<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia &#187; Strategi Bisnis</title>
	<atom:link href="http://jpmi.or.id/category/strategi-bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jpmi.or.id</link>
	<description>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:00:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>10 Mitos Keliru Investasi Properti</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/10-mitos-keliru-investasi-properti/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/10-mitos-keliru-investasi-properti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 07:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23363</guid>
		<description><![CDATA[Dalam setiap lini bisnis selalu ada mitos dan atau persepsi keliru yang menempel. Padahal mitos tersebut pada kenyatannya tidaklah selalu benar, begitu pula di bisnis properti. Ada banyak pertanyaan di benak investor baru yang ingin memulai investasi di properti. Minimnya informasi yang didapat bisa sangat menyulitkan anda memisahkan fakta dan mitos. Daripada harus menyusun seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23364" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/10-mitos-keliru-investasi-properti/number10/"><img class="alignleft size-full wp-image-23364" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/number10.jpg" alt="" width="320" height="240" /></a>Dalam setiap lini bisnis selalu ada mitos dan atau persepsi keliru yang menempel. Padahal mitos tersebut pada kenyatannya tidaklah selalu benar, begitu pula di bisnis properti. Ada banyak pertanyaan di benak investor baru yang ingin memulai investasi di properti. Minimnya informasi yang didapat bisa sangat menyulitkan anda memisahkan fakta dan mitos. Daripada harus menyusun seluruh fakta yang ada, beberapa mitos yang sering ditemui dalam bisnis properti di bawah ini, seperti dikutip dari <em>realestateproarticles</em>, bisa memberi pengetahuan akan sebuah industri properti:</p>
<p><strong>1. Berinvestasi di Properti Hanya untuk Orang Kaya</strong></p>
<p>Memang benar, uang bisa menggerakan dunia, dan pastinya sangat membantu orang meraih impian. Tapi instrumen investasi properti tidak hanya untuk orang kaya. Banyak pengusaha properti terkenal memulai bisnisnya kecil-kecilan. Namun, secara perlahan mereka menanjak ke posisi puncak dengan kerja keras.</p>
<p><strong>2. Berinvestasi di Properti Berisiko Tinggi</strong><strong> </strong></p>
<p>Beberapa orang beranggapan begitu karena biasanya membutuhkan modal cukup tinggi, sehingga jika gagal di tengah jalan, kerugiannya pun cukup tinggi. Padahal sebenarnya, risiko berinvestasi di properti termasuk salah satu yang paling rendah. Apalagi jika dibandingkan pasar modal atau lembaga keuangan lainnya. Memang ada risikonya, tapi semua bisa diperhitungkan.</p>
<p><strong>3. Jual-beli Rumah Merupakan Cara Investasi Terbaik</strong></p>
<p>House flipping yaitu membeli rumah dengan niat untuk dijual kembali bisa jadi cara yang baik untuk berinvestasi di properti, tapi jelas bukan yang terbaik karena masih ada pilihan-pilihan lain. Dalam situasi ekonomi seperti ini, harga rumah sudah cukup tinggi, dan anda harus menunggu cukup lama untuk bisa mendapatkan keuntungan tinggi lewat menjual kembali rumah tersebut. Menyewakan properti anda bisa jadi jalan yang lebih baik ketimbang menjualnya begitu saja.</p>
<p><strong>4. Anda Perlu Banyak Pengalaman</strong></p>
<p>Mitos ini lebih masuk akal dibandingkan mitos lainnya. Akan tetapi, jika dipikir baik-baik, jika semua investor perlu banyak pengalaman sebelum memulai maka tidak akan ada yang namanya instrumen investasi properti. Pengalaman memang sangat membantu, dan hanya bisa diraih sejalan dengan waktu dan jam terbang. Yang paling anda perlukan adalah keinginan untuk belajar.</p>
<p><strong>5. Banyak yang Gagal Berinvestasi di Properti</strong></p>
<p>Layaknya sebuah instrumen investasi, properti juga punya risiko, tapi janganlah membuat anda takut sebelum memulai. Pikiran seperti ini biasa terjadi akibat kurangnya informasi setelah mengambil keputusan. Sebaiknya, jika anda merasa tidak mampu berinvestasi di sektor ini, lebih baik tidak usah. Tapi jangan sampai anda batal berinvestasi hanya karena masukan dari orang lain, terutama nasihat dari mereka yang belum pernah masuk ke sektor ini.</p>
<p><strong>6. Berinvestasi di Properti Hanya Sukses Jika Anda &#8216;Kenal&#8217; Orang yang Tepat</strong></p>
<p>Dalam bisnis dan industri apapun, punya banyak relasi akan sangat membantu. Apakah wajib untuk punya banyak relasi untuk memulai? Tentu tidak! Anda bisa membangun relasi sejalan dengan waktu. Mulailah berkenalan dan mengobrol dengan investor lain, pengacara, broker, dan siapa saja yang bisa membantu anda di masa mendatang.</p>
<p><strong>7. Beli Properti di Bawah Harga Pasar Pasti Menguntungkan</strong></p>
<p>Teori ini tidak sepenuhnya benar untuk industri properti. Meski membeli properti di bawah harga pasar menguntungkan di atas kertas, anda tidak akan mendapatkan laba sebelum berhasil menjual atau menyewakannya. Terkadang sebuah properti dijual murah karena beberapa faktor yang tentunya harus menjadi pertimbangan, seperti lokasi atau bangunan yang buruk. Anda harus lebih berhati-hati.</p>
<p><span style="font-weight: bold">8. Tidak Ada Lagi Properti Bagus yang Tersedia</span></p>
<p>Semua orang butuh tempat tinggal. Sebuah keluarga akan berkembang setiap harinya sehingga butuh properti baru. Anda akan selalu menemukan properti yang layak untuk diinvestasikan, hanya saja anda harus lebih sering dan giat mencarinya.</p>
<p><strong>9. Kunci Sukses Berinvestasi di Properti, Pasang Harga Tak Terlalu Tinggi</strong></p>
<p>Dalam kebanyakan kasus investasi properti, angka-angka sangatlah menentukan. Bahkan, anda bisa menawarkan harga jauh di atas rata-rata pasaran jika properti anda sudah dipoles menjadi sangat menarik.</p>
<p><span style="font-weight: bold">10. Anda Perlu Informasi dari &#8216;Orang Dalam&#8217;</span></p>
<p>Sebenarnya anda tidak perlu informasi yang sangat penting dari &#8216;orang dalam&#8217; yang lebih berpengalaman. Dengan jam terbang yang tinggi dan banyak berinteraksi bersama para profesional, lambat laun anda akan menjadi &#8216;orang dalam&#8217; tersebut.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita: <a href="http://finance.detik.com/read/2012/01/03/080350/1805116/1016/10-mitos-keliru-investasi-properti?f9911023" target="_blank">finance.detik.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: carersblog.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/10-mitos-keliru-investasi-properti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Kesalahan Saat Memulai Usaha</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/02/8-kesalahan-saat-memulai-usaha/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/02/8-kesalahan-saat-memulai-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 07:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24161</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis kecil yang baru saja Anda buka membawa banyak harapan untuk meraih kesuksesan. Kata “kegagalan“ barangkali hanya terlintas sekali dua kali. Lagipula siapa, sih, yang mendambakan kegagalan? Padahal menghitung risiko kegagalan jauh lebih aman daripada tidak sama sekali. Hitung-hitung Anda mempunyai benteng pertahanan yang lebih kuat agar bisnis tak mundah runtuh. Selain bersikap tak mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24162" href="http://jpmi.or.id/2012/02/02/8-kesalahan-saat-memulai-usaha/keliru/"><img class="alignleft size-medium wp-image-24162" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/keliru-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Bisnis kecil yang baru saja Anda buka membawa banyak harapan untuk meraih kesuksesan. Kata “kegagalan“ barangkali hanya terlintas sekali dua kali. Lagipula siapa, sih, yang mendambakan kegagalan? Padahal menghitung risiko kegagalan jauh lebih aman daripada tidak sama sekali. Hitung-hitung Anda mempunyai benteng pertahanan yang lebih kuat agar bisnis tak mundah runtuh.</p>
<p>Selain bersikap tak mau tahu tentang risiko kegagalan, apa saja, sih, yang membuat para wirausahawan gagal di bisnisnya? Berikut di antaranya.</p>
<p><strong>Memulai dengan alasan keliru </strong></p>
<p><strong> </strong>Coba tanya diri sendiri, apa alasan Anda memulai bisnis sendiri? Menginginkan uang yang lebih banyak daripada penghasilan yang didapatkan saat ini? Waktu luang dengan keluarga yang lebih banyak ketimbang bekerja di perusahaan orang lain? Atau, Anda bosan diperintah? Jika Anda mengangguk pertanda setuju dengan alasan-alasan tadi, maka pikirkan kembali.</p>
<p>Anda mempunyai kesempatan yang lebih bagus untuk sukses di bisnis baru jika:</p>
<ul>
<li>Anda mempunyai <em>passion</em> atau kecintaan akan sesuatu yang Anda lakukan. <em>Passion</em> ini akan menggiring Anda untuk memiliki kemauan tingkat tinggi, kesabaran, dan perilaku yang positif.</li>
<li>Kesuksesan juga akan terjadi ketika Anda percaya bahwa produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan Anda memang mempunyai peluang di pasarnya. Tentunya keyakinan ini didasarkan pada riset yang dilakukan secara profesional, bukan asumsi belaka.</li>
<li>Fit secara fisik dan mental, sehingga Anda siap menyambut tantangan apapun yang menghampiri di masa depan.</li>
<li>Ketika Anda gagal, Anda tak lantas mengibarkan bendera putih. Anda justru mencari tahu di mana letak kesalahannya, dan berupaya memperbaikinya.</li>
<li>Anda bisa mengambil keputusan di saat yang genting, termasuk mengenal usaha Anda luar. Jadi jika sewaktu-waktu staf yang dibutuhkan sedang berhalangan, Anda tak kehilangan kendali. Malah, Anda bisa mengambil alih.</li>
</ul>
<p><strong>Buruknya manajemen</strong></p>
<p><strong> </strong>Kegagalan berbisnis yang dialami para pemula biasanya disebabkan buruknya manajemen. Para wirausahawan yang masih hijau memang cenderung meraba-raba area manajemen bisnis. Sebut saja rencana bisnis, keuangan, pembelian, penjualan, produksi, hingga perekrutan karyawan. Padahal hal-hal ini sangat diperlukan untuk membangun sebuah usaha menjadi lebih matang. Pengetahuan tentang manajemen juga dibutuhkan untuk menghindarkan Anda dari penipuan.</p>
<p>Untuk mengejar ketinggalan ini, Anda memang harus belajar dari nol. Mengais ilmu dari berbagai pelatihan manajemen bisnis yang kredibel atau bertukar pendapat dengan teman yang sudah lebih dulu terjun ke dunia wirausaha, bisa Anda lakukan.</p>
<p>Hal lain yang harus Anda ingat adalah manajemen juga berarti mengatur diri sendiri menjadi pemimpin yang sukses. Ia harus bisa menciptakan suasana kerja yang kondusif sehingga pegawainya pun semangat bekerja. Pemimpin juga diwajibkan mampu berpikir strategis, berani menghadapi perubahan, dan mencari peluang baru yang lebih menguntungkan.</p>
<p><strong><strong>Modal yang kuat</strong></strong></p>
<p><strong><strong> </strong></strong>Kesalahan terfatal pada wirausahawan pemula adalah modal yang tidak mencukupi. Seorang pemilik perusahaan, meski kecil, harus bisa menghitung berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk memulai dan menghidupi usahanya, selama belum menghasilkan keuntungan yang terasa. Jadi, jangan dulu berkhayal akan mendapatkan keuntungan yang fantastis jika Anda baru memulai sebuah usaha.</p>
<p><strong>Memilih lokasi</strong></p>
<p><strong> </strong>Kalimat bijak yang mengatakan bahwa lokasi menentukan prestasi memang benar adanya. Jika Anda mendirikan toko di lokasi yang strategis, meski banyak pesaing, namun setidaknya Anda masih bisa bertahan. Lain halnya dengan lokasi yang buruk, bisa-bisa mimpi menjadi wirausahawan gagal di awal jalan.</p>
<p>Nah, apa saja yang perlu diperhitungkan ketika memilih lokasi usaha?</p>
<ul>
<li>Pastikan pelanggan tak terhambat lalu lintas yang padat, mudah diakses, disertai area parkir, dan lampu jalan yang memadai.</li>
<li>Pastikan kompetitor di sekeliling lokasi tak terlalu banyak sehingga peluang Anda masih terbuka lebar.</li>
<li>Pastikan gedung atau ruangan yang disewa terjamin keamanannya.</li>
<li>Carilah lokasi usaha yang memang mempunyai peluang pasar yang bagus. Anda bisa mengetahuinya dengan melakukan riset terhadap calon pelanggan yang berada di sana.</li>
</ul>
<p><strong>Kurang terencana</strong></p>
<p><strong> </strong>Semua orang yang sukses membangun usahanya dari nol pasti paham betul bahwa perencanaan matang dan kerja keras memegang peranan penting. Selain harus memperhitungkan segala kendala, perencanaan juga harus dibuat realistis, akurat, terkini, dan memperhitungkan target di masa depan.</p>
<p>Anda juga harus mencari tahu bagaimana cara mempromosikan barang atau jasa yang dijual perusahaan kecil Anda. Salah satu metode paling sederhana namun teruji adalah membuat <em>business plan</em> yang tersusun rapi.</p>
<p><strong>Buru-buru ekspansi</strong></p>
<p><strong> </strong>Suatu hari tanpa diduga, usaha melesat sukses dan Anda memutuskan untuk meningkatkan produksi barang. Di saat yang sama, Anda lupa memperhitungkan kemampuan produksi. Sehingga pada akhirnya Anda kewalahan dan kehilangan pelanggan setia. Jadi, jika memang belum mampu untuk melakukan ekspansi, bersabar saja dulu. Karena bagaimanapun perkembangan usaha yang lambat tapi fokus lebih baik daripada terburu-buru tanpa kepastian.</p>
<p><strong>Absen di dunia maya</strong></p>
<p><strong></strong>Zaman sekarang masih malas untuk mempunyai situs atau akun jejaring sosial usaha Anda? Rasanya Anda harus segera mengubah pemikiran sempit ini. Apalagi pengguna internet semakin banyak. Malah <em>online shopping</em> makin digemari karena kepraktisannya. Mala, posisikan situs dan akun jejaring sosial adalah toko Anda di dunia maya.</p>
<p>Luangkan waktu dan sisihkan biaya untuk membuat situs usaha Anda yang representatif. Sehingga siapapun di belahan dunia ini bisa mengetahui produk yang Anda jual. Peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari situs yang dimiliki juga bukan isapan jempol semata. Iklan-iklan mungil di situs juga bisa memberi penghasilan yang tak sedikit bagi pemilik situs. Aktifkan juga jejaring sosial Anda dan sesuai fungsinya, gunakan untuk berinteraksi para anggota laman Anda. Jangan ragu untuk memperbanyak promosi produk Anda di dunia maya.</p>
<p><strong>Mengenal kompetitor</strong></p>
<p><strong></strong>Di tengah banyaknya pesaing, langkah-langkah berikut harus Anda lakukan agar tak tergerus kompetisi. Pertama, menjadi pembeli untuk mengetahui keinginan pembeli. Caranya mudah, intip saja “toko sebelah” yang merupakan pesaing Anda. Dengan melakukan ini, setidaknya Anda tahu bagaimana cara para pesaing memasarkan produknya, harga yang dipasang, melayani pelanggan, sampai trik promosinya. Bukan untuk ditiru, ya! Justru Anda harus mencari celah lain agar toko Anda berbeda dan lebih menarik meski barang jualannya sama. Eksekusi yang matang dan berkonsep sudah pasti membuat orang-orang lebih tertarik.</p>
<p>Berjualan tak cukup jalan di tempat. Sesekali cobalah ikuti bazar. Pilihlah bazar dengan lokasi strategis yang sudah pasti dikunjungi banyak pengunjung. Bazar juga tak hanya berjualan, di <em>event</em> ini Anda bisa mengumpulkan jaringan yang lebih kuat sembari (lagi-lagi) melihat bagaimana para pesaing berjualan. Bukan tak mungkin, Anda menjadi lebih termotivasi untuk melakukan gebrakan-gebrakan bisnis yang baru, kan? Selain itu, rajin-rajinlah mengadakan promosi untuk menggaet pelanggan baru dan menyenangkan pelanggan lama. Misalnya, cukup dengan mengunggah foto pelanggan memakai baju muslim dari toko Anda di situs jejaring sosial, Si Pelanggan mendapatkan voucher diskon.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://female.kompas.com/read/2012/01/26/10591711/8.Kesalahan.Saat.Memulai.Usaha" target="_blank">female.kompas.com</a></p>
<p>Sumber gambar : fikraa.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/02/8-kesalahan-saat-memulai-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Bisnis Menyeimbangkan Ketegasan dan Kepekaan</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/30/strategi-bisnis-menyeimbangkan-ketegasan-dan-kepekaan/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/30/strategi-bisnis-menyeimbangkan-ketegasan-dan-kepekaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 07:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=22552</guid>
		<description><![CDATA[Karakter seseorang acapkali dikaitkan dengan bakat berbisnis. Jika terlalu baik hati atau cenderung tidak tega dengan orang lain, dianggap tak cocok menjalani usaha. Pasalnya, kurangnya ketegasan bisa membuat usaha merugi. Anggapan atau pendapat yang berkembang seperti ini terkadang menghalangi sebagian besar orang untuk berbisnis. Keinginan untuk berbisnis dan mendapatkan penghasilan lebih dengan kemandirian yang dibangunnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-22553" href="http://jpmi.or.id/2012/01/30/strategi-bisnis-menyeimbangkan-ketegasan-dan-kepekaan/balance-business/"><img class="alignleft size-medium wp-image-22553" src="http://jpmi.or.id/files/2011/12/Balance-Business-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Karakter seseorang acapkali dikaitkan dengan bakat berbisnis. Jika terlalu baik hati atau cenderung tidak tega dengan orang lain, dianggap tak cocok menjalani usaha. Pasalnya, kurangnya ketegasan bisa membuat usaha merugi. Anggapan atau pendapat yang berkembang seperti ini terkadang menghalangi sebagian besar orang untuk berbisnis. Keinginan untuk berbisnis dan mendapatkan penghasilan lebih dengan kemandirian yang dibangunnya, akhirnya pudar atau tertunda.</p>
<p>Berbisnis dengan menggunakan hati tak lantas membuat pemilik tak bisa tegas. Begitupun sebaliknya, siapa bilang jika bersikap tegas juga tak pakai hati. Tentunya dibutuhkan keseimbangkan ketegasan dan kepekaan dalam menjalani bisnis. Berikut ini hal yang dapat Anda lakukan untuk menyeimbangkan ketegasan dan kepekaan dalam berbisnis seperti disadur dari laman <em>mysmallbiz.com:</em></p>
<p><strong>1. Fokus Hal yang Disenangi dan Dikuasai</strong></p>
<p>Anda dapat memulai suatu usaha dengan apa yang Anda senangi dan Anda kuasai. Jika Anda senang dengan usaha yang digeluti, Anda tidak ragu untuk menguasai setiap detil usaha Anda tersebut. Tidak mungkin seseorang menjadi ahli tanpa menyenanginya. Selalu ada korelasi antara kesenangan dan keahlian.</p>
<p><strong>2. Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Perusahaan</strong></p>
<p>Ketika Anda menjadi entrepreneur, Anda harus pintar-pintar memisahkan antara uang perusahaan dan uang pribadi. Anda masih digaji dengan uang perusahaan. Setiap rupiah yang Anda pinjam dari uang perusahaan harus dikembalikan dengan jumlah yang sama.<br />
<strong><br />
<strong>3. Memperhatikan Kesejahteraan Pegawai</strong></strong></p>
<p>Meskipun Anda adalah pemilik usaha, Anda juga harus memperhatikan kesejahteraan para pegawai yang Anda miliki. Tanpa memperhatikan kesejahteraannya, Anda tidak dapat mengharapkan pelayanan yang baik.</p>
<p><strong> <strong>4. Melayani dengan Hati</strong></strong></p>
<p>Untuk membangun sebuah usaha di bidang jasa, pelayanan yang diberikan harus maksimal. Sehebat apapun suatu produk, jika pelayanan tidak terjaga dengan baik akan menjadi sia-sia. Mentalitas untuk melayani harus dimiliki tidak hanya oleh pegawai tetapi juga oleh pemiliknya.</p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis.html" target="_blank">ciputraentrepreneurship.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: pmi.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/30/strategi-bisnis-menyeimbangkan-ketegasan-dan-kepekaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Kreativitas</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/26/mengelola-kreativitas/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/26/mengelola-kreativitas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 07:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23915</guid>
		<description><![CDATA[Kreativitas dan inovasi bagaikan mata uang yang bermuka dua, bertalian erat sekali. Sebagian orang bahkan mengartikan keduanya sama cuma beda istilah. Mereka berdua mirip tetapi tidak sama. Tidak ada inovasi tanpa kreativitas, sebaliknya kreativitas tanpa dan bukan untuk inovasi, khususnya dalam dunia bisnis, akanlah sia-sia. Perbedaan dari keduanya adalah bahwa kreativitas lebih bersifat eksplorasi atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23916" href="http://jpmi.or.id/2012/01/26/mengelola-kreativitas/creativity/"><img class="alignleft size-full wp-image-23916" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/creativity.jpg" alt="strategi bisnis" width="241" height="240" /></a>Kreativitas dan inovasi bagaikan mata uang yang bermuka dua, bertalian erat sekali. Sebagian orang bahkan mengartikan keduanya sama cuma beda istilah. Mereka berdua mirip tetapi tidak sama.</p>
<p>Tidak ada inovasi tanpa kreativitas, sebaliknya kreativitas tanpa dan bukan untuk inovasi, khususnya dalam dunia bisnis, akanlah sia-sia. Perbedaan dari keduanya adalah bahwa kreativitas lebih bersifat eksplorasi atau pengembangan pemikiran yang bersifat umum tentang apa saja dan lebih tertumpu kepada individu atau organisasi yang menggalinya atau mengembangkannya.</p>
<p> Sedangkan inovasi lebih dikhususkan untuk tujuan atau terkait dengan bisnis dalam hal ini produk atau jasa layanan, mementingkan atau bertumpu pada sudut pandang konsumen atau pengguna sebagai titik awal.</p>
<p> Perusahaan hanya dapat bertahan dan berkembang kala perusahaan itu berhasil secara terus menerus menggali, mengelola, dan menawarkan hal-hal yang inovatif, baik itu produknya maupun jasa layanannya kepada pihak yang paling berkepentingan: konsumen, pemakai, atau pengguna. Mereka lah yang mempunyai hak penuh untuk menentukan apakah akan membeli atau tidak, produk dan atau jasa layanan yang ditawarkan sebuah perusahaan.</p>
<p> Daya saing yang paling kuat adalah inovasi, oleh karena itu penting sekali dalam perusahaan inovasi digali terus menerus, dikembangkan dan dikelola, dengan menghubungkan atau mengawinkan daya kreativitas yang dimiliki oleh individu-individu dalam perusahaan atau organisasi dengan permintaan pasar yang terdiri dari konsumen; pemakai atau pengguna produk dan jasa layanan yang ditawarkan perusahaan.</p>
<p> John Whatmore dalam bukunya, <em>Releasing Creativity, How Leaders Can Develop Creative Potential in Their Teams</em> (Sterling VA, Stylus), menyodorkan sebuah check-list yang membantu kita untuk mengelola kreativitas dengan optimal.</p>
<p><strong> 1. Mengenali sumber-sumber yang potensial dari kreativitas.</strong><strong></p>
<p> </strong>Internal:</p>
<ul>
<li>Karyawan, setiap karyawan, bukan hanya yang bekerja atau berada di bagian riset dan penelitian atau pengembangan yang memiliki daya kreativitas.</li>
</ul>
<p>Eksternal:</p>
<ul>
<li>Pengguna, konsumen, pelanggan, mereka mempunyai selera, insting, dan imajinasi yang dikaitkan dengan pengharapan mereka terhadap produk atau jasa layanan yang kita tawarkan dan pasarkan.</li>
<li>Saingan baik langsung dengan produk dan jasa layanan yang sama atau sejenis, maupun yang tidak langsung yang secara keuangan akan mengambil sebagai alternatif terhadap produk kita, contoh antara bubur dan mi instan.</li>
<li><em>Supplier </em>dari bahan baku atau sebaliknya distributor dari produk kita, mereka menampung sekian banyak masukan dan informasi dalam keseharian mereka berbisnis dan tidak mustahil mempunyai masukan yang berharga untuk dikembangkan menjadi kreativitas dan selanjutnya inovasi.</li>
</ul>
<p>
<strong> 2. Selaku pimpinan</strong>, Anda bisa merangsang ide-ide kreatif, dengan bertanya setiap hari kepada individu karyawan atau sekelompok yang berbeda, dengan mengobrol dengan mereka dalam suasana yang lebih informal dan santai contohnya sewaktu makan siang di kantin. Hal ini akan mendorong setiap karyawan berpikir lebih dari biasanya dan berharap suatu waktu ditanya oleh atasan mereka.</p>
<p><strong> 3. Memfasilitasi atau melengkapi </strong>dengan fasilitas dan lingkungan yang mendorong timbulnya kreativitas, contohnya menyediakan khusus sebuah ruangan dengan perlengkapan komputer yang memadai, kemudian menaruh produk-produk saingan, menaruh gambar-gambar para penemu besar seperti Thomas A Edison, yang membangkitkan semangat orang menggali dan menelurkan ide-ide kreatif.</p>
<p><strong> 4. Dibentuk gugus-gugus <em>brainstorming </em>dan <em>focus group </em></strong>dengan pesan atau penugasan tertentu baik dalam batasan dan arahan produk dan jasa yang ingin dihasilkan maupun dalam kerangka waktu. Lebih formil sifatnya.</p>
<p><strong> 5. Pimpinan sesekali bergabung dalam diskusi penggalian ide</strong> tapi jangan mendominasi, boleh mendorong dan jangan terlalu lama bersama mereka, oleh karena pada umumnya kreativitas menjadi mandul di hadapan pimpinan apalagi yang otoriter, seperti dikatakan oleh Profesor Teresa Amabile dari Harvard Business School, bahwa ada kecenderungan pimpinan tidak terlalu suka jika bawahannya terlalu kreatif. </p>
<p> Selain alasan pribadi, seperti merasa tersaingi atau merasa dipecundangi, juga dalam rangka meredam karyawan yang bersangkutan untuk tidak terlalu bertingkah.</p>
<p><strong> 6. Sebuah proses kreativitas dan inovasi yang berhasil bisa menjadi pelajaran dan menjadi sebuah standar umum</strong>; prosesnya bukan inti hasilnya. Sebuah kreativitas harus dapat dikembangkan menuju inovasi karena itu adalah hasil akhir yang nantinya ditawarkan dan dipasarkan kepada pengguna atau konsumen.</p>
<p> Semakin inovatif semakin bernilai, apalagi yang tidak mudah ditiru oleh pesaing. Oleh karena itu dari sejak semula perlu ditetapkan &#8220;kriteria&#8221; dan dibuat SOP (<em>standard operating procedure</em>).</p>
<p><strong> 7. Sebuah produk atau jasa layanan bisa saja dianggap sangat brilian dan meyakinkan</strong>, akan tetapi harus diuji di pasaran, oleh karena itu perlu dilakukan <em>market-test</em>, dengan mengambil kota dan grup pengguna atau konsumen yang mewakili.</p>
<p> Dilakukan pantauan yang ketat selama beberapa waktu yang ditentukan; tentunya tidak boleh terlalu lama, oleh karena akan membangunkan macan tidur; pesaing yang berpotensi.</p>
<p><strong> 8. Sebuah ide yang mengarah ke inovasi dan berhasil dengan sukses </strong>di pasar serta mengangkat nama perusahaan dan menciptakan penjualan yang fantastis, perlu dihargai, mereka yang terlibat, bukan saja dengan <em>reward </em>sebuah kompensasi finansial, upacara penghargaan yang diadakan secara khusus,akan tetapi juga nama mereka perlu diabadikan dalam &#8220;Hall of Innovators&#8221; dengan foto-foto yang bercerita.</p>
<p> Ini akan menjadi dorongan yang sangat kuat bagi setiap karyawan, sekarang maupun yang akan datang untuk berusaha menelurkan ide-ide yang kreatif. Besarnya biaya adalah relatif, Anda boleh saja menekan biaya serendah mungkin namun berakhir dengan tidak menghasilkan hal yang diharapkan, akhirnya akan menjadi jauh lebih mahal ketimbang biaya yang (lebih) besar namun mendorong suksesnya produkdan jasa layanan Anda di pasar, serta dalam jangka panjang mengangkat nama perusahaan, menaikkan penjualan dan keuntungan, dan pada akhirnya meningkatkan harga saham.</p>
<p> Jangan pernah berhenti berinovasi dan ingatlah dibalik itu ada kreativitas yang harus dikelola dengan benar dan baik. Sukses!<br />
 <strong><br />
 <strong>DR ELIEZER H HARDJO PHD, CM</strong><br />
 <strong>Anggota Dewan Juri Rekor Bisnis (ReBi) &amp; Institute of Certified Professional Managers (ICPM)</strong></strong></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://economy.okezone.com/read/2012/01/20/23/560455/mengelola-kreativitas" target="_blank">economy.okezone.com</a></p>
<p>Sumber gambar : adityoimanprakoso.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/26/mengelola-kreativitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Teknik Lintas Promosi</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/23/strategi-teknik-lintas-promosi/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/23/strategi-teknik-lintas-promosi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 07:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=22548</guid>
		<description><![CDATA[Lintas promosi bukanlah ide baru. Ini sudah digunakan oleh berbagai bisnis dalam waktu yang lama. Misalnya, perusahaan real-estate mempromosikan pengacara tertentu dalam closing penjualan, dimana pengacara tersebut juga akan mempromosikan agen tersebut dalma perusahaannya. Sistemnya mirip dengan sistem barter, dimana orang bertukar barang dibandingkan menggunakan uang. Bagaimana hal yang primitif bisa digunakan dalam dunia marketing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-22549" href="http://jpmi.or.id/2012/01/23/strategi-teknik-lintas-promosi/lintas-promosi/"><img class="alignleft size-full wp-image-22549" src="http://jpmi.or.id/files/2011/12/lintas-promosi.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a>Lintas promosi bukanlah ide baru. Ini sudah digunakan oleh berbagai bisnis dalam waktu yang lama. Misalnya, perusahaan real-estate mempromosikan pengacara tertentu dalam closing penjualan, dimana pengacara tersebut juga akan mempromosikan agen tersebut dalma perusahaannya. Sistemnya mirip dengan sistem barter, dimana orang bertukar barang dibandingkan menggunakan uang. Bagaimana hal yang primitif bisa digunakan dalam dunia marketing online? Sangat mudah. Lintas promosi, seperti dijelaskan, menjual space iklan. Alih-alih membayar space iklan di website, Anda memasang iklan mereka di tempat Anda, dan iklan Anda dipasang di tempat mereka. Ada banyak cara untuk menggunakan lintas promosi dalam bisnis internet yang bisa menjadi cara yang efektif dan biaya yang efisien dalam beriklan.</p>
<p>Salah satunya adalah bertukar link. Ini sangat efektif ketika melakukan lintas promosi dengan perusahaan yang serupa dengan Anda, namun Anda harus memastikan dan tidak pernah mem-link sebuah halaman yang menjadi pesaing Anda secara langsung. Salah satu hal terbaik dalam bertukar link adalah beberapa search engine mencatat hits dari beberapa site yang terhubung dengan halaman Anda saat menentukan rangking. Karena itu, link ke site populer tidak hanya akan meningkatkan iklan dan traffic Anda, tapi juga meningkatkan rangking search engine Anda.</p>
<p>Saat kustomer potensial atau prospek berlangganan ezine, gunakan peluang ini sebagai lintas promosi. Dihalaman yang sama dimana customer berlangganan ezine, gunakan peluang untuk berlanggganan ezine perusahaan lain. Bahkan Anda bisa bertukar tempat iklan di ezine, dan memberikan rekomendasi pada mereka yang Anda ajak bekerja sama. Bisa saja Anda bertukar kolom di ezine lainnya.</p>
<p>Menulis artikel bebas yang bermanfaat dan akurat bisa menciptakan reputasi Anda dan bisnis Anda. Pembaca akan tahu bahwa Anda ahli di bidangnya. Dalam artike ini, penulis biasanya menggunakan byline untuk mempromosikan site nya. Byline bisa menjadi alat untuk lintas promosi. Anda bisa menggunakan bagian dari tempat di byline untuk merekomendasikan produk lain.</p>
<p>Jika Anda mempertimbangkan menulis ebook, kerjasama bisa meningkatkan profit Anda dan rekan kerja sama. Lintas promosi melalui ebook adalah cara yang bagus untuk memberikan topik yang lebih luas dan mempromosikan bisnis Anda dan rekan.E-book harus harus berisi informasi yang menguntungkan dari segi bisnis dan bermanfaat bagi pembaca. Contoh penggunaan lintas promosi menggunakan ebook adalah site yang menjual video game bekerjasama dengan site yang menjual peralatan game. Dua hal ini akan menarik minat pembaca dan seringkali mengarahkan pembaca ke kedua site tersebut.</p>
<p>Yang harus Anda ingat adalah bahwa rekomendasi yang Anda buat adalah cerminan langsung dari diri Anda, jadi berhati-hatilah dalam memilih lintas promosi.  Juga, akan lebih menyenangkan jika pembeli bisa me-link dari satu site ke site lain seperti layaknya  “belanja disekeliling.“ Karena ini biasanya tidak  menguntungkan bagi Anda, jangan pernah me-link atau merekomendasikan site yang langsung berkompetisi dengan Anda. Namun, disarankan untuk merekomendasikan bisnis yang mirip, seperti kesehatan dengan asuransi jiwa.</p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://pengusahamuslim.com/teknik-lintas-promosi">pengusahamuslim.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: gasstationadvertising.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/23/strategi-teknik-lintas-promosi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Jangka Panjang Bagi Perusahaan</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/16/strategi-jangka-panjang-bagi-perusahaan/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/16/strategi-jangka-panjang-bagi-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 07:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=22543</guid>
		<description><![CDATA[Pemikiran jangka pendek telah menjadi strategi pilihan banyak eksekutif, seiring dengan semakin akrabnya mereka dengan perubahan yang cepat. Sementara strategi jangka pendek dapat memberikan dampak secepatnya, tetap saja, untuk bertahan di posisi teratas dalam waktu panjang, hanya mereka yang berpandangan jangka panjanglah yang mampu melakukannya. Ketika pada 1996 Michael Schumacher bergabung dengan tim Formula 1 Ferrari, hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-22544" href="http://jpmi.or.id/2012/01/16/strategi-jangka-panjang-bagi-perusahaan/long-strategy/"><img class="alignleft size-medium wp-image-22544" src="http://jpmi.or.id/files/2011/12/long-strategy-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a>Pemikiran jangka pendek telah menjadi strategi pilihan banyak eksekutif, seiring dengan semakin akrabnya mereka dengan perubahan yang cepat. Sementara strategi jangka pendek dapat memberikan dampak secepatnya, tetap saja, untuk bertahan di posisi teratas dalam waktu panjang, hanya mereka yang berpandangan jangka panjanglah yang mampu melakukannya.</p>
<p>Ketika pada 1996 Michael Schumacher bergabung dengan tim Formula 1 Ferrari, hal itu dianggap sebagai lelucon dunia Formula 1. Ferrari belum pernah memenangkan kejuaraan apapun dalam 17 tahun terakhir dan kondisinya kacau balau. Namun demikian, ini semua adalah bagian dari strategi jangka panjang CEO Ferrari Luca Cordero untuk merestrukturisasi setiap aspek perusahaan tersebut. Langkah ini tidak membawa hasil menggembirakan dalam jangka pendek. Sang CEO tidak terpengaruh,  dengan hasil buruk jangka pendek ini. Setelah Sembilan tahun, Schumacher menjuarai lebih banyak balapan dan kejuaraan dibanding pebalap manapun dalam sejarah, menjadikan Ferrari sebagai salah satu pemimpin yang disegani di arena Formula 1.</p>
<p>Berapa banyak pemain bisnis yang mengikuti jejak Ferrari yang memegang teguh strategi jangka panjangnya? Tidak terlalu banyak. Cepatnya perubahan dan <em>hypercompetition</em> membuat para eksekutif percaya bahwa pemikiran strategis yang lebih panjang dari tiga tahun tidak lagi relevan; bahkan strategi lima tahunan terkadang dianggap sebagai jangka panjang.</p>
<p>Kami mengamati berbagai horison perencanaan strategi di berbagai organisasi di seluruh dunia. Kami menemukan bahwa 2/3 dari perusahaan tersebut memiliki horison strategi 4 tahun, bahkan kurang. Sebesar 30% lainnya memiliki rencana 5-6 tahunan, dan hanya 6% yang memiliki horison strategi lebih dari 6 tahun.</p>
<p>Hasil ini cukup mengejutkan, banyak perusahaan melihat strategi jangka panjang rentan terhadap banyak ketidakpastian. Hanya strategi jangka pendek berdampak pada bisnis. Prinsip ini adalah sebuah paradoks di mana perencanaan jangka pendek secara menerus akan menyebabkan ‘myopia secara temporer’. Seringkali posisi kompetitif perusahaan dalam jangka panjang tererosi tanpa disadari. Berbagai alasan diutarakan para eksekutif mengapa terobsesi strategi jangka pendek.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1.<em> </em> Soal Insentif</strong></p>
<p>Eksekutif diberikan insentif jangka pendek (misalnya opsi saham), maka mereka akan memiliki tujuan jangka pendek, begitu juga sebaliknya.</p>
<p><strong>2.<em> </em> Kontrak dan Masa Kerja CEO yang Semakin Singkat</strong></p>
<p>Seringkali tidak diketahui adalah bahwa perusahaan dengan kontrak CEO yang lebih singkat bertendensi memiliki horison strategi lebih pendek dan kurang memadai investasinya untuk keunggulan jangka panjang.</p>
<p><strong>3. Ekspektasi Pasar</strong></p>
<p>Analis dan manajer investasi mendasarkan evaluasi saham pada pendapatan triwulanan. CEO kemudian mengangkat fenomena ini untuk menjustifikasi fokus mereka yang berjangka pendek.</p>
<p><strong>4. Komitmen Fleksibilitas</strong></p>
<p>Banyak yang menganggap tidak adanya fleksibilitas dalam komitmen strategi jangka panjang  adalah hal yang berisiko. Perusahaan yang cenderung menghindari risiko akan menghindari pembicaraan strategi jangka panjang.</p>
<p><strong>5. Menyebarnya paradigma <em>emergent strategy</em></strong></p>
<p>Dua pandangan yang sangat berpengaruh dalam strategi: ‘belajar sambil melakukan’ dan ‘<em>setting</em>strategi dari <em>front line’</em> seringkali dijadikan alasan untuk menolak pemikiran strategi jangka panjang.</p>
<p><strong>Kesalahan persepsi</strong></p>
<p>Obsesi jangka pendek merefleksikan sifat manusia yang mendasar. Bill Gates mengatakan, “kita selalu overestimasi terhadap perubahan yang akan terjadi dalam 2 tahun dan meremehkan perubahan yang mungkin dalam 10 tahun ke depan”. Penasihat finansial juga seringkali memberikan saran bahwa keuangan harus dioptimasikan untuk jangka pendek dan melakukan penyesuaian portofolio di setiap melihat perubahan.</p>
<p>Tidak semua perusahaan terjebak dalam siklus jangka pendek. Faktanya, perusahaan terkemuka di berbagai negara dan industri berpikiran strategis jangka panjang. Perusahaan seperti Nestle, BASF, VW dan Westpac memiliki <em>shareholder return</em> total (TSR) yang lebih tinggi dibanding <em>peer</em>-nya dan riset menunjukkan bahwa semakin panjang horison strategi mereka, maka semakin tinggi TSR jangka panjangnya.</p>
<p>Jangka pendek adalah penting karena dia mengukur kinerja saham dan kemampuan eksekusi dalam waktu singkat, namun organisasi perlu mempertimbangkan konteks jangka panjang. Adalah sangat perlu untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi kesuksesan masa depan, dengan tetap mengatasi permasalahan yang dihadapi saat ini.</p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/13061-strategi-jangka-panjang.html" target="_blank">ciputraentrepreneurship.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: seputarforex.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/16/strategi-jangka-panjang-bagi-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Bisnis Heidi Klum Bagi Pebisnis Pemula</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/12/5-tips-bisnis-heidi-klum-bagi-pebisnis-pemula/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/12/5-tips-bisnis-heidi-klum-bagi-pebisnis-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 07:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23470</guid>
		<description><![CDATA[Berhenti sebagai salah satu model tetap produk lingerie Victoria&#8217;s Secret setelah bergabung selama 13 tahun, rupanya tidak menghentikan Heidi Klum sebagai selebriti dan entrepreneur hebat. Mengawali karier sebagai model, perempuan asal Bergisch Gladbach, Jerman, ini dikenal sebagai produser untuk reality show Project Runway, dan perancang sejumlah lini busana, sepatu, dan aksesori, serta pencipta wewangian. Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23472" href="http://jpmi.or.id/2012/01/12/5-tips-bisnis-heidi-klum-bagi-pebisnis-pemula/heidi-klum-shine-fragrance/"><img class="alignleft size-full wp-image-23472" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/heidi-klum-shine-fragrance.jpg" alt="" width="300" height="277" /></a>Berhenti sebagai salah satu model tetap produk <em>lingerie</em> Victoria&#8217;s Secret setelah bergabung selama 13 tahun, rupanya tidak menghentikan Heidi Klum sebagai selebriti dan <em>entrepreneur</em> hebat. Mengawali karier sebagai model, perempuan asal Bergisch Gladbach, Jerman, ini dikenal sebagai produser untuk reality show <em>Project Runway</em>, dan perancang sejumlah lini busana, sepatu, dan aksesori, serta pencipta wewangian. Dengan berbagai kesibukannya tersebut, Heidi tahu bagaimana harus membagi waktu dan terus maju. Anda pasti penasaran apa saja kiat-kiatnya.</p>
<p><strong>Tetapkan tujuan</strong></p>
<p>&#8220;Banyak orang belum menentukan apa yang mereka inginkan. Itu masalah utamanya. Ketika aku tahu aku ingin menjadi model, aku bertekad menjadi model yang baik. Pertama, Anda perlu tahu tujuan hidup Anda,&#8221; katanya. Kini, Anda tahu kekayaan perempuan dengan penghasilan 20 juta dollar setahun ini datang dari berbagai bidang lainnya. Belum lama ini Heidi mengantongi kontrak dengan perusahaan <em>activewear</em>, New Balance, untuk menciptakan lini busana <em>sporty</em>, yang disebut HKNB. Bulan Oktober lalu, ia menandatangani kerjasama untuk sebuah acara baru, <em>Seriously Funny Kids</em>. Sementara itu, reality show <em>Germany&#8217;s Next Top Model</em> yang diproduserinya juga mendominasi rating di tanah kelahirannya tersebut.</p>
<p><strong>Pelajari apa yang ingin Anda lakukan</strong></p>
<p>Dalam bidang yang digelutinya, Heidi akan mencari tahu siapa fotografer, <em>stylist</em>, atau majalah yang berada di dalam industri tersebut, dan menyiapkan diri untuk menghadapi mereka. Jika Anda ingin menjadi chef, misalnya, Anda harus tahu mana pisau yang terbaik, mana panci dan penggorengan yang terbaik, dan hidangan apa yang ingin Anda masak. &#8220;Apa yang ingin Anda santap? Apakah makanan Jepang, Italia, atau China?&#8221; seru perempuan 38 tahun ini.</p>
<p><strong>Bekerja dengan percaya diri</strong></p>
<p><strong> </strong>Menurut Heidi, seorang pebisnis pemula harus memandang segala sesuatu secara positif. &#8220;Kalau Anda takut, jangan menunjukkannya. Mungkin orang lain bisa memahami ketika Anda berada di atas panggung dan mengatakan bahwa Anda nervous. Tetapi hal itu tidak lagi bisa dimengerti ketika Anda sedang menghadiri pertemuan bisnis,&#8221; tuturnya. Anda harus selalu melakukan kontak mata, dan mampu membuat orang lain percaya bahwa Anda berniat membuat sesuatu, mengapa Anda ada di sana bersama mereka, dan Anda tahu apa yang Anda lakukan.</p>
<p><strong>Terbuka untuk memelajari hal baru</strong></p>
<p><strong> </strong>Tahu banyak hal, berbeda dengan bersikap sok tahu. Bahkan bila Anda merasa tahu segalanya, menurut Heidi tidak baik bila Anda menunjukkannya. &#8220;Menurutku hal itu bukan tindakan yang pintar. Selalu ada banyak hal yang bisa diajarkan orang lain pada Anda. Bersikaplah percaya diri, dan terbukalah untuk menerima saran-saran tertentu!&#8221;</p>
<p><strong>Jangan menerima kata &#8220;tidak&#8221; </strong></p>
<p><strong> </strong>Seorang pebisnis tidak akan mudah menyerah. Ia harus bersikap gigih mengenai apa yang diinginkannya. Banyak orang yang sukses karena bantuan orang lain, tetapi banyak juga orang yang berhasil karena talentanya, dan karena sikapnya yang ulet. &#8220;Aku tahu dari orang-orang yang pernah bekerja bersamaku, bahwa orang mengatakan ingin memiliki karier sepertiku, dan teman-temanku seolah mengatakan, &#8216;Tapi ia juga bekerja sangat keras.&#8217; Itu benar sekali!&#8221; ujar ibu empat anak ini. Jangan pernah mengira bahwa pekerjaannya hanya duduk-duduk, dan melihat tawaran pekerjaan menghampirinya. Kita tidak bisa sekadar menunggu hal-hal yang hebat akan terjadi. Kita harus mencari peluang dan merebut peluang tersebut</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://female.kompas.com/read/2012/01/09/14255153/5.Tips.Heidi.Klum.untuk.Pebisnis.Pemula" target="_blank">female.kompas.com</a></p>
<p>Sumber gambar : fashionfame.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/12/5-tips-bisnis-heidi-klum-bagi-pebisnis-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Dasar Kepemimpinan adalah Terima kasih</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/09/strategi-dasar-kepemimpinan-adalah-terima-kasih/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/09/strategi-dasar-kepemimpinan-adalah-terima-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 07:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=22538</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih adalah emosi yang positif dan studi telah menunjukkan ini menciptakan sikap yang lebih positif, mengurangi stress dan memberikan banyak keuntungan. Tapi kami tidak memerlukan studi untuk menyatakan ini semua, bukan? Anda tahu bagaimana rasanya saat Anda berterima kasih. Artikel mengeksplor dasar-dasar bagaimana pemimpin bisa mentransform rasa terima kasih yang tulus kedalam dorongan yang positif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-22539" href="http://jpmi.or.id/2012/01/09/strategi-dasar-kepemimpinan-adalah-terima-kasih/thank-you/"><img class="alignleft size-medium wp-image-22539" src="http://jpmi.or.id/files/2011/12/thank-you-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Terima kasih adalah emosi yang positif dan studi telah menunjukkan ini menciptakan sikap yang lebih positif, mengurangi stress dan memberikan banyak keuntungan. Tapi kami tidak memerlukan studi untuk menyatakan ini semua, bukan? Anda tahu bagaimana rasanya saat Anda berterima kasih.</p>
<p>Artikel mengeksplor dasar-dasar bagaimana pemimpin bisa mentransform rasa terima kasih yang tulus kedalam dorongan yang positif untuk perubahan dan kesuksesan yang dipimpinnya dan dalam organisasi secara umum.</p>
<p>Sebelum saya lanjutkan, saya harus menggarisbawahi sebuah kata penting dalam kalimat sebelumnya tulus. Harap diketahui bahwa semua saran yang mengikuti akan membuat perubahan yang besar, tapi perbedaan hanya akan menjadi positif (bagi Anda dan yang lainnya) saat rasa terima kasih Anda adalah tulus, otentik, dan dirasakan dalam hati.</p>
<p>Pada akhirnya, saya berharap Anda melihat bahwa rasa terima kasih adalah jauh dari sikap lembut, “ baik dilakukan”. Sebaliknya, ini adalah hal penting dan kunci kesuksesan Anda sebagai seorang pemimpin. Semua ini berawal dari fundamental. Tiga fundamental pertama.</p>
<p>1.Lihatlah. Sebagai seorang pemimpin, ada banyak hal dalam pikiran Anda. Untuk berterima kasih, pertama Anda harus melihat atau memperhatikan hal-hal yang harus disyukuri. Apakah Anda ingin lebih sering bersyukur? Maka set pikiran Anda untuk mencari hal-hal yang patut disyukuri. Setelah Anda men-set pikiran alam bawah sadar, Anda akan lebih sering menemuinya.</p>
<p>2.Katakan. Anda bersyukur atau berterima kasih atas apa yang sudah dilakukan seseorang? Biarkan mereka tahu! Saat Anda melihat seseuatu yang untuk dihargai atau disyukuri, biarkan orang lain tahu dengan mengatakan pada mereka. Dan pada saat itu, buatlah rasa terima kasih Anda spesifik. Bisa dalam bentuk ucapan terima kasih yang sederhana, tapi juga bisa dengan kebiasaan memberikan feedback yang lebih positif.</p>
<p>3.Tuliskan. Bisa dalam bentuk email, tapi, lebih baik dalam bentuk note dengan tulisan tangan. Biarkan orang lain tahu apa yang Anda lihat, bagaimana Anda merasakannya dan mengapa begitu penting. Kata-kata ini akan dibaca, dan diulang, dan mungkin dibagi dengan orang lain. Kebanyakan orang yang pernah saya tanyai mengatakan mereka memiliki file surat dan komentar positif yang diterima dari orang lain. Sebagai seorang pemimpin orang akan menyimpan Anda dalam ingatan yang positif, mungkin file penting, dengan kata-kata Anda.</p>
<p>Ini adalah nasehat yang baik dalam kehidupan kita, tapi sebagai seorang pemimpin, saat kita melihat, mengatakan, dan atau menuliskan terima kasih kita pada orang lain akan membuat perbedaan yang besar. Sebagai pemimpin, Anda memiliki tempat istimewa dalam kehidupan orang lain. Kata-kata, opini dan tindakan Anda diperhatikan. Rasa terima kasih yang Anda bagi dalam percakapan atau diatas kertas benar-benar mengubah kehidupan seseorang.</p>
<p>Final Fundamental- Komponen Transformasi. Kita mulai dengan mengatakan bahwa saat kita bersyukur, hal-hal baik terjadi pada kita. Saat kita memikirkan dari perspektif kepemimpinan, kami menyadari potensi benefitnya jauh lebih besar. Final fundamental adalah dengan membaginya.</p>
<p>Rasa terimakasih adalah virus emosi  artinya yang bisa menyebar dengan cepat.<br />
Sebagai seorang pemimpin Anda lebih dari sekedar pembawa penyakit emosi yang menular (positif atau negatif), Anda bisa menyebarkannya dengan lebih cepat dan lebih jauh daripada orang lain. Saat Anda berbagi dan memberikan panutan rasa terima kasih seperti yang dijelaskan diatas, Anda mulai merubah budaya dan lingkungan kerja secara positif.</p>
<p>Hasil dari perubahan-perubaha ini bisa menghasilkan kinerja dan teamwork yang meningkat, mengurangi stress, masa retensi yang lebih tinggi dan banyak lagi. Harapannya, Anda melihat dengan bersyukur lebih dari seseuatu yang bisa atau harus Anda lakukan pada proyek besar atau saat-saat tertentu dalam satu tahun. Dibandingkan, rasa terima kasih yang tulus selalu tepat dan selalu dilakukan. Pemimpin besar tahu hal ini. Ini adalah sebuah cara untuk memberikan feedback yang lebih baik dan mengembangkan orang lain.</p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://pengusahamuslim.com/dasar-kepemimpinan-terima-kasih" target="_blank">pengusahamuslim.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: business.lovetoknow.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/09/strategi-dasar-kepemimpinan-adalah-terima-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menumbuhkan Rasa Percaya di Perusahaan</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/03/menumbuhkan-rasa-percaya-di-perusahaan/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/03/menumbuhkan-rasa-percaya-di-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 07:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23244</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering kecewa karena tidak adanya sinergi. Padahal, begitu banyak hal yang harus dibenahi dan tantangan untuk memperbaiki kinerja terus digaungkan sebagai urgensi. Tidak jarang kita melihat pejabat atau orang-orang penting di satu perusahaan menolak untuk bicara lebih dalam mengenai konflik yang terjadi. Padahal, di sisi lain, mereka bisa dengan santainya makan siang bersama-sama. Keterbukaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23245" href="http://jpmi.or.id/2012/01/03/menumbuhkan-rasa-percaya-di-perusahaan/trust-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-23245" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/trust.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a>Kita sering kecewa karena tidak adanya sinergi. Padahal, begitu banyak hal yang harus dibenahi dan tantangan untuk memperbaiki kinerja terus digaungkan sebagai urgensi. Tidak jarang kita melihat pejabat atau orang-orang penting di satu perusahaan menolak untuk bicara lebih dalam mengenai konflik yang terjadi. Padahal, di sisi lain, mereka bisa dengan santainya makan siang bersama-sama. Keterbukaan yang digembar-gemborkan para atasan sebagai “<em>my door is open</em>” kerap berupa slogan saja, namun tidak serius dijalankan.</p>
<p>Ketika atasan menyadari bahwa ide-ide, protes-protes, bahkan kekecewaan tidak “mengalir” ke mereka, para atasan ini tidak berusaha memperbaiki situasi. Bila keterbukaan tidak tumbuh di dalam tim dan antar individu, jangan heran bila kemudian yang tumbuh adalah atmosfir sindir-menyindir, salah menyalahkan, kelelahan, &#8220;<em>loneliness</em>&#8220;, apatis, bahkan hilangnya inisiatif. Padahal, kita sangat menyadari, bahwa perbaikan prosedur dan proses bisnis tercanggih di dunia pun tidak bisa lancar tanpa adanya &#8220;rasa percaya&#8221; antar tim  yang berakar secara mendalam pada masing-masing individu</p>
<p> Dunia kita makin kompleks, di mana tim dituntut bersinergi dalam rangka globalisasi dan desentralisasi. Di dunia kerja, makin maraknya &#8220;<em>outsourcing</em>&#8221; dan posisi pada setiap fungsi organisasi yang kerap berjauhan menjadikan setiap manajer ditantang untuk memimpin tim dari jarak jauh. Alat-alat monitoring, komunikasi secara <em>cyber</em>, dan segala macam elektronik tetap tidak bisa menggantikan hubungan tatap muka, sehingga kita menyadari kemungkinan tidak terkuaknya masalah, adanya kesalahan, salah pengertian dan tercampur aduknya masalah yang ujung-ujungnya tidak gampang untuk mengurainya kembali. Di satu pihak ada atasan yang mengatakan, “Jangan terlalu percaya pada anak buah. Anda harus turun tangan dan melakukan inspeksi sendiri”. Namun sebaliknya, kita sangat menyadari bahwa rasa percaya harus kita tumbuhkan bila ingin mengembangkan tim virtual begini.</p>
<p> Begitu pentingnya rasa percaya, sehingga berbagai disiplin ilmu, baik para <em>neuroeconomist</em>,  <em>behavioral economists,</em> dan para psikolog sosial mempelajari berbagai teknik dan cara untuk mempelajari tumbuhnya rasa percaya. Namun, kita bisa menemui individu yang walaupun sangat berniat untuk mengembangkan rasa percaya ini, tetap tidak mudah mempercayai orang di sekitarnya. Bisa saja ia tidak percaya pada <em>fairness</em> dan keterbukaan atasannya sendiri, maupun tidak mempercayai apa yang dilaporkan anak buahnya. Bila saja separuh karyawan di sebuah organisasi mempunyai perasaan yang sama, bisa dibayangkan betapa tidak nyamannya atmosifr kerja di lingkungan tersebut.</p>
<p><strong>To trust is human</strong></p>
<p><strong> </strong>Pada mahluk lain, rasa percaya itu beroperasi secara intuitif, namun manusia mengembangkan rasa percaya sebagai fungsi otak. Segera setelah dilahirkan, bayi sudah bisa membaca mimik pengasuh atau ibunya, bahkan sudah memalingkan muka ke arah suara yang dikeluarkan ibunya. Seorang psikolog sosial mengatakan: “<em>We’re born to be engaged and to engage others, which is what trust is largely about</em>.” Meskipun para ahli juga menemukan bahwa ada zat tertentu yang secara rutin di produksi kelenjar tubuh kita yang berfungsi menghubungkan kondisi emosional dengan hubungan sosial yang positif, yaitu oksitosin, para ahli tetap berkeyakinan bahwa rasa percaya memang tumbuh secara rasional.</p>
<p>Hal lain yang perlu kita pahami juga adalah dari sebuah penelitian terhadap sejumlah mahasiswa, didapatkan bahwa, manusia mempunyai kecenderungan untuk menganggap bahwa penilaiannya benar. Dengan demikian, setiap individu cenderung tidak mengkonfirmasi ulang penilaiannya. Selain itu, manusia juga sering didominasi oleh ilusi semacam <em>unrealistic optimism</em> di mana keyakinan bahwa semua hal yang baik-baik akan terjadi pada dirinya. Hal ini kadang menghambat pikiran kita untuk melakukan cek dan ricek terhadap penilaian yang kita buat.</p>
<p>Disadari atau tidak, kita memang sering mempunyai kecenderungan yang menetap. Apakah terlalu curiga atau sebaliknya terlalu percaya. Tantangan kita adalah secara sadar menjaga, mengevaluasi dan menuntut penilaian kita untuk mengolah, bekerja keras, dan tidak mengambang.</p>
<p><strong>Kirimkan sinyal</strong></p>
<p><strong> </strong>Pada tahun 1980-an, ketika komputer masih dianggap barang mahal, Hewlett Packard membuat kebijakan, bahwa karyawannya diijinkan membawa pulang laptopnya masing-masing untuk bekerja di rumah. Pesannya jelas. Perusahaan percaya pada karyawannya. Sinyal ini langsung mewarnai keyakinan karyawan akan perusahaannya dan seketika berdampak pula pada keyakinan karyawan pada anggota tim lain, seperti atasan dan teman kerjanya.</p>
<p>Rasa percaya memang beresiko. Bila kita melancarkan kritik, kita malah bisa dipukul balik. Bila kita menyampaikan “<em>brutal facts</em>”, tak jarang malah bernasib: “<em>messenger get killed</em>”. Curhat pada teman yang salah bisa berakibat gosip beredar. Namun untuk maju, kita tidak punya pilihan kecuali menumbuhkan rasa percaya pada rekan, atasan, perusahaan, dan juga negara. Sikap menghindar dan menjauhi orang yang tidak kita percaya, hanya akan berakibat turunnya kinerja tim dan ketidaknyamanan situasi kerja.</p>
<p>John F. Kennedy pernah membuktikan bahwa mengembangkan sikap saling percaya berhasil menumbuhkan kolaborasi positif. Dalam pidatonya di sebuah universitas di Amerika pada tahun 1963, ia mengemukakan tentang sifat baik orang Rusia dan betapa ia ingin bekerja sama dengan pemerintah Rusia di bidang persenjataaan nuklir. Pernyataan ini membuat Nikita Khrushchev terkesan dan akhirnya membuka hubungan diplomatik. Dari sini kita belajar bahwa pesan dan sinyal bahwa kita bisa dipercaya dan bisa mempercayai orang lain perlu dilakukan secara sengaja dan juga penuh kesadaran sehingga pihak lain pun sadar bahwa kita tidak main-main ingin membangun rasa percaya.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://female.kompas.com/read/2011/11/21/11064858/Menumbuhkan.Rasa.Percaya.di.Perusahaan" target="_blank">female.kompas.com</a></p>
<p>Sumber gambar : suzieanganimpian.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/03/menumbuhkan-rasa-percaya-di-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Delapan Langkah Menarik Klien</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/01/02/delapan-langkah-menarik-klien/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/01/02/delapan-langkah-menarik-klien/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 07:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=22533</guid>
		<description><![CDATA[Ada susunan logis untuk membangun bisnis, baik online atau offline. Ada hal-hal tertentu yang harus Anda lakukan untuk melihat bisnis Anda tumbuh. Dengan berkomitmen mengikuti delapan langkah ini, Anda bisa menarik lebih banyak klien dan mendapatkan penghasilan yang Anda inginkan. 1. Target yang Jelas Sebelum Anda melakukan marketing, Anda harus menemukan siapa yang menjadi audien [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-22534" href="http://jpmi.or.id/2012/01/02/delapan-langkah-menarik-klien/eight/"><img class="alignleft size-full wp-image-22534" src="http://jpmi.or.id/files/2011/12/eight.jpg" alt="" width="300" height="259" /></a>Ada susunan logis untuk membangun bisnis, baik online atau offline. Ada hal-hal tertentu yang harus Anda lakukan untuk melihat bisnis Anda tumbuh. Dengan berkomitmen mengikuti delapan langkah ini, Anda bisa menarik lebih banyak klien dan mendapatkan penghasilan yang Anda inginkan.</p>
<p><strong>1. Target yang Jelas</strong></p>
<p>Sebelum Anda melakukan marketing, Anda harus menemukan siapa yang menjadi audien Anda. Lakukan riset dan temukan produk atau jasa Anda yang paling dibutuhkan. Tanpa ada pemahaman yang jelas siapa target Anda, marketing Anda tidak bisa efektif.</p>
<p>Dengan pendekatan khusus Anda akan membantu nilai konversi Anda. Mungkin ini akan membuat Anda gugup untuk mempersempit pilihan Anda, tapi ini adalah langkah pertama untuk menarik klieng dengan waktu yang lebih panjang. Berikut adalah benefit lainnya untuk memperpendek fokus Anda: setiap kali Anda memberikan spesialisasi, Anda bisa mengenakan lebih untuk jasa Anda.</p>
<p><strong>2. Memahami Apa yang Mereka Inginkan Secara Emosional dan Logis</strong></p>
<p>Setelah Anda mengidentifikasikan target audien terbaik Anda, maka inilah saatnya untuk belajar apa yang sangat mereka inginkan. Apa yang ingin mereka dapatkan? Apa yang membuat mereka terjaga?</p>
<p>Memasarkan produk tidak akan ada artinya jika Anda tidak yakin dengan apa yang diinginkan target pasar. Konsepnya adalah: orang membeli apa yang mereka inginkan, bukan apa yang mereka pikir dibutuhkan. Kenali pasar dan Anda akan menemukan penjualan yang lebih mudah.</p>
<p><strong>3. Kemas Apa yang Anda Tawarkan Menjadi Hasil Akhir yang Diinginkan</strong></p>
<p>Karena Anda memahami pasar dengan baik, Anda tahu apa yang diinginkan dan hasil yang ingin mereka dapatkan. Semakin Anda mendekati hasil akhir yang diinginkan, semakin baik Anda melakukan bisnis. Kemas produk Anda sesuai dengan hasil tersebut, sehingga Anda selalu memenuhi kebutuhan klien Anda.</p>
<p>Saat Anda benar-benar memasuki apa yang dibutuhkan target pasar, Anda akan merasakan hiruk-pikuk bisnis yang berjalan mulus. Anda akan berhenti mendorong dan menggali penjualan dan melihat bagaimana semuanya mengalir bersamaan – kebutuhan sekelompok orang, dan kemasan produk untuk memenuhi kebutuhan mereka. Apa yang dibawa? Orang tidak membeli hanya karena mereka mengerti sesuatu, mereka membelik karena mereka merasa paham.</p>
<p><strong>4. Menciptakan Penawaran yang Tidak Bisa Ditolak</strong></p>
<p>Apa yang sesungguhnya Anda berikan pada produk, dan apa yang seharusnya diberikan oleh klien? Agar marketing menjadi efektif, Anda harus bisa menjawab pertanyaan tersebut dalam satu kalimat. Misalnya: “Beri saya sepuluh menit per hari dan saya akan memberikan tubuh yang selalu Anda inginkan .”</p>
<p>Anda ingin menyatakan penawaran Anda dalam cara yang menarik sehingga membuat orang mengangkat tangannya dan berkata “Aku ingin itu!” Terus kembangkan penawaran dalam satu-kalimat; ini akan membentuk dasar pemasaran Anda lainnya.</p>
<p><strong>5. Keluar dan Temukan Target Audien Anda</strong></p>
<p>Di mana orang paling sering membeli produk Anda? Apakah mereka bergabung dengan forum diskusi online? Publikasi apa yang mereka baca? Organisasi apa yang mereka ikuti? Jika Anda melakukan riset pasar yang baik di tahap sebelumnya, Anda sudah tahu jawabannya. Sekarang lihatlah keluar dan buatlah penawaran yang bagus di iklan, forum, diskusi dan cara apapun yang bisa Anda lakukan yang bisa dijangkau oleh audien.</p>
<p><strong>6.  Melatih Tindak Lanjut</strong></p>
<p>Anda sudah melakukan riset, membuat produk yang bagus, mengemasnya untuk memenuhi kebutuhan audien, dan membuat penawaran dimana mereka tertarik. Untuk memaksimalkan kerja keras yang sudah Anda lakukan, Anda harus menindaklanjutinya dengan konsisten. Cara terbaik apa untuk memastikan apa yang terjadi? Dengan membuat otomasi dan membuatnya sistematis serta tindak lanjut sebanyak mungkin. Berikut aturannya: Selalu lakukan tindak lanjut, dan menemukan cara untuk membuatnya otomatis.</p>
<p><strong>7. Menutup Pembelian</strong></p>
<p>Ini penting jika Anda ingin sukses. Belajar bagaimana membuat mereka terlibat dalam bisnis. Bagi beberapa perusahaan, bisa berarti pertemuan tatap muka, dan bagi yang lainnya, proses penjualan bisa dibuat otomasi. Kecuali uang Anda berpindah tangan, maka Anda tidak sungguh-sungguh menjalankan bisnis.</p>
<p>Cara apapun yang Anda pilih untuk menutup penjualan, Anda harus memberikan informasi yang memadai bagi prospek sehingga mereka yakin untuk membeli. Membuat pembagian-informasi otomatis sebanyak mungkin, dengan halaman web, surat sales letter, dan brosur sehingga Anda bisa memperluasnya dengan waktu yang sedikit.</p>
<p><strong>8. Membuat Penawaran Tambahan</strong></p>
<p>Tumpukan profit Anda dibuat dari tambahan sales untuk memuaskan pelanggan. Anda sudah membangun hubungan dengan mereka dan mereka tahu Anda bisa dipercaya. Menciptakan produk yang bisa Anda tawarkan saat Anda terus mendengarkan solusi apa yang mereka butuhkan.</p>
<p>Klien jangka panjang ini memberikan stabilitas pada bisnis Anda, dan Anda tidak terus-menerus mengejar klien baru. Belajar membuat penawaran tambahan akan membuat pembedaan apakah bisnis Anda bertahan.</p>
<p>Dengan mengikuti delapan langkah yang menempatkan Anda untuk menarik klien baru dan menghasilkan tambahan pendapatan. Tetap kerjakan sampai Anda menyempurnakan produk dan penawaran Anda. Otomasikan proses sebanyak yang Anda bisa, dan jangan lupa menawarkan produk tambahan untuk memuaskan pelanggan. Dengan melakukannya, Anda menujuk jalan mendapatkan income yang Anda inginkan.</p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://pengusahamuslim.com/8-langkah-menarik-klien" target="_blank">pengusahamuslim.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: chocolatemintsinajar.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/01/02/delapan-langkah-menarik-klien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

