<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia</title>
	<atom:link href="http://jpmi.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jpmi.or.id</link>
	<description>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:00:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>PRODUKSI KOPI: Jabar kejar pertumbuhan 10% per tahun</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/produksi-kopi-jabar-kejar-pertumbuhan-10-per-tahun/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/produksi-kopi-jabar-kejar-pertumbuhan-10-per-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 08:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24372</guid>
		<description><![CDATA[Empat lokasi pengembangan kopi arabika tersebut meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Garut. Nandang Jatnika, Kepala Seksi Tanaman Tahunan Dinas Perkebunan Jabar mengatakan, kopi yang ditanam di empat daerah itu memiliki karakteristik dan keunggulan dibandingkan dengan daerah lain di Jabar. “Mayoritas kopi di Jabar adalah robusta, namun di keempat daerah ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24373" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/produksi-kopi-jabar-kejar-pertumbuhan-10-per-tahun/kopi-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-24373" src="http://jpmi.or.id/files/2012/02/kopi.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Empat lokasi pengembangan kopi arabika tersebut meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Garut.</p>
<p>Nandang Jatnika, Kepala Seksi Tanaman Tahunan Dinas Perkebunan Jabar mengatakan, kopi yang ditanam di empat daerah itu memiliki karakteristik dan keunggulan dibandingkan dengan daerah lain di Jabar.</p>
<p> “Mayoritas kopi di Jabar adalah robusta, namun di keempat daerah ini kopi yang ditanam adalah arabika<br />
 yang memiliki nilai jual dan pasar yang lebih baik,” katanya kepada Bisnis, akhr pekan lalu.</p>
<p> Dia mengatakan total luas kebun kopi di provinsi itu sendiri seluas 29.548 hektare termasuk dengan kebun kopi swasta. Sedangkan keempat daerah unggulan tersebut memiliki luas kebun 16.411 ha  dengan produktivitas terus diperbaiki.</p>
<p> Produktivitas tanaman kopi di daerah tersebut, ujarnya, akan ditingkatkan untuk memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat 1.300 kg per ha.</p>
<p> Selama ini, baru Kabupaten Bandung Barat yang dapat melampaui target nasional itu, yaitu 1.350 kg per ha. Sementara produktivitas kopi di Kabupaten Bandung sebesar 1.279 kg per ha, Sumedang 548 kg per ha, dan Garut 800 kg per ha.</p>
<p> “Rata-rata produktivitas kopi di Jabar masih rendah 886 kg per ha. Karena itu, kami terus menggenjotnya minimal ada kenaikan 10% per tahun,” paparnya.</p>
<p> Nandang mengatakan keempat wilayah itu berpotensi menghasilkan kopi sebanyak 7.576 ton per tahunnya.</p>
<p> Untuk mendukung hal tersebut, Disbun Jabar tengah menerapkan baku teknis budidaya kopi a.l pemangkasan, pemeliharaan, pemupukan, dan perlindungan.</p>
<p> Nandang mengatakan Jawa Barat juga segera mematenkan merek kopi Preanger untuk memperoleh sertifikasi indikasi geografis agar daya saing komoditas itu meningkat.</p>
<p> Dia mengemukakan kopi Jabar sudah tertinggal dari produk serupa daerah lain, seperti Kopi Arabika Kintamani, Kopi Jawa, Kopi Toraja, yang sudah mendapat sertifikasi indikasi geografis.</p>
<p> “Kami ingin agar kopi Jabar sejajar dengan kopi daerah lain yang sudah mendapat IG. Tinggal Jawa Barat yang belum punya sertifikasi,” katanya.</p>
<p> Berdasarkan UU No 15 tahun 2001 tentang merek, Indikasi Geografis merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah  asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut,memberikan ciri dan kualitas tertentu terhadap barang yang dihasilkan.</p>
<p> Dia memaparkan indikasi geografis ini penting untuk melindungi produk, mutu dari produk, dan nilai tambah dari produk tersebut.</p>
<p> Langkah Pemprov Jabar menyertifikasi Kopi Preanger mendapat respons positif dari kalangan pengusaha komoditas tersebut.</p>
<p> Ketua DPD Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jabar Definitif, Didiet Arry Suparno, mengatakan dengan adanya sertifikasi itu maka akan memperkuat pasar ekspor dan domestik kopi Jabar.</p>
<p> “Hampir semua daerah penghasil kopi di Indonesia ini sudah memiliki sertifikasi, tinggal Jabar saja yang belum. Ini kan bagus untuk daya saing produk kita, terutama untuk pasar ekspor,” ujarnya.</p>
<p> Dia mengatakan selama ini ekspor komoditas kopi Jabar harus melalui jalur Medan. Sekitar 30-40% ekspor kopi dari Medan atau sekitar 200 tonnya merupakan kopi asal Jabar.</p>
<p> “Saat ini ekpor kopi dari Jabar masih menggunakan jalur Medan. Ini karena, kopi Jabar belum punya sertifikasi sendiri,” katanya.</p>
<p> AEKI Jabar berharap pemerintah juga serius menangani produktivitas kopi di provinsi itu. Karena, sampai saat ini produktivitasnya masih di bawah target nasional.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.bisnis.com/articles/produksi-kopi-jabar-kejar-pertumbuhan-10-percent-per-tahun" target="_blank">bisnis.com</a></p>
<p>Sumber gambar :bisnis.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/produksi-kopi-jabar-kejar-pertumbuhan-10-per-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Mitos Keliru Investasi Properti</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/10-mitos-keliru-investasi-properti/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/10-mitos-keliru-investasi-properti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 07:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23363</guid>
		<description><![CDATA[Dalam setiap lini bisnis selalu ada mitos dan atau persepsi keliru yang menempel. Padahal mitos tersebut pada kenyatannya tidaklah selalu benar, begitu pula di bisnis properti. Ada banyak pertanyaan di benak investor baru yang ingin memulai investasi di properti. Minimnya informasi yang didapat bisa sangat menyulitkan anda memisahkan fakta dan mitos. Daripada harus menyusun seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23364" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/10-mitos-keliru-investasi-properti/number10/"><img class="alignleft size-full wp-image-23364" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/number10.jpg" alt="" width="320" height="240" /></a>Dalam setiap lini bisnis selalu ada mitos dan atau persepsi keliru yang menempel. Padahal mitos tersebut pada kenyatannya tidaklah selalu benar, begitu pula di bisnis properti. Ada banyak pertanyaan di benak investor baru yang ingin memulai investasi di properti. Minimnya informasi yang didapat bisa sangat menyulitkan anda memisahkan fakta dan mitos. Daripada harus menyusun seluruh fakta yang ada, beberapa mitos yang sering ditemui dalam bisnis properti di bawah ini, seperti dikutip dari <em>realestateproarticles</em>, bisa memberi pengetahuan akan sebuah industri properti:</p>
<p><strong>1. Berinvestasi di Properti Hanya untuk Orang Kaya</strong></p>
<p>Memang benar, uang bisa menggerakan dunia, dan pastinya sangat membantu orang meraih impian. Tapi instrumen investasi properti tidak hanya untuk orang kaya. Banyak pengusaha properti terkenal memulai bisnisnya kecil-kecilan. Namun, secara perlahan mereka menanjak ke posisi puncak dengan kerja keras.</p>
<p><strong>2. Berinvestasi di Properti Berisiko Tinggi</strong><strong> </strong></p>
<p>Beberapa orang beranggapan begitu karena biasanya membutuhkan modal cukup tinggi, sehingga jika gagal di tengah jalan, kerugiannya pun cukup tinggi. Padahal sebenarnya, risiko berinvestasi di properti termasuk salah satu yang paling rendah. Apalagi jika dibandingkan pasar modal atau lembaga keuangan lainnya. Memang ada risikonya, tapi semua bisa diperhitungkan.</p>
<p><strong>3. Jual-beli Rumah Merupakan Cara Investasi Terbaik</strong></p>
<p>House flipping yaitu membeli rumah dengan niat untuk dijual kembali bisa jadi cara yang baik untuk berinvestasi di properti, tapi jelas bukan yang terbaik karena masih ada pilihan-pilihan lain. Dalam situasi ekonomi seperti ini, harga rumah sudah cukup tinggi, dan anda harus menunggu cukup lama untuk bisa mendapatkan keuntungan tinggi lewat menjual kembali rumah tersebut. Menyewakan properti anda bisa jadi jalan yang lebih baik ketimbang menjualnya begitu saja.</p>
<p><strong>4. Anda Perlu Banyak Pengalaman</strong></p>
<p>Mitos ini lebih masuk akal dibandingkan mitos lainnya. Akan tetapi, jika dipikir baik-baik, jika semua investor perlu banyak pengalaman sebelum memulai maka tidak akan ada yang namanya instrumen investasi properti. Pengalaman memang sangat membantu, dan hanya bisa diraih sejalan dengan waktu dan jam terbang. Yang paling anda perlukan adalah keinginan untuk belajar.</p>
<p><strong>5. Banyak yang Gagal Berinvestasi di Properti</strong></p>
<p>Layaknya sebuah instrumen investasi, properti juga punya risiko, tapi janganlah membuat anda takut sebelum memulai. Pikiran seperti ini biasa terjadi akibat kurangnya informasi setelah mengambil keputusan. Sebaiknya, jika anda merasa tidak mampu berinvestasi di sektor ini, lebih baik tidak usah. Tapi jangan sampai anda batal berinvestasi hanya karena masukan dari orang lain, terutama nasihat dari mereka yang belum pernah masuk ke sektor ini.</p>
<p><strong>6. Berinvestasi di Properti Hanya Sukses Jika Anda &#8216;Kenal&#8217; Orang yang Tepat</strong></p>
<p>Dalam bisnis dan industri apapun, punya banyak relasi akan sangat membantu. Apakah wajib untuk punya banyak relasi untuk memulai? Tentu tidak! Anda bisa membangun relasi sejalan dengan waktu. Mulailah berkenalan dan mengobrol dengan investor lain, pengacara, broker, dan siapa saja yang bisa membantu anda di masa mendatang.</p>
<p><strong>7. Beli Properti di Bawah Harga Pasar Pasti Menguntungkan</strong></p>
<p>Teori ini tidak sepenuhnya benar untuk industri properti. Meski membeli properti di bawah harga pasar menguntungkan di atas kertas, anda tidak akan mendapatkan laba sebelum berhasil menjual atau menyewakannya. Terkadang sebuah properti dijual murah karena beberapa faktor yang tentunya harus menjadi pertimbangan, seperti lokasi atau bangunan yang buruk. Anda harus lebih berhati-hati.</p>
<p><span style="font-weight: bold">8. Tidak Ada Lagi Properti Bagus yang Tersedia</span></p>
<p>Semua orang butuh tempat tinggal. Sebuah keluarga akan berkembang setiap harinya sehingga butuh properti baru. Anda akan selalu menemukan properti yang layak untuk diinvestasikan, hanya saja anda harus lebih sering dan giat mencarinya.</p>
<p><strong>9. Kunci Sukses Berinvestasi di Properti, Pasang Harga Tak Terlalu Tinggi</strong></p>
<p>Dalam kebanyakan kasus investasi properti, angka-angka sangatlah menentukan. Bahkan, anda bisa menawarkan harga jauh di atas rata-rata pasaran jika properti anda sudah dipoles menjadi sangat menarik.</p>
<p><span style="font-weight: bold">10. Anda Perlu Informasi dari &#8216;Orang Dalam&#8217;</span></p>
<p>Sebenarnya anda tidak perlu informasi yang sangat penting dari &#8216;orang dalam&#8217; yang lebih berpengalaman. Dengan jam terbang yang tinggi dan banyak berinteraksi bersama para profesional, lambat laun anda akan menjadi &#8216;orang dalam&#8217; tersebut.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita: <a href="http://finance.detik.com/read/2012/01/03/080350/1805116/1016/10-mitos-keliru-investasi-properti?f9911023" target="_blank">finance.detik.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: carersblog.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/10-mitos-keliru-investasi-properti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Hikmah dari Petani Jagung</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/belajar-dari-hikmah-dari-petani-jagung/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/belajar-dari-hikmah-dari-petani-jagung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 07:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Islami]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23662</guid>
		<description><![CDATA[James Bender dalam bukunya, “How to Talk Well” [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan. Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut. Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23664" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/belajar-dari-hikmah-dari-petani-jagung/petani-jagung/"><img class="alignleft size-full wp-image-23664" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/petani-jagung.jpg" alt="" width="300" height="304" /></a>James Bender dalam bukunya, “<em>How to Talk Well</em>” [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan. Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.</p>
<p>Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya. “Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?” tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.</p>
<p>“Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula,” jawab petani.</p>
<p>Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama. Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.</p>
<p>Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-<em>upgrade</em> masing-masing anggota tim Anda. <strong>KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.</strong> Dahulu, Nabi <em>SAW</em> bersabda, “<em>(Kualitas agama) seseorang itu tergantung dari kualitas agama teman dekatnya. Karena itu, hendaklah masing-masing orang memperhatikan siapa yang menjadi temannya</em>.” [HR Abū Dāwūd dalam Sunan-nya II/675/4833, dan lain-lain, dengan sanad yang hasan.</p>
<p>Beliau juga bersabda, “<em>Perumpamaan teman yang saleh dengan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi dia menghadiahkan parfumnya kepadamu, atau kamu membeli darinya, atau kamu akan mendapatkan bau wangi darinya. Sedangkan pandai besi, jika apinya tidak membakar bajumu, maka kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap darinya</em>.” (HR al-Bukhāriy dalam <em>Shahīh</em>-nya V/2104/5214; Muslim dalam <em>Shahīh</em>-nya IV/2026/2628, dan lain-lain.)</p>
<p>Karena itu, <strong>PERHATIKANLAH SEKELILING ANDA DAN BERBAGILAH.</strong> Jika Anda hanya memikirkan diri sendiri, segala yang Anda miliki akan sia-sia.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Tanam kebaikan, meski bukan pada yang semestinya</em></p>
<p><em>karena di mana pun ditanamkan, ia tak akan sirna</em></p>
<p><em>Kebaikan, meski melewati panjangnya masa</em></p>
<p><em>tak akan dipetik kecuali oleh penanamnya</em></p>
<p>(Syair Hikmah Arab)</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://pengusahamuslim.com/rahasia-sukses-petani-1408" target="_blank">pengusahamuslim.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: blog.timesunion.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/belajar-dari-hikmah-dari-petani-jagung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Xenia Melepas Belenggu Tugu Tani</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/xenia-melepas-belenggu-tugu-tani/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/xenia-melepas-belenggu-tugu-tani/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 07:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24387</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sore,seorang wartawan yang minta saya menandatangani buku yang dihadiahkan seusai wawancara protes: mengapa saya menggunakan pulpen sendiri, sedangkan ia sudah menyodorkan pulpennya di atas meja? Saya kaget kena protes dan bertanya kembali, ”Lho, pulpen Anda kan berwarna merah? Saya pakai pulpen sendiri karena warnanya hitam”. Dia pun menegaskan bahwa pulpennya juga berwarna hitam. Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24388" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/xenia-melepas-belenggu-tugu-tani/xenia-maut/"><img class="alignleft size-full wp-image-24388" src="http://jpmi.or.id/files/2012/02/Xenia-maut.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a>Suatu sore,seorang wartawan yang minta saya menandatangani buku yang dihadiahkan seusai wawancara protes: mengapa saya menggunakan pulpen sendiri, sedangkan ia sudah menyodorkan pulpennya di atas meja?</p>
<p>Saya kaget kena protes dan bertanya kembali, <em>”Lho, </em>pulpen Anda kan berwarna merah? Saya pakai pulpen sendiri karena warnanya hitam”. Dia pun menegaskan bahwa pulpennya juga berwarna hitam. Ini menarik! Sejak kapan pulpen dengan warna tutup dan ujung yang merah,bertinta hitam? Kami kemudian tertawa karena sudah terjadi misinterpretasi dari sebuah hal yang sangat sederhana. Ini yang disebut dengan <em>framing. </em>Proses <em>judging </em>yang terlalu cepat, dengan menggunakan <em>frame </em>tertentu di benak, tentang model umum sebuah pulpen.</p>
<p> Padahal, akan lain hasilnya, bila saya mengambil pulpen yang disodorkan, lalu mengecek sejenak warnanya di kertas lain, setelah itu baru memutuskan akan menggunakannya atau tidak. Hidup kita sebagai konsumen bergerak dengan sangat cepat. Sehingga,sering tidak sempat untuk memikirkan segala sesuatu dengan analisa mendalam. Tidak ada waktu untuk melakukan proses <em>check, re-check, double check,</em>serta <em>cross check. </em>Walaupun pekerjaan saya sebagai seorang etnografer menuntut proses validasi ulang temuan <em>insights </em>lapangan, ternyata, berperan sebagai konsumen pulpen,saya kembali pada fitrah–<em>jump to conclusion, </em>analisa permukaan, dan salah menyimpulkan.</p>
<p><strong>Melepaskan </strong><em><strong>Brand </strong></em><strong>dari Belenggu</strong></p>
<p><strong> </strong>Dalam <em>social theory, frame </em>terdiri dari skema interpretasi– koleksi dari anekdot dan stereotip yang digunakan oleh seseorang untuk menjelaskan sebuah objek atau untuk mengerti sebuah peristiwa. Dalam branding, salah satu kesulitannya adalah menghadapi konsumen yang sudah mempunyai frame interpretasi tertentu.</p>
<p> Masih ingatkah betapa beratnya Mizone menjelaskan kepada publik bahwa produknya aman bagi kesehatan, setelah terkena badai berita bahwa dirinya masuk dalam daftar produk yang mengandung pengawet?</p>
<p> Sejarah membuktikan,butuh waktu panjang melepas dari belenggu <em>frame </em>yang terlanjur terbentuk. Walaupun sudah dijelaskan dalam banyak jumpa pers, tulisan, serta iklan. Penjelasan bahwa pengawet dalam jumlah yang minimalis adalah hal yang biasa dalam teknologi pangan dan masuk ambang batas aman–tidak dengan serta merta melepas belenggu. Sangat sulit untuk mengeluarkan konsumen dari sebuah frame interpretasi situasi yang kurang menguntungkan bagi <em>brand.</em><em></p>
<p> </em>Dari sekian banyak pemberitaan tentang kasus tragedi kecelakaan Tugu Tani, berapa banyak yang tidak menyebutkan merek mobil yang dikendarai oleh Afriyani, sang aktor utama?</p>
<p> Hampir semua menuliskan <em>brand </em>Xenia sebagai aktor pendamping, baik di media konvensional hingga media sosial. Secara tidak sadar telah terbentuk <em>frame </em>tertentu. Melihat Afriyani di TV, tanpa ada gambar mobil pun, langsung teringat pada <em>brand </em>Xenia, dan proses mengingat ini dengan segala kepedihannya.</p>
<p><strong><em>Controlling the Uncontrollable </em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong>Dalam perjalanan membesarkan sebuah <em>brand, </em>banyak hal yang terjadi. Termasuk mengalami peristiwa negatif yang terjadi begitu saja dan ini tidak ada hubungannya dengan sikap dan perbuatan brand sendiri. Pemberitaan terhadap Xenia dalam tragedi, adalah sebuah situasi yang<em> uncontrollable. </em>Pada situasi ini,kecekatan seorang pengelola <em>brand </em>diuji. Harus bisa mengontrol kembali situasi. Bagaimana menghapus aspek negatif di benak masyarakat? Daihatsu butuh pendamping.</p>
<p> Setahu saya, cukup banyak konsultan PR yang mengkhususkan <em>service-</em>nya dalam bidang <em>crisis menagement. </em>Melepas Xenia dari <em>frame </em>yang terbentuk, menguraikan tali temali asumsi di benak tak sadar publik perlu dilakukan. Penanganan krisis <em>brand image </em>ini juga butuh penanganan jangka panjang. Tidak cukup hanya dengan serial iklan dan beberapa kali jumpa pers. Dalam situasi yang penuh tekanan,pengelola <em>brand </em>yang salah berucap bisa lebih memberatkan.</p>
<p> Menjelaskan bahwa Xenia aman, harus bersih dari unsur promosi.Bahwa salah seorang manajernya bersyukur penumpang mobil semuanya selamat dan tidak terluka (berkat Xenia), ternyata terbukti menuai badai baru. Saat ini tidak ada yang memedulikan salah atau tidaknya aktor pendamping. Bahwa <em>brand </em>kita masuk dalam daftar aktor pendukung sebuah sinetron, maka usaha untuk memutus rantai penghubung dengan peristiwa itu perlu strategi PR yang tajam. ”Xenia tidak bersalah” jangan hanya dikatakan dalam jumpa pers dan ditulis di media biasa. Berapa banyak yang sempat membaca pemberitaan media khusus tentang pembelaan <em>brand </em>yang tidak bersalah?</p>
<p> Berita jumpa pers pembersihan nama baik <em>brand </em>kalah menarik dari berita tentang permintaan maaf Afriyani,misalnya. Di media sosial,bahkan beredar foto-foto hasil plesetan. Kadang kala Afriyani-nya saja yang menjadi bintang.Tetapi, hari ini saya juga menerima edaran foto di BB group, foto rekayasa plesetan di mana di sana sang aktor pendamping yaitu Xenia masuk di dalamnya.</p>
<p> Pengadilan tinggi konsumen biasanya sangat <em>jump to conclusion, </em>tidak ada proses validasi ulang secara ilmiah dan terstruktur. Ini kan bukan sidang tesis di kampus. Melepas belenggu <em>framing</em> Xenia dari bersalah menjadi tidak bersalah perlu <em>endurance, </em>ketekunan, dan kontinuitas usaha dari divisi marcom dan PR perusahaan. Dalam pengadilan, kredibilitas brand yang bermasalah sangat rendah.</p>
<p> Daihatsu harus menggandeng banyak <em>key opinion leader </em>yang bebas kepentingan untuk menjelaskan posisinya. Mereka punya kemampuan lebih untuk melepas belenggu Xenia dari <em>frame</em> yang keliru.Tetapi, sekali lagi,tidak bisa terburu-buru.Tidak bisa <em>short cut. </em>Mengembalikan kepercayaan brand ke tingkat semula, tidak semudah membalikkan telapak tangan.</p>
<p> <strong>AMALIA E MAULANA PHD</strong><strong><br />
 <strong>Brand Consultant &amp; Ethnographer ETNOMARK</strong></strong></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://economy.okezone.com/read/2012/02/01/23/567184/xenia-melepas-belenggu-tugu-tani" target="_blank">economy.okezone.com</a></p>
<p>Sumber gambar : otomotif.bosmobil.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/xenia-melepas-belenggu-tugu-tani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korsel Tertarik Investasi Sampah di Bali</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/korsel-tertarik-investasi-sampah-di-bali/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/korsel-tertarik-investasi-sampah-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23971</guid>
		<description><![CDATA[Investor asal Korea Selatan (Korsel) tertarik menanamkan modal di Bali untuk sektor persampahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali, Ketut Teneng. Menurut Teneng, investor asal Korsel itu sudah menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan investasinya. Hanya saja, Pemerintah Provinsi Bali belum bisa memberi jawaban lantaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23972" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/korsel-tertarik-investasi-sampah-di-bali/tpa-suwung-denpasar/"><img class="alignleft size-full wp-image-23972" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/TPA-Suwung-Denpasar.jpg" alt="" width="300" height="229" /></a>Investor asal Korea Selatan (Korsel) tertarik menanamkan modal di Bali untuk sektor persampahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali, Ketut Teneng. Menurut Teneng, investor asal Korsel itu sudah menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan investasinya. Hanya saja, Pemerintah Provinsi Bali belum bisa memberi jawaban lantaran TPA Suwung masih dikelola oleh PT HOEI.</p>
<p>“Investor asal Korsel tertarik menanamkan investasinya di TPA Suwung. Tapi pengelolaan TPA Suwung hingga saat ini masih dipegang oleh PT Navigat Organik Energi Indonesia (NOEI) untuk 20 tahun sejak 2004 silam. TPA Suwung pernah digelontor Rp 63 miliar oleh Kementerian pekerjaan Umum untuk menangani luberan air dari sampah,” kata Teneng, 25 Januari 2012.</p>
<p>Hanya saja, sambung Teneng, hingga saat ini PT NOEI belum mampu memenuhi kontrak sesuai perjanjian dengan Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. Ini menyebabkan kontrak PT NOEI pun akan ditinjau kembali, dan mencari investor baru.</p>
<p>“Awalnya mereka (PT NOEI) memastikan dapat memenuhi 10 megawatt listrik dan kompos. Tapi saat ini hanya baru bisa dihasilkan 0,7 megawatt saja. Jadi ada yang belum ditangani maksimal oleh PT NOEI. Ada yang tidak dilaksanakan secara optimal,” ucap dia.</p>
<p>Pemprov Bali, kata Teneng, sedang melakukan kajian hukum jika nantinya kontrak PT NOEI diputus. “Sebab boleh dibilang semacam wanprestasi yang dilakukan oleh PT NOEI,” kata Teneng. Lantaran itu, Pemprov Bali juga sudah memikirkan pengganti PT NOEI jika suatu saat kontrak mereka benar-benar diputus. Salah satunya, sambung dia, adalah investor asal Korsel yang sudah tertarik itu.</p>
<p>Investor asal Korsel itu, jelas Teneng, sudah menyampaikan keinginannya dan berjanji dapat melakukan pemenuhan kebutuhan 10 megawatt listrik dan pupuk kompos. “Bahkan mereka siap membuat batako, energi listrik dari gas, briket dan lain sebagainya. Nah, ini masih dipelajari oleh Biro Hukum kita (Pemprov Bali),” ungkapnya.</p>
<p>Dalam kerangka itu, PT NOEI juga akan dipanggil untuk didengar soal keluhannya selama ini, terkait tak terpenuhinya kontrak yang telah disepakati. “Itu Kabupaten Badung yang akan memanggil mereka,” ujar Teneng.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita: <a href="http://ciputraentrepreneurship.com/berita/ragam-berita/4-financial/14626-korsel-tertarik-investasi-sampah-di-bali.html">ciputraentrepreneurship.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: kejari-denpasar.go.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/korsel-tertarik-investasi-sampah-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Desa di Blitar SMP Miftahul Huda Siap Cetak Entrepreneur</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/dari-desa-di-blitar-smp-miftahul-huda-siap-cetak-entrepreneur/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/dari-desa-di-blitar-smp-miftahul-huda-siap-cetak-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 03:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24366</guid>
		<description><![CDATA[Warga Kabupaten Blitar pantas bangga. Sebuah sekolah yang mengedepankan entrepreneur telah diresmikan Menteri Pendidikan M Nuh. Nantinya diharapkan lulusan sekolah tersebut akan mampu bersaing dan menciptakan lapangan pekerjaan. Sekolah entrepreneur itu adalah SMP Miftahul Huda. Lokasinya di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro. Sekolah yang dikelola oleh Yayasan Miftahul Huda itu menekankan pada pendidikan dan praktek kewirausahaan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24367" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/dari-desa-di-blitar-smp-miftahul-huda-siap-cetak-entrepreneur/blitar/"><img class="alignleft size-full wp-image-24367" src="http://jpmi.or.id/files/2012/02/Blitar.jpg" alt="" width="285" height="214" /></a>Warga Kabupaten Blitar pantas bangga. Sebuah sekolah yang mengedepankan entrepreneur telah diresmikan Menteri Pendidikan M Nuh. Nantinya diharapkan lulusan sekolah tersebut akan mampu bersaing dan menciptakan lapangan pekerjaan.</p>
<p>Sekolah <em>entrepreneur</em> itu adalah SMP Miftahul Huda. Lokasinya di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro. Sekolah yang dikelola oleh Yayasan Miftahul Huda itu menekankan pada pendidikan dan praktek kewirausahaan. Bidang pendidikan yang ditekankan semata-mata mengambil potensi Desa Gogodeso, seperti pertanian, peternakan dan UKM.</p>
<p> &#8220;Desa ini sudah mempunyai UKM terkenal hingga level nasional, yaitu usaha roti Kalimasada. Usaha yang dirintis dari desa ini nantinya akan menjadi inspirasi bagi anak didik,&#8221; kata Ketua Yayasan Miftahul Huda, Arif Afandi, Minggu (5/2/2012).</p>
<p> Mantan walikota Surabaya yang kini juga menjabat Presider Direktur PT Wira Jatim Group ini menyakini anak didik yang sudah dibekali kewirausahaan nantinya mampu mandiri dan mengembangkan dunia usaha di desanya. </p>
<p> Dan nantinya, secara langsung kata Arif Afandi, potensi maupun perekonomian yang ada di pedesaan akan ikut terdongkrak.</p>
<p> &#8220;Saya optimis, jika sejak SMP sudah ditekankan pengajaran kewirausahaan maka akan lahir enterpreneur baru yang kreatif mengoptimalkan potensi daerahnya. InsyaAllah bisa,&#8221; kata Arif Afandi yang mendampingi M Nuh meresmikan lembaga pendidikan yang dikelolanya.</p>
<p> Untuk mendorong agar lebih berprestasi, kata Arif afandi, sekolah yang dikelolanya menggandeng lembaga pendidikan di surabaya, yaitu Yayasan Al Hikmah dengan mengadopsi sistem &#8216;fullday school&#8217;. </p>
<p> Sekolah tersebut kata Arif Afandi dikenal sebagai lembaga pendidikan yang telah berhasil menjadikan siswanya mandiri, dengan memberi dasar pendidikan Agama Islam yg kuat. Pendidikan di SMP Miftahul Huda mengintegrasikan kurikulum formal, keagamaan (diniyah) dan muatan lokal.</p>
<p> &#8220;Saya berharap dari Desa Gogodeso inilah akan mengispirasi lembaga-lembaga pendidikan lain di indonesia. Agar potensi kawasan dalam pengembangan pendidikan menjadi titik tekan, bukan menjadikan anak didik yang cerdas, tetapi tidak paham atas kemampuan yang dimiliki kawasan itu,&#8221; terang Arif Afandi.</p>
<p> Bangunan SMP tersebut berdiri di atas lahan seluas 4000 M2 yang berasal dari wakaf masyarakat. Sekolah ini juga mendapat bantuan dana blockgrant dari Kemendiknas sekitar Rp 1,35 M pada tahun 2011 lalu. </p>
<p> &#8216;Kami telah menambah 3 lokal bangunan untuk kelas dan pembangunan pagar keliling,&#8221; tambah Ketua Panitia Pembangunan Baharudin di lokasi. Sementara jumlah siswa angkatan pertama, sebanyak 60 orang siswa, 40 diantaranya lulusan dari Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://surabaya.detik.com/read/2012/02/05/191058/1834588/475/dari-desa-di-blitar-smp-miftahul-huda-siap-cetak-entrepreneur?y991102465" target="_blank">surabaya.detik.com</a></p>
<p>Sumber gambar : surabaya.detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/dari-desa-di-blitar-smp-miftahul-huda-siap-cetak-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tampil Casual Trendi dengan Tas Bingkai</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/06/tampil-casual-trendi-dengan-tas-bingkai/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/06/tampil-casual-trendi-dengan-tas-bingkai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 01:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha wanita]]></category>
		<category><![CDATA[retail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23964</guid>
		<description><![CDATA[Tas, menjadi bagian fesyen yang cukup penting. Tak hanya sekadar menjadi tempat menyimpan barang saja, namun juga menjadi salah satu item yang bisa mempengaruhi penampilan, bahkan identitas diri si pemakai. Kebutuhan tas sebagai identitas pribadi mencoba ditangkap oleh Listya Paramita lewat produknya yang dinamai Riham Bag. Perempuan yang akrab disapa Ira ini mencoba menawarkan framing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23966" href="http://jpmi.or.id/2012/02/06/tampil-casual-trendi-dengan-tas-bingkai/tas-bingkai-trendi-bandung-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-23966" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/tas-bingkai-trendi-bandung1.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Tas, menjadi bagian fesyen yang cukup penting. Tak hanya sekadar menjadi tempat menyimpan barang saja, namun juga menjadi salah satu item yang bisa mempengaruhi penampilan, bahkan identitas diri si pemakai.</p>
<p>Kebutuhan tas sebagai identitas pribadi mencoba ditangkap oleh Listya Paramita lewat produknya yang dinamai Riham Bag. Perempuan yang akrab disapa Ira ini mencoba menawarkan framing bag alias tas bingkai.</p>
<p>Framing bag ini sempat naik pamor beberapa tahun ke belakang. Ciri khas tas ini biasanya berbahan baku plastik transparan. Di tangan Ira, framing bag dibuat lebih kekinian. Dengan penampilan yang elegan dan mewah namun tetap dalam benang merah framing bag.</p>
<p>Pemakaian bahan baku pun tidak lagi memilih bahan utama plastik, melainkan kulit sintetis yang biasanya disebut kulit anti air atau waterproof. &#8220;Sebagai bahan baku saya pakai kain talang air yang biasa dipakai Hermes. Di dalamnya juga waterproof, jadi tidak akan tembus air,&#8221; ujar Ira.</p>
<p>Selain memilih bahan yang berkualitas. Tas besutan Ira juga mengadaptasi bentuk pot bunga. Pilihan warnanya pun cukup berani, seperti merah, hijau, shocking pink, ungu. Cocok dipadupadankan dengan pakaian yang kita kenakan, bisa dibuat agar matching, atau tabrak warna. Sederet tas-tas unik ini bisa dijumpai di Magnetic Island yang ada di Jalan Citarum Bandung.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita: <a href="http://bandung.detik.com/read/2012/01/27/080135/1826611/686/tampil-casual-trendi-dengan-tas-bingkai">bandung.detik.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: bandung.detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/06/tampil-casual-trendi-dengan-tas-bingkai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bingung Nganggur Kini Ririn Jadi Bos Olahan Ikan</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/05/bingung-nganggur-kini-ririn-jadi-bos-olahan-ikan/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/05/bingung-nganggur-kini-ririn-jadi-bos-olahan-ikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 07:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24133</guid>
		<description><![CDATA[Bingung karena menganggur setelah mundur dari sebuah perusahaan membuat Ririn menggali banyak inspirasi bisnis. Sempat menimang-nimang sejumlah rencana bisnis, akhirnya Ririn memutuskan untuk berbisnis makanan olahan ikan. &#8220;Tahun 2007 saya mundur dari sebuah perusahaan. Saya bingung setelah menganggur, lalu akhirnya memulai bisnis olahan ikan. Modal awalnya hanya Rp2 juta,&#8221; cerita Ririn kepada kabarbisnis.com, Senin (30/1/2012). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24134" href="http://jpmi.or.id/2012/02/05/bingung-nganggur-kini-ririn-jadi-bos-olahan-ikan/ririn-family-food/"><img class="alignleft size-full wp-image-24134" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/Ririn-Family-Food.jpg" alt="Ririn pengolah ikan" width="195" height="240" /></a>Bingung karena menganggur setelah mundur dari sebuah perusahaan membuat Ririn menggali banyak inspirasi bisnis. Sempat menimang-nimang sejumlah rencana bisnis, akhirnya Ririn memutuskan untuk berbisnis makanan olahan ikan.</p>
<p>&#8220;Tahun 2007 saya mundur dari sebuah perusahaan. Saya bingung setelah menganggur, lalu akhirnya memulai bisnis olahan ikan. Modal awalnya hanya Rp2 juta,&#8221; cerita Ririn kepada <strong>kabarbisnis.com</strong>, Senin (30/1/2012). Ririn berhasil menyabet gelar juara umum dalam UKM Award yang digelar PT Semen Gresik Tbk.</p>
<p>Dia mulai memproduksi sejumlah makanan olahan ikan, seperti siomay udang, produk olahan cumi-cumi, dan nugget kepiting. Ririn memilih nama &#8220;Family Food&#8221; untuk merek produknya. &#8220;Ini makanan yang aman dan bergizi bagi keluarga. Semuanya tanpa bahan pengawet,&#8221; ujar Ririn yang memang namanya hanya terdiri atas satu kata itu.</p>
<p>Memulai bisnis tentu saja tak semudah membalik telapak tangan. Ririn harus bekerja keras membangun bisnisnya. Perempuan berjilbab itu memulai bisnis hanya dengan dua karyawan, yaitu dirinya sendiri dan sang suami yang membantunya selepas bekerja.</p>
<p>Pernah suatu ketika produknya terjual sangat minim. Ririn nyaris putus asa. Namun, masa-masa sulit itulah yang justru menjadi pelecut bagi Ririn untuk terus merawat harapan. &#8220;Yang paling penting dalam bisnis adalah menjaga semangat. Situasi sulit itu pasti terjadi, tapi selama kita bisa merawat harapan, selama itu pula kita mempunyai jalan untuk bangkit,&#8221; ujar Ririn.</p>
<p>Pelan tapi pasti, bisnis Ririn mulai mekar. Dia pun bisa merekrut dua karyawan tambahan. Produknya mulai laris meski dikemas dengan cara sederhana. Produk olahan ikannya cuma dimasukkan ke plastik lalu diberi stiker merek dan keterangan lolos uji kesehatan. Dalam sebulan, Ririn mulai bisa membukukan omset Rp5 juta.</p>
<p>&#8220;Saat itu pemasaran kita hanya sebatas di Gresik dan sekitarnya. Saya terus berusaha memperluas pemasaran dengan menjalin jaringan baru,&#8221; ujar perempuan berusia 33 tahun tersebut.</p>
<p>Kini, kerja keras Ririn pun berbuah manis. Produk Family Food sudah dipasarkan di banyak kota besar seperti Surabaya dan Jakarta, bahkan sudah merambah luar Jawa. Jumlah karyawannya yang semula dua orang kini bertambah menjadi 28 orang. Omset yang dibukukan mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan.</p>
<p>Berapa marjin keuntungan yang didapat Ririn? Setengah membuka rahasia, Ririn menyebut kisaran angka 15% sampai 20%. Artinya, laba bersih Ririn mencapai Rp15 juta sampai Rp20 juta sebulan.</p>
<p>&#8220;Karena permintaan semakin besar, saya tidak hanya mendatangkan bahan baku dari Gresik, tapi juga dari Lamongan dan Probolinggo. Dalam sebulan, produksi saya mencapai 5-6 ton,&#8221; bebernya.</p>
<p>Harga termurah produk Family Food sebesar Rp16.000 untuk ukuran 0,25 kilogram.</p>
<p>Kini, Ririn masih belum puas. Dia ingin membawa Family Food melambung lebih tinggi lain. Pendekatan pemasaran modern pun dikembangkan agar penetrasi produk Family Food semakin kuat.</p>
<p>&#8220;Sekarang kami sudah selesai menciptakan desain baru untuk kemasan produk. Jadi produk kami tak lagi dikemasi ke plastik biasa lalu diberi stiker. Sekarang kemasannya sudah cetakan modern,&#8221; ujar Ririn bangga.</p>
<p>Tak hanya itu, Ririn pun membentuk tim khusus yang menangani pemasaran. Dengan tim khusus itu diharapkan pemasaran Family Food bisa lebih gencar, termasuk ke gerai ritel modern seperti hipermarket maupun minimarket.</p>
<p>&#8220;Sebelum ini tidak ada tim pemasaran secara khusus. Biasanya saya tangani sendiri. Sekarang sudah ada tim khusus yang terpisah dari produksi. Tim itu nanti yang kerjanya menciptakan jaringan baru. Harus ada tim khusus biar fokus,&#8221; ujar Ririn</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.kabarbisnis.com/read/2825998" target="_blank">kabarbisnis.com</a></p>
<p>Sumber gambar : kabarbisnis.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/05/bingung-nganggur-kini-ririn-jadi-bos-olahan-ikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Pangestu Jualan Rendang dan Nasgor di Swiss</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/05/mari-pangestu-jualan-rendang-dan-nasgor-di-swiss/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/05/mari-pangestu-jualan-rendang-dan-nasgor-di-swiss/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 07:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=24152</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Indonesia beserta rombongan beberapa pengusaha dan BUMN akan menghadiri acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada 25-29 Januari 2012. Untuk menarik perhatian peserta, Indonesia bakal menghadirkan makanan aslinya. Adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yang bakal menghadirkan rendang dan nasi goreng pada acara tersebut untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-24153" href="http://jpmi.or.id/2012/02/05/mari-pangestu-jualan-rendang-dan-nasgor-di-swiss/mari-pangestu/"><img class="alignleft size-medium wp-image-24153" src="http://jpmi.or.id/files/2012/01/mari-pangestu-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a>Pemerintah Indonesia beserta rombongan beberapa pengusaha dan BUMN akan menghadiri acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada 25-29 Januari 2012. Untuk menarik perhatian peserta, Indonesia bakal menghadirkan makanan aslinya.</p>
<p>Adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yang bakal menghadirkan rendang dan nasi goreng pada acara tersebut untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mengundang investor untuk berinvestasi.</p>
<p> &#8220;Kita akan mengadakan malam Indonesia di acara tersebut bertema &#8216;coco night&#8217;. Kita akan mempromosikan budaya seperti makanan yang sudah diakui dunia yaitu rendang dan nasi goreng. Makanan kita jadi top hit pokoknya,&#8221; kata Mari di kantornya, Jakarta, Jumat (20/1/2012).</p>
<p> Di acara tersebut, lanjut Mari, Indonesia akan diwakili dirinya dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan beserta 12 anggota WEF dari BUMN dan swasta, seperti Garuda Indonesia, Bank Mandiri, dan juga Sinar Mas.</p>
<p> &#8220;Pesan-pesan utama yang akan disampaikan adalah soal kenaikan peringkat Indonesia baru-baru ini. Kita sudah merasakan atensi dunia yang meningkat terhadap Indonesia. Bahkan pertumbuhan ekonoi Indonesia ketiga tertinggi di dunia setelah RRT dan India,&#8221; jelas Mari.</p>
<p> Acara tersebut akan dihadiri oleh banyak tokoh-tokoh ekonomi dunia terkenal. Ajang ini akan dimanfaatkan untuk menarik investasi khususnya di sektor infrastruktur.</p>
<p> &#8220;Untuk menarik perhatian, kita akan menyuguhi makanan-makanan Indonesia dalam porsi-porsi kecil. Kuliner ini jadi industri ke-15 dari ekonomi kreatif. Di acara tersebut kita juga punya peran sebagai pembicara di beberapa panel di acara tersebut.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber : <a href="http://finance.detik.com/read/2012/01/21/151306/1821863/68/mari-pangestu-jualan-rendang-dan-nasgor-di-swiss" target="_blank">finance.detik.com</a></p>
<p>Sumber gambar : beritasatu.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/05/mari-pangestu-jualan-rendang-dan-nasgor-di-swiss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi Sejuta Dolar Awal Mula Kesuksesan Merry</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/02/05/mimpi-sejuta-dolar-awal-mula-kesuksesan-merry/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/02/05/mimpi-sejuta-dolar-awal-mula-kesuksesan-merry/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 07:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=23058</guid>
		<description><![CDATA[Keberhasilan adalah impian semua orang. Titik awal keberhasilan adalah impian. Dari seorang mahasiswi dengan ekonomi pas-pasan, Merry Riana, anak muda Indonesia, menjelma menjadi miliuner muda dan diakui sebagai pengusaha sukses, motivator yang sangat dinamis, serta pengarang buku terlaris di Singapura. Melewatkan masa kuliah yang penuh dengan keprihatinan finansial di Nanyang Technological University, Merry kemudian menciptakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-23060" href="http://jpmi.or.id/2012/02/05/mimpi-sejuta-dolar-awal-mula-kesuksesan-merry/buku-mimpi-sejuta-dolar-merry-riana/"><img class="alignleft size-full wp-image-23060" src="http://jpmi.or.id/files/2011/12/Buku-Mimpi-Sejuta-Dolar-Merry-Riana.jpg" alt="" width="270" height="379" /></a>Keberhasilan adalah impian semua orang. Titik awal keberhasilan adalah impian. Dari seorang mahasiswi dengan ekonomi pas-pasan, Merry Riana, anak muda Indonesia, menjelma menjadi miliuner muda dan diakui sebagai pengusaha sukses, motivator yang sangat dinamis, serta pengarang buku terlaris di Singapura. Melewatkan masa kuliah yang penuh dengan keprihatinan finansial di Nanyang Technological University, Merry kemudian menciptakan perubahan paradigma berpikir dan memulai suatu perjuangan dengan konsep dan etos kerja keras luar biasa. Akhirnya, dia berhasil meraih penghasilan 1 juta dolar di usia 26 tahun. Kini Merry ingin menciptakan dampak positif di dalam kehidupan banyak orang, terutama di Indonesia.</p>
<p>Buku ini berisi pengalaman perjuangan Merry beserta hikmah yang sangat inspiratif dan bisa diterapkan untuk mencapai sukses dalam kehidupan.</p>
<p>&#8220;Apa yang dilakukan Merry Riana adalah salah satu contoh bahwa usia tidak membatasi kita untuk sukses, melainkan keuletan dan kerja keras yang menjadi kuncinya&#8221;, Andy F. Noya, Host Program Kick Andy.</p>
<p>&#8220;Saya suka cara Merry Riana membagi kisah perjuangan hidupnya, cara dia memandang hidup, dan cara dia memberikan motivasi tanpa menggurui&#8221;, Ronal Surapradja, Penyiar, Host, Aktor, Musisi, Pekerja Seni.</p>
<p>&#8220;Terus berkarya yaah Mbak Merry Riana, semoga selalu menjadi inspirasi buat kita semua&#8230;.&#8221;, Nycta Gina &#8220;Jeng Kelin&#8221;, Pemain Sinetron, Bintang Iklan, Presenter.</p>
<p>&#8220;Merry Riana mengajarkan pada kita bagaimana impian yang diselimuti tekad, keyakinan, dan kerja keras bisa membuahkan keberhasilan&#8221;, Yuanita Christiani, Actress, Host.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<table style="width: 330px;height: 125px" border="1" rules="groups">
<tbody>
<tr valign="top">
<td><strong>Judul</strong></td>
<td><strong>:</strong></td>
<td>
<p><strong>Mimpi Sejuta Dolar</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Penulis</strong></td>
<td><strong><strong>:</strong></strong></td>
<td>
<p><strong>Alberthiene Endah, Merry Riana</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Penerbit</strong></td>
<td><strong>:</strong></td>
<td><strong>Gramedia Pustaka Utama</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Terbit</strong></td>
<td><strong>:</strong></td>
<td><strong>September 2011</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Jml halaman</strong></td>
<td><strong>:</strong></td>
<td><strong>388</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Dimensi</strong></td>
<td>:</td>
<td><strong>15 x 21 cm</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Harga</strong></td>
<td><strong>:</strong></td>
<td><strong>Rp 63.000,-</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://www.bukudiskon.com/Buku.aspx/20300/Mimpi-Sejuta-Dolar" target="_blank">bukudiskon.com</a> dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: gramediamatraman.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/02/05/mimpi-sejuta-dolar-awal-mula-kesuksesan-merry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

