?start=9" target="_blank">ciputraentrepreneurship.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: speaking-inside.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/27/manajemen-karyawan-kepercayaan-adalah-kunci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Tips Hidup Bebas Utang</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/23/6-tips-hidup-bebas-utang/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/23/6-tips-hidup-bebas-utang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 07:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23832</guid>
		<description><![CDATA[Berhemat dalam menjalankan hidup sepertinya sangat sulit dalam dilakukan. Sayangnya, hanya itu obat yang perlu disuntikkan jika kondisi finansial anda tidak sehat karena terlalu banyak dalam berutang. Ada dua macam orang yang punya utang. Pertama, mereka yang sudah terbiasa bergantung pada utang di kehidupan sehari-harinya. Kedua, mereka yang mengutang untuk membeli rumah, bisnis, atau alasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23837" href="http://jpmi.or.id/2012/01/23/6-tips-hidup-bebas-utang/bisnis-tanpa-hutang/"><img class="alignleft size-full wp-image-23837" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/bisnis-tanpa-hutang.jpg" alt="" width="302" height="200" /></a>Berhemat dalam menjalankan hidup sepertinya sangat sulit dalam dilakukan. Sayangnya, hanya itu obat yang perlu disuntikkan jika kondisi finansial anda tidak sehat karena terlalu banyak dalam berutang.</p>
<p>Ada dua macam orang yang punya utang. Pertama, mereka yang sudah terbiasa bergantung pada utang di kehidupan sehari-harinya. Kedua, mereka yang mengutang untuk membeli rumah, bisnis, atau alasan lain tapi akhirnya tak mampu membayar akibat kesulitan keuangan.</p>
<p> Satu hal yang sama dari keduanya adalah, mereka sama-sama ingin bisa keluar dari jeratan utangnya sesegera mungkin. Pasalnya, utang itu seperti elang yang sedang terbang rendah mencari mangsa, anda tidak akan pernah tahu kapan elang itu menerkam.</p>
<p> Menurut penyair terkenal asal Amerika Serikat (AS) Ogden Nash, &#8220;Utang itu menarik ketika pertama kali didapat, tapi menjadi menyebalkan saat ingin menyingkirkannya.&#8221;</p>
<p> Anda tidak bisa menyingkirkan tagihan-tagihan utang begitu saja, caranya harus dimulai dengan mengubah gaya hidup anda dan menganggap bahwa setiap satu rupiah itu berharga sekali.</p>
<p> Meski mengubah gaya hidup tidak semudah kelihatannya, tapi hal ini harus dilakukan, dipaksakan kalau bisa, demi menyelamatkan hidup anda secara perlahan-lahan.</p>
<p> Seperti dikutip dari <em>Financial Highway</em>, Jumat (19/1/2012), enam tips di bawah ini bisa membantu anda mengubah gaya hidup dan mulai berhemat hingga terbebas dari utang.</p>
<p> <strong>1. Pisahkan antara &#8216;kebutuhan&#8217; dan &#8216;keinginan&#8217;</strong></p>
<p> Anda harus mampu memisahkan antara kebutuhan dan keigninan. Pasti anda punya banyak barang-barang di rumah yang dibeli hanya karena ingin, karena sebetulnya tidak benar-benar butuh. Sebelum membeli sesuatu, pelajari dengan seksama produk tersebut. Jika anda pikir kebutuhannya mendesak, barulah anda keluarkan rupiah. Jika ternyata hanya ingin beli, anda bisa menunggu sampai terbebas dari utang terlebih dahulu.</p>
<p> <strong>2. Ubah kebiasaan belanja</strong></p>
<p> Manusia mudah tergoda untuk membeli sesuatu. Kebiasaan buruk ini biasanya lebih banyak diderita oleh wanita, karena wanita lebih sering berbelanja barang yang tidak sesuai dengan rencana awal. Anda bisa menghindari kejadian seperti ini dengan mencatat barang yang anda butuhkan dan jangan tergoda untuk keluar melanggar catatan tersebut.</p>
<p> <strong>3. Berhati-hati dalam belanja bulanan</strong></p>
<p> Semakin minim waktu yang anda habiskan di supermarket semakin baik, karena barang belanjaan pun semakin minim. Jangan pernah membawa anak kecil saat belanja bulanan, karena selain anak kecil suka minta barang yang aneh-aneh, waktu yang anda habiskan di supermarket juga jadi lebih lama.</p>
<p> Ambil barang-barang yang anda butuhkan dengan cepat, tapi jangan lupa cek masa kadaluarsanya sekali lagi. Dengan sering berbelanja di tempat yang sama biasanya ada bagusnya, karena anda bisa mendapatkan potongan harga atau bonus.</p>
<p> <strong>4. Selalu bayar tagihan tepat waktu</strong></p>
<p> Selalu bayar semua tagihan, termasuk utang tepat waktu. Karena selain menunda-nunda itu tidak baik, anda juga akan terkena tambahan bunga jika telat membayar. Jika memungkinkan, minta bank anda secara otomatis membayar tagihan melalui rekening.</p>
<p> Berhematlah dalam pemakaian energi, seperti listrik, BBM dan gas supaya tagihannya tidak terlalu besar. Ketika ingin menarik uang dari ATM, cari mesin yang tidak memotong biaya transaksi.</p>
<p> <strong>5. Hentikan kebiasaan bayar minimal batas utang</strong></p>
<p> Kebanyakan bank mematok pembayaran utang minimum per bulan berkisar antara 2-5% dari total. Jangan termakan umpan yang diberikan bank tersebut, karena dengan cara itu anda akan terjebak membayar utang dalam jangka waktu yang cukup panjang.</p>
<p> Semakin lama anda berutang kepada bank, semakin banyak uang yang harus anda keluarkan. Jangan biarkan kebiasaan ini menguasai anda. Bayarlah utang semampu mungkin tanpa harus membebani pengeluaran bulanan lainnya.</p>
<p> <strong>6. Potong anggaran hiburan</strong></p>
<p> Jangan sering nongkrong dengan teman yang kerjaannya hanya berhura-hura setiap malam. Anda harus ingat, bersenang-senang itu tidak gratis. Hindari membeli sarapan dan kopi di kantin untuk sarapan jika memang anda bisa menyiapkannya di rumah sebelum berangkat.</p>
<p> Lebih jauh lagi, jika anda penggemar film, anda bisa menontonnya di hari-hari kerja saat malam hari, yang biasanya lebih murah ketimbang di akhir pekan. Hidup bebas dari utang itu hanya masalah mengubah gaya hidup. Semakin cepat anda mengikuti beberapa tips di atas, semakin cepat anda bisa terbebas dari utang.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://finance.detik.com/read/2012/01/20/072820/1820598/479/6-tips-hidup-bebas-utang?f991107479" target="_blank">detik.com</a></p>
<p>Sumber gambar : facebook.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/23/6-tips-hidup-bebas-utang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Memanfaatkan Waktu yang Efektif</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/20/manajemen-memanfaatkan-waktu-yang-efektif/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/20/manajemen-memanfaatkan-waktu-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 07:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23008</guid>
		<description><![CDATA[Bagi kebanyakan orang waktu dilewatkan begitu saja, tanpa harus dimanfaatkan secara bermakna. Namun, jika Anda seorang entrepreneur, Anda pasti tahu bagaimana berharganya waktu bagi kemajuan usaha Anda. Waktu tidak hanya setara dengan uang, namun lebih dari itu. Waktu merupakan aset tak kasat mata yang paling sulit untuk dikendalikan penggunaannya. Untuk itulah diperlukan beberapa panduan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23009" href="http://jpmi.or.id/2012/01/20/manajemen-memanfaatkan-waktu-yang-efektif/time-bussiness/"><img class="alignleft size-full wp-image-23009" src="http://jpmi.or.id/files/2011/12/time-bussiness.jpg" alt="" width="300" height="192" /></a>Bagi kebanyakan orang waktu dilewatkan begitu saja, tanpa harus dimanfaatkan secara bermakna. Namun, jika Anda seorang entrepreneur, Anda pasti tahu bagaimana berharganya waktu bagi kemajuan usaha Anda.</p>
<p>Waktu tidak hanya setara dengan uang, namun lebih dari itu. Waktu merupakan aset tak kasat mata yang paling sulit untuk dikendalikan penggunaannya. Untuk itulah diperlukan beberapa panduan yang bisa membuat Anda memanfaatkan waktu dengan lebih efisien lagi.   Berikut beberapa strategi yang dapat Anda terapkan yang kami sadur dari buku Bob Adams berjudul “Small Business Start-Up: Your Comprehensive Guide to Start Up”:</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1. Rencanakan aktivitas harian dan mingguan Anda</strong></p>
<p>Jangan mengharapkan bisa mengelola sebuah bisnis yang sukses jika disiplin pribadi Anda begitu lemah. Jadilah seorang pengelola yang efektif dengan membuat sebuah jadwal bagi aktivitas harian dan mingguan Anda. Bagilah waktu dengan bijak. Jelaskan alokasi waktu dari tiap kegiatan yang harus dilakukan. Dan tiap minggu, pilihlah jenis aktivitas yang Anda jadikan prioritas untuk dilaksanakan.</p>
<p><strong> 2.</strong> <strong>Membuat Prioritas</strong></p>
<p>Agar dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan seoptimal mungkin, Anda harus membuat sebuah skala prioritas, dimulai dengan mengerjakan sesuatu yang paling penting dan peka terhadap perubahan waktu serta memiliki pengaruh paling besar dan luas terhadap keberlangsungan perusahaan secara global.</p>
<p>Beberapa jenis tugas atau pekerjaan bisa bersifat mendesak dan penting. Contohnya sebuah presentasi untuk calon klien potensial. Namun sering tugas yang bersifat mendesak bukanlah sebuah pekerjaan yang paling penting.</p>
<p>Banyak pemilik sekaligus pengelola bisnis kecil memiliki kecenderungan untuk berpikir bahwa mereka harus memulai hari kerja dengan menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari yang sebenarnya kurang bermakna bagi kemajuan perusahaan di masa datang. Tugas-tugas tersebut seperti menguji atau meluncurkan produk baru, mengevaluasi produk yang sudah ada di pasaran agar bisa lebih memenuhi harapan konsumen, mengkaji kembali sudut pandang pemasaran yang sesuai dengan perkembangan pasar terkini, atau menyusun dan merevisi rencana bisnis.</p>
<p>Lakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut meskipun konsekuensinya Anda harus meluangkan waktu lebih banyak. Kadang hal ini juga membuat Anda mengorbankan pekerjaan lainnya yang lebih mendesak. Namun, Anda tentu bisa menyiasatinya dengan mendelegasikannya kepada bawahan.</p>
<p><strong>S</strong><strong>isihkan waktu untuk yang tak terduga</strong><strong>. </strong>Sebagai seorang pemilik bisnis tentunya tidak aneh lagi dengan segala hal yang berbau mendadak. Hal-hal yang mendadak ini mungkin tidak akan berdampak besar jika tidak terlalu mendesak atau penting tetapi jika hal yang mendadak tersebut bisa menentukan berkembang tidaknya bisnis Anda, maka tidak ada pilihan lainnya selain mengerjakannya hingga selesai secepatnya. Ada baiknya saat menyusun jadwal harian atau mingguan, Anda alokasikan sebuah waktu tambahan untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang datangnya tidak terduga.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/13544-strategi-memanfaatkan-waktu-dengan-efektif.html" target="_blank">ciputraentrepreneurship.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: timesavers.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/20/manajemen-memanfaatkan-waktu-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perhatikan 8 Hal Ini Sebelum Stop Bekerja dan Mulai Usaha Sendiri</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/16/perhatikan-8-hal-ini-sebelum-stop-bekerja-dan-mulai-usaha-sendiri/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/16/perhatikan-8-hal-ini-sebelum-stop-bekerja-dan-mulai-usaha-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 07:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23633</guid>
		<description><![CDATA[Anda memimpikan untuk bekerja di rumah, tanpa mengganti baju tidur sambil minum kopi di meja kerja sebelah kasur atau apapun alasannya? Anda tidak sendiri, banyak orang mendambakan bekerja tanpa harus keluar dari rumah tetapi tetap menghasilkan uang. Sepertinya memang menyenangkan, tapi butuh kerja keras dan dedikasi tinggi. Jika anda serius untuk menjadi bos bagi diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23634" href="http://jpmi.or.id/2012/01/16/perhatikan-8-hal-ini-sebelum-stop-bekerja-dan-mulai-usaha-sendiri/kerja-dari-rumah/"><img class="alignleft size-full wp-image-23634" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/kerja-dari-rumah.jpg" alt="usaha di rumah" width="300" height="284" /></a>Anda memimpikan untuk bekerja di rumah, tanpa mengganti baju tidur sambil minum kopi di meja kerja sebelah kasur atau apapun alasannya? Anda tidak sendiri, banyak orang mendambakan bekerja tanpa harus keluar dari rumah tetapi tetap menghasilkan uang.</p>
<p>Sepertinya memang menyenangkan, tapi butuh kerja keras dan dedikasi tinggi. Jika anda serius untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan bisa menentukan tempat bekerja yang sesuai keinginan anda, berikut ini ada beberapa tips dikutip dari <em>Financial Edge</em>.</p>
<p> <strong>1. Analisa Situasi Keuangan Anda</strong></p>
<p> Langkah terpenting dalam memulai usaha sendiri adalah mengetahui pemasukan dan pengeluaran anda setiap bulan. Termasuk untuk apa dan bagaimana pengeluaran dan pendapatan tersebut didapat. Perusahaan anda layak mendapatkan semua itu sejak awal dibangun.</p>
<p> Hitunglah seluruh keuangan anda dengan baik, tak hanya keuangan pribadi tapi juga perkiraan biaya yang diperlukan untuk membuka usaha sendiri tersebut. Berapa banyak uang yang diperlukan untuk memulai? Berapa biaya operasinya setelah satu minggu berjalan? Dengan angka-angka ini di tangan, kemampuan finansial anda akan terlihat dengan jelas.</p>
<p> <strong>2. Perhatikan Stabilitas dan Disiplin Diri Sendiri</strong></p>
<p> Uang bukan hanya faktor utama dalam menjalankan bisnis sendiri. Anda juga harus tahu bagaimana bertindak dan disiplin menjadi seorang bos bagi diri sendiri. Lihat beberapa poin di bawah ini:</p>
<ul>
<li>Tingkat emosi: Apakah anda mudah marah atau      panik? Apa anda sulit berpikir saat ada masalah? Bagaimana sikap anda      menghadapi tekanan kerja?</li>
<li>Faktor pendukung: Apakah anda mendapat dukungan      dari keluarga dan teman dekat? Apakah anda punya seseorang yang mahir      dalam bisnis, seseorang yang bisa dimintai bantuan dalam mengambil keputusan      dan meminta masukan?</li>
<li>Keahlian manajemen: Apakah anda terlalu bekerja      keras? Anda terbiasa kerja dengan tenggat waktu? Bisa memimpin organisasi?</li>
</ul>
<p>Menjadi bos bagi diri sendiri berarti anda harus benar-benar menghargai waktu, uang dan proyek.</p>
<p> <strong>3. Rancang Rencana Kerja</strong></p>
<p> Jika anda menjadi bos, berarti anda akan punya karyawan, jadi bagaimana rencana kerjanya nanti? Jangan tentukan rencana kerja setengah hati karena ini merupakan bisnis yang akan menjadi penopang hidup anda.</p>
<p> Misalkan anda berniat menjadi konsultan bisnis, jangan hanya berhenti sampai di situ. Tentukan juga konsultan bisnis di sektor industri apa anda akan bergerak. Sekalian tentukan juga siapa klien-klien potensial anda.</p>
<p> <strong>4. Mulailah Bekerja Paruh Waktu</strong></p>
<p> Biasanya butuh beberapa bulan untuk benar-benar mulai menjalankan bisnis sendiri secara penuh. Untuk memulainya, anda bisa lakukan dengan cara paruh waktu. Sebagian besar waktu anda lakukan dengan bekerja di kantor yang sekarang anda punya. Akhir pekan tiba, jalankan bisnis pribadi anda tersebut.</p>
<p> Mengapa harus perlahan-lahan? Kenapa tidak langsung fokus sekaligus? Alasannya, mencari klien tidak semudah yang anda bayangkan, perlu banyak waktu dan tenaga. Bahkan, waktu kerja anda tidak akan terlalu padat saat awal memulai bisnis, jadi untuk apa menghabiskan banyak waktu kalau anda punya pekerjaan yang lebih penting.</p>
<p> Tunggu sampai benar-benar klien dan keuangan anda siap dikerjakan secara total. Sementara ini lakukan dua pekerjaan sekaligus dulu. Memang anda akan lebih sibuk, tapi ini akan membantu anda dalam mengatur manajemen waktu.</p>
<p> <strong>5. Jalankan Masa Transisi</strong></p>
<p> Ketika jumlah klien sudah mulai banyak, keinginan untuk bekerja di rumah akan semakin besar. Pada titik ini, anda memasuki masa transisi yang sangat penting.</p>
<p> Jika memungkinkan, mintalah pada bos anda saat ini untuk mengurangi jam kerja anda, sehingga bisa lebih fokus ke bisnis pribadi. Jika tidak memungkinkan, maka anda harus bekerja lebih keras. Dari sisi keuangan, semakin anda berhemat maka semakin baik untuk bisnis.</p>
<p> <strong>6. Siapkan &#8216;Kantor&#8217;</strong></p>
<p> Segera setelah semua elemen siap, anda sudah menjadi sebuah entitas bisnis yang legal. Urus semua urusan administrasi untuk keperluan pembentukan perusahaan supaya tidak ada aspek hukum yang bisa mengganjal anda di kemudian hari. Mintalah bantuan profesional untuk mengurus semua ini.</p>
<p> Anda harus segera mengakhiri masa transisi ini dengan menentukan pilihan, apakah anda sudah siap mengerjakan bisnis pribadi atau masih ingin jadi karyawan? Semakin cepat masa transisi ini terselesaikan maka semakin cepat pula bisnis anda dimulai.</p>
<p> <strong>7. Jangan Putus Hubungan</strong></p>
<p> Ketika sudah saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada perusahaan tempat anda bekerja selama ini, lakukan secara profesional. Beberapa rekan kerja anda di tempat yang lama kemungkinan bisa membantu bisnis anda ke depan. Jangan sampai putus hubungan hanya karena anda keluar dari pekerjaan saat ini.</p>
<p> <strong>8. Pastikan Pekerjaan Terus Mengalir</strong></p>
<p> Kunci kesuksesan sebuah bisnis adalah memastikan pekerjaan terus mengalir. Atur semua jadwal pekerjaan yang paling baru paling utama, sehingga tidak ada pekerjaan yang tertinggal. Kini, semua tergantung anda sendiri, mulai dari mencari klien sampai mendapat pemasukan setiap akhir bulan.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber  : <a href="http://finance.detik.com/read/2012/01/16/081459/1816146/479/perhatikan-8-hal-ini-sebelum-stop-bekerja-dan-mulai-usaha-sendiri?f9911023" target="_blank">detik.com</a></p>
<p>Sumber gambar : asmawati.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/16/perhatikan-8-hal-ini-sebelum-stop-bekerja-dan-mulai-usaha-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Membuat Lingkungan Kerja Produktif</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/13/manajemen-membuat-lingkungan-kerja-produktif/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/13/manajemen-membuat-lingkungan-kerja-produktif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 07:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=22998</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi lingkungan kerja tentunya memegang peranan penting terhadap baik buruknya kualitas hasil kinerja karyawan. Bila lingkungan kerja Anda cukup nyaman dan komunikasi antar anggota tim berjalan lancar, maka bisa dipastikan performa yang dihasilkan pun tentu akan maksimal. Namun sebaliknya, apabila lingkungan kerja Anda dipenuhi dengan kekacauan dan diwarnai persaingan yang tidak sehat antar anggota team, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-22999" href="http://jpmi.or.id/2012/01/13/manajemen-membuat-lingkungan-kerja-produktif/lingkungan-kerja/"><img class="alignleft size-full wp-image-22999" src="http://jpmi.or.id/files/2011/12/lingkungan-kerja1.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a>Kondisi lingkungan kerja tentunya memegang peranan penting terhadap baik buruknya kualitas hasil kinerja karyawan. Bila lingkungan kerja Anda cukup nyaman dan komunikasi antar anggota tim berjalan lancar, maka bisa dipastikan performa yang dihasilkan pun tentu akan maksimal. Namun sebaliknya, apabila lingkungan kerja Anda dipenuhi dengan kekacauan dan diwarnai persaingan yang tidak sehat antar anggota team, maka yang tercipta adalah kejenuhan dari para karyawan yang pada akhirnya akan menurunkan motivasi kerja mereka setiap harinya.</p>
<p>Untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif memang tidak mudah. Butuh kontribusi langsung dari masing-masing anggota tim, agar suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan bisa tercipta dengan sendirinya. Hal ini perlu diperhatikan para pimpinan perusahaan, mengingat kondisi lingkungan kerja yang kondusif akan mendorong tiap anggota di dalamnya untuk menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Berikut adalah beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang cukup produktif.</p>
<p><strong>Pertama,</strong><strong> </strong>mulailah dengan membangun komunikasi yang baik antar anggota tim. Tak bisa dipungkiri, komunikasi merupakan jembatan untuk para karyawan dalam membangun sebuah kerjasama yang kokoh. Bila komunikasi antar karyawan berjalan lancar, maka keharmonisan tim akan terus terjaga dan hubungan pertemanan mereka semakin kuat, sehingga mereka tidak akan sungkan untuk saling berbagi dan bahu membahu menyelesaikan semua permasalahan kerja yang ada.</p>
<p><strong>Kedua,</strong><strong> </strong>beri kebebasan pada karyawan Anda untuk menciptakan ruang kerja yang senyaman mungkin bagi mereka. Hampir setiap hari para karyawan mengerjakan tugas kerja yang sama dan di ruangan yang sama pula, hal ini tentunya akan menimbulkan kejenuhan pada karyawan apabila mereka tidak nyaman dengan lingkungan kerja mereka. Karena itulah, berikan kesempatan pada karyawan Anda untuk berkreasi menciptakan dekorasi dan tata ruang senyaman mungkin, agar mereka betah berlama-lama mengerjakan tugasnya di ruang kerja mereka.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, adanya <em>support</em><em> </em> yang positif dari pihak manajemen. Selain hubungan antar anggota team dan kondisi ruang kerja yang nyaman, dibutuhkan pula dukungan penuh dari pihak manajemen perusahaan. Hal ini terkait dengan kesejahteraan para karyawan dan peraturan kerja yang harus dipatuhi para karyawan. Peraturan perusahaan yang saling menguntungkan dan kesejahteraan karyawan yang terjamin menjadi salah satu motivasi yang cukup besar untuk meningkatkan kinerja para karyawan.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, miliki mimpi besar yang sama. Ketika semua anggota tim memiliki mimpi dan tujuan yang sama, maka setiap langkah yang mereka jalankan akan saling mendukung hingga pada akhirnya tujuan besar mereka bisa tercapai. Disinilah penananam visi da misi perusahaan perlu Anda tekankan pada setiap anggota team, sehingga mereka tidak segan untuk memberikan performa terbaiknya agar impian yang telah dicita-citakan bisa terwujud dengan segera.</p>
<p>Terciptanya lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan, tentunya akan membentuk budaya kerja yang cukup produktif sehingga setiap anggota team selalu termotivasi untuk memberikan performa terbaiknya untuk menyelesaikan semua tugas-tugasnya sesuai dengan peran mereka. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca dan memberikan semangat baru bagi rekan-rekan semua yang sedang menjalankan usaha.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://bisnisukm.com/menciptakan-lingkungan-kerja-yang-produktif." target="_blank">bisnisukm.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: visualphotos.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/13/manajemen-membuat-lingkungan-kerja-produktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Android Inside! Belajar dari Pertemanan Samsung</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/09/android-inside-belajar-dari-pertemanan-samsung/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/09/android-inside-belajar-dari-pertemanan-samsung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 07:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[ICT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23414</guid>
		<description><![CDATA[Jika tahun baru selalu dikaitkan dengan resolusi janji pada diri sendiri yang berdampak pada personal branding, berapa banyak dari Anda yang menyempatkan diri memikirkan resolusi janji brand perusahaan? Jangan mengatakan bahwa itu tidak perlu lagi karena business plan sudah selesai disusun. Marketing plan sudah siap diperbanyak untuk dilaksanakan. Ada yang masih perlu direnungkan lagi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23415" href="http://jpmi.or.id/2012/01/09/android-inside-belajar-dari-pertemanan-samsung/pertemanan/"><img class="alignleft size-full wp-image-23415" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/Pertemanan.jpg" alt="" width="300" height="229" /></a>Jika tahun baru selalu dikaitkan dengan resolusi janji pada diri sendiri yang berdampak pada personal <em>branding</em>, berapa banyak dari Anda yang menyempatkan diri memikirkan resolusi janji <em>brand </em>perusahaan?</p>
<p>Jangan mengatakan bahwa itu tidak perlu lagi karena <em>business plan </em>sudah selesai disusun. <em>Marketing plan </em>sudah siap diperbanyak untuk dilaksanakan. Ada yang masih perlu direnungkan lagi yang mungkin belum masuk dalam dokumen resmi perusahaan.</p>
<p> Resolusi <em>brand </em>terhadap para <em>partner</em>-nya. Renungkan kembali, bukankah pencapaian <em>brand </em>di mata konsumen merupakan sebagian sumbangan dari kerja para partner perusahaan? Seperti apa persepsi mereka terhadap <em>partnership </em>yang sedang terjalin? Para pemilik <em>brand </em>masih berpikir satu dimensi melihat persaingan.</p>
<p> Bahwa <em>brand </em>motor bersaing melawan motor lain. Bahwa brand tisu berjuang melawan tisu merek lain. Bahwa <em>brand </em>oli bersaing dengan oli merek lain. Dunia bisnis yang semakin kompleks menuntut perusahaan untuk berpikir menembus batas lingkup interaksi perusahaan dengan konsumen. <em>Customer </em>bukan lagi satu-satunya <em>stakeholder </em>penting.</p>
<p> Dalam pertandingan lari maraton, <em>partner </em>bisnis yang ikut bersama membesarkan <em>brand</em>, termasuk kunci sukses keberhasilan. Sudah terbukti, bahwa <em>mobile phone </em>tidak lagi bersaing dengan <em>mobile phone </em>lain.</p>
<p> Dalam persaingan bisnis ini, termasuk di dalamnya adalah persaingan <em>operating system </em>(OS)-nya. Pertanyaannya tidak lagi sebatas bagaimana posisi Samsung vs iPhone? Tetapi juga bagaimana situasi penerimaan konsumen terhadap OS Android vs iOS?</p>
<p> Kabar terakhir dari Nokia, <em>brand </em>yang posisinya di pasar semakin terdesak, mereka sudah menggandeng <em>partner</em>-nya yaitu Microsoft dengan OS Windows Phone 7.5 (Mango). Apakah Nokia akan bangkit kembali?</p>
<p> Terlalu dini untuk mengatakan bangkit. Tetapi, usaha Nokia ke arah sana dengan membina pertemanan dengan Microsoft harus dihargai. Masih butuh waktu untuk membuktikan apakah partnership baru ini benar-benar bisa memberikan tawaran yang brilian bagi konsumennya.</p>
<p> <strong>Evaluasi Derajat </strong><em><strong>Trust </strong></em><strong>dan </strong><em><strong>Respect</strong></em><strong></p>
<p> </strong>Jika setiap periode kita meluangkan waktu dan biaya untuk riset persepsi konsumen terhadap <em>brand</em>, mengapa tidak memperluas pemahaman persepsi para <em>partner </em>bisnis, terhadap kita? Pernahkah berpikir untuk mengukur, derajat <em>trust </em>dan <em>respect </em>yang selama ini kita proyeksikan dalam sikap dan keseharian bermitra?</p>
<p> Yang sering terjadi, tanpa disadari, salah satu <em>brand </em>merasa peranannya lebih dominan sehingga memandang remeh <em>partner </em>lainnya. Dalam keseharian, salah satu <em>brand </em>merasa dibutuhkan, sehingga semua aturan dibuat untuk kepentingan sepihak saja. Apakah harus menunggu pecah pertemanan terlebih dahulu baru dievaluasi apa sebabnya?</p>
<p> Dalam kasus mundurnya Prijanto sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, publik tentu mempertanyakan banyak hal. Bagi Fauzi Bowo, yaitu brand yang ditinggalkan, <em>review </em>ulang persepsi <em>partnership </em>sudah tidak berguna lagi setelah keputusan mundur Prijanto dipublikasikan. <em>Damage has been done</em>. Dalam retaknya <em>partnership</em>, selalu ada imbas untuk <em>image </em>kedua <em>brand</em>.</p>
<p> Sebagian orang menyalahkan Prijanto yang disebut tidak <em>commit </em>kepada <em>partner</em>-nya, bahkan tidak punya loyalitas kepada kepada masyarakat yang memilihnya. Tetapi bagaimana dengan <em>image </em>Fauzi Bowo sendiri? Tentu agak sulit menghindar dari kenyataan untuk dipersepsikan sebagai <em>leader </em>yang “<em>one man show</em>” dan tidak mau <em>sharing </em>panggung. </p>
<p> Di zaman yang semakin hiperkompetitif seperti sekarang ini perusahaan perlu lebih jeli dalam memilih <em>brand partner </em>untuk bisa memberikan tawaran yang lebih kompetitif untuk konsumennya. Samsung sudah membuktikan kepiawaiannya dengan menggandeng OS Android. Bagi konsumen,“Android Inside” menjadi salah satu <em>trigger </em>dalam pemilihan terhadap Samsung <em>smartphone</em>.</p>
<p> Dalam hal ini ilmu matematika sederhana tidak bisa lagi digunakan. Sebab, penggabungan dua brand yang berhasil, 1 + 1 bukan sama dengan dua lagi, melainkan menjadi lebih dari 10. Salah memilih <em>partner </em>dalam bisnis, yang terjadi bisa sebaliknya, 1+1 malah menjadi 1,5 atau, bahkan lebih parah lagi, menggerogoti <em>image brand </em>sendiri, sehingga 1+1 justru lebih rendah dari satu.</p>
<p> Apakah pertemanan Samsung dengan Google OS Android akan berlangsung terus? Pemerintah Korea memberikan tekanan bagi perusahaan besar negaranya yaitu Samsung dan LG untuk tidak bergantung kepada OS Android, dan mengimbau untuk membuat OS-nya sendiri. Dalam persaingan bisnis, semua hal memang mungkin terjadi.</p>
<p> Siapa yang berani garansi bahwa Google tidak sedang mempersiapkan <em>hardware</em>-nya sendiri dan ikut dalam kancah persaingan. Jika sampai sekarang Android Inside merupakan kunci keberhasilan Samsung di dunia <em>mobile phone</em>, maka sebaiknya tetap dipertahankan bahkan diperkuat.</p>
<p> Google akan berpikir dua kali untuk tampil sendiri, pada saat pertemanan dengan Samsung tersebut merupakan pertemanan yang <em>honest</em>, <em>trusted</em>, dan menunjukkan komitmen jangka panjang.</p>
<p> Sekali lagi, bahan pertemanan adalah <em>trust </em>dan <em>respect</em>, yang kadarnya tidak boleh dikurangi. Jangan berasumsi bahwa dalam perjalanan kemitraan, tidak ada penurunan kadar kedua aspek penting ini.</p>
<p> Perusahaan harus mengevaluasi dari waktu ke waktu, agar <em>alert </em>untuk memperbaikinya sebelum terjadi degradasi pertemanan. Awal tahun baru merupakan momen yang tepat untuk merenung, apakah <em>brand </em>masih dipersepsikan baik oleh partner, sama baiknya seperti saat <em>partnership </em>dimulai?</p>
<p> Ataukah, derajat <em>trust </em>dan <em>respect </em>sudah tererosi dengan keinginan salah satu <em>brand </em>untuk tampil sendiri, dengan motivasi untuk meraup untung lebih banyak dari <em>partner</em>? Tidak ada kata terlambat dalam resolusi janji kepada <em>partner</em>, kepada siapa kita bergantung dan menuai kesuksesan bersama.</p>
<p> <em>Keep smilin’, keep shinin’ Knowin’ you can always count on me, for sure For good times and bad times I’ll be on your side forever more That’s what friends are for</em>….</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://economy.okezone.com/read/2012/01/04/23/551341/android-inside-belajar-dari-pertemanan-samsung" target="_blank">economy.okezone.com</a></p>
<p>Sumber gambar : oto.detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/09/android-inside-belajar-dari-pertemanan-samsung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen SDM, Inilah Penentu Bisnis UKM</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/06/manajemen-sdm-inilah-penentu-bisnis-ukm/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/06/manajemen-sdm-inilah-penentu-bisnis-ukm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 07:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23003</guid>
		<description><![CDATA[Ketika dunia berbisnis sudah mulai kompleks, pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) tak bisa lagi melakukan segala sesuatunya sendirian. Pemilik usaha seperti ini tidak hanya harus fokus kepada memproduksi barang, mengatur arus kas dan mencari konsumen, tetapi juga butuh perlu membangun hubungan dengan beberapa pihak. Mereka inilah yang akan menentukan kesuksesan dari bisnis UKM yakni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23004" href="http://jpmi.or.id/2012/01/06/manajemen-sdm-inilah-penentu-bisnis-ukm/bussines-team/"><img class="alignleft size-full wp-image-23004" src="http://jpmi.or.id/files/2011/12/bussines-team1.jpg" alt="" width="267" height="188" /></a>Ketika dunia berbisnis sudah mulai kompleks, pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) tak bisa lagi melakukan segala sesuatunya sendirian. Pemilik usaha seperti ini tidak hanya harus fokus kepada memproduksi barang, mengatur arus kas dan mencari konsumen, tetapi juga butuh perlu membangun hubungan dengan beberapa pihak.</p>
<p>Mereka inilah yang akan menentukan kesuksesan dari bisnis UKM yakni pelanggan, karyawan, bankir, akuntan, pengacara, broker asuransi, profesional marketing, jasa pelatihan, dan spesialis Teknologi dan Informasi (IT).</p>
<p>Karena semua keahlian itu tidak bisa dipelajari sendiri, ada baiknya anda punya salah satu karyawan di atas dan benar-benar punya hubungan yang baik dengan mereka demi kesuksesan bisnis anda.  Berikut ini adalah beberapa tips mengenai cara mmebangun hubungan yang baik dengan beberapa pihak di bawah ini:</p>
<p><strong>1. Karyawan</strong></p>
<p>Meski kata &#8216;hubungan&#8217; terlihat sedikit aneh jika dihubungkan antara bos dan karyawan, tapi hubungan ini sangatlah penting, bahkan lebih penting dari segala-galanya dalam bisnis. Karena karyawan yang sangat setia merupakan sumber daya yang paling berharga dalam bisnis UKM. Waktu dan ajaran yang diberikan bos kepada karyawannya akan membuahkan imbal hasil yang setimpal. Karyawan yang merasa dihargai dan diperhatikan atasan bisa menghasilkan pekerjaan memuaskan diluar perkiraan anda.</p>
<p>Faktanya, karyawan mempresentasikan citra perusahaan kepada konsumen. Hubungan antara konsumen dan konsumen sangat tergantung interaksi dan pengalamannya dengan karyawan perusahaan tersebut. Karyawan yang merasa senang bekerja di perusahaan anda pasti akan dengan sabar melayani konsumen sampai puas, puas dengan pekerjaannya dan tidak berniat untuk pindah ke tempat lain. Hal ini sangat penting anda perhatikan untuk mempertahankan karyawan anda sebaik mungkin tanpa sering terjadi pergantian.</p>
<p>Pasalnya, dengan keluar-masuk karyawan baru, tidak hanya akan menghabiskan waktu anda untuk melatih mereka, tetapi juga keluar biaya yang lumayan, belum potensi kerugian yang seharusnya bisa ditutupi oleh pekerjaan karyawan lama.</p>
<p><strong>2. Bankir</strong></p>
<p>Membangun hubungan dengan perbankan sangatlah diperlukan, tak hanya untuk kegiatan rutin menyimpan uang, tetapi juga diperlukan saat arus kas anda mulai menggemuk, berniat untuk membeli tempat baru, mencari kredit untuk modal kerja dan lain-lain.</p>
<p>Bankir yang akan memberi anda pinjaman harus mengenal baik bisnis anda terlebih dahulu, memahami sejarah perusahaan juga arah perusahaan itu ke depan sebelum akhirnya merestui ajuan kredit anda. Jika anda sudah membangun hubungan baik ini sejak lama, persetujuan kredit anda bisa dengan mudah diberikan.</p>
<p>Bahkan, jika anda sebelumnya pernah meminjam uang dan melunasinya tepat waktu, ini bisa menjadi rekam jejak yang baik bagi anda. Anda pasti tidak akan kesulitan jika di kemudian hari membutuhkan dana segar untuk keperluan bisnis.</p>
<p><strong>3. Akuntan</strong></p>
<p>Sebuah hubungan dengan akuntan wajib dimiliki para pelaku bisnis UKM yang berniat untuk maju. Dengan adanya bantuan akuntan anda akan lebih mudah membaca dan membuat laporan keuangan bisnis anda setiap bulannya. Dari situ bisa terlihat bagian mana yang terlalu boros dan bagian mana yang sudah menghasilkan uang paling banyak. Selain itu, dengan memiliki akuntan profesional, kredibilitas bisnis anda akan lebih terangkat. Sehingga, anda akan lebih mudah mencari pinjaman modal ke bank.</p>
<p><strong>4. Pengacara</strong></p>
<p>Setiap bisnis di semua lini industri harus membangun hubungan baik dengan setidaknya satu pengacara perdata atau kantor hukum. Hal ini diperlukan sebagai bantalan jika sewaktu-waktu anda dikenai tuntutan oleh pihak lain. Kasusnya bisa macam-macam, seperti masalah nama merek yang dianggap menjiplak atau jenis produk yang tidak jauh berbeda.</p>
<p><strong>5. Petugas Asuransi</strong></p>
<p>Sebagai bagian dari manajemen risiko, sebuah perusahaan juga harus punya hubungan baik dengan petugas asuransi yang terpercaya. Sehingga, asuransi tersebut bisa memberikan perlindungan menyeluruh jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bagi bisnis anda.</p>
<p><strong>6. Marketing Profesional</strong></p>
<p>Jika anda sebagai pemilik perusahaan merasa sudah maksimal dalam melakukan penjualan produk atau jasa namun hasilnya belum setimpal, sangat dianjurkan anda mencari seorang marketing profesional. Banyak pelaku bisnis UKM yang sudah punya keahlian menjadi marketing andal, terutama saat masa-masa awal membangun bisnisnya. Namun, jika anda berniat untuk mengembangkan perusahaan lebih besar lagi, anda atau karyawan marketing anda harus membuat beberapa catatan seperti:</p>
<ul>
<li>Target pasar</li>
<li>Maksimalkan media massa</li>
<li>Siapkan produk yang tepat</li>
<li>Masuki kompetisi di industri</li>
<li>Anggarkan biaya marketing</li>
</ul>
<p><strong>7. Pelatih Bisnis Bagi Karyawan</strong></p>
<p>Terkadang pelatih seperti ini tidak hanya untuk karyawan, tetapi bisa jadi untuk si pemilik perusahaan juga. Dalam bisnis UKM, terutama yang baru saja mulai berdiri, si pemilik biasanya tidak punya banyak waktu untuk belajar mengenai manajemen perusahaan, apalagi memberi pelatihan kepada karyawannya, keahlian lebih di sistem komputer, sampai menjaga hubungan baik dengan konsumen. Adanya pelatih bisnis untuk karyawan bisa menghemat waktu anda melatih karyawan baru, sehingga anda bisa lebih berkonsentrasi menjalankan perusahaan seperti biasa.</p>
<p><strong>8. Spesialis Teknologi dan Informasi (TI)</strong></p>
<p>Ini merupakan opsi paling baru bagi para pelaku bisnis UKM yang hendak memperbesar perusahaanya, yaitu spesialis TI. Pelaku bisnis UKM jangan sekarang perlu seseorang yang bisa menganalisa sistem dan data secara efektif sehingga bisnisnya bisa terus berkembang, terutama dari segi administrasi, manajemen proyek, juga mengurangi ongkos operasional.</p>
<p>Sepertinya memang banyak sekali hubungan yang harus dibangun oleh pemilik usaha UKM. Akan tetapi, meski banyak pihak dan memakan banyak waktu untuk berhubungan dengan pihak-pihak di atas, hubungan yang baik antara anda dengan mereka akan menghasilkan kesuksesan dalam bisnis secara jangka panjang. Selain itu, mereka bisa sangat berguna, contohnya saat terkena masalah anda bisa meminta solusi kepada mereka, atau bahkan mereka bisa memberikan bocoran mengenai peluang-peluang bisnis.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://finance.detik.com/read/2011/12/12/074552/1788594/479/orang-orang-penting-penentu-kesuksesan-bisnis-ukm?f9911033" target="_blank">finance.detik.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: allaeas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/06/manajemen-sdm-inilah-penentu-bisnis-ukm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

